Mark berjalan mendekati Shinta. Dia memberikan teh hangat untuknya yang baru saja terbangun dari tidurnya. “Aku tidak menjual tubuhku untukmu.” Kesal Shinta.
"Tapi kamu akan memberikannya secara cuma-cuma." ucap lirih Mark. Shinta yang sedikit samar mendengarkan ucapan itu. Dia memicingkan salah satu matanya. Melirik tajam ke arah Mark.
"Apa yang kamu katakan?" tanya Shinta.
"Lupakan saja!"
Shinta memutar matanya malas.
“Memangnya aku ingin menjual tubuhmu?” tanya Mark.
Shinta terdiam, dia mengerutkan kedua alisnya. Pandangan matanya tertunduk ke bawah. Dia merasa sangat malu dengan apa yang dikatakan oleh Mark. Entah kenapa dirinya merasa Mark terlalu baik. Tapi di lain sisi Mark begitu mencurigakan baginya.
“Maaf,” ucap Shinta. Dia melirik ke arah satu gelas teh hangat dalam g