"Siapa?" suara laki-laki itu terdengar semakain dekat. Tetap langkah kaki itu perlahan mulai mendekatinya.
Shinta berusaha untuk tetap tenang. Dia memeluk tubuhnya sendiri. Sembari terus menelan ludahnya susah payah. Dia berusaha untuk tetap tenang. Kedua mata itu tertuju pada kedua kaki yang sekarang sudah ada di depannya. Kedua mata Shinta melebar seketika.
Perlahan Shinta mengangkat kepalanya. Sekujur tubuhnya gemetar. Bahkan bibirnya juga ikut gemetar. Dia takut jika laki-laki di depannya adalah orang yang sama.
Shinta berusaha menenangkan dirinya. "Ada apa?" tanya laki-laki itu. Kedua matanya melebar seketika terkejut melihat apa yang ada di depannya. Seorang wanita dengan baju yang berantakan.
Shinta memberanikan dirinya menatap wajah laki-laki itu. Perlahan kedua mata itu mul