Kruukk..
Suara itu terdengar begitu nyaring dan kerasnya masuk ke dalam telinga Felix. Dia hanya tersneyum tipis mendengarnya. Membalikkan badannya. Dan, segera pergi mengambil makanan yang di dapur. Dan, ternyata Yuan sudah menyiapkan makanan untuk mereka.
Felix membalikkan badannya. Dan, segera kembali menemui Jeki.
"Jek, Kemarilah! Kita makan bersama." pinta Felix.
"Tapi--"
"Kenapa?"
"Aku ingin pergi dari sini. Ada yang harus aku selesaikan. Jika tidak, aku tidak bisa tenang nantinya,"
"Apa?" tanya Felix bingung. Wajah yang tampak santai berubah serius dalam waktu beberapa menit.
"Kamu harus tahu satu hal,"
"Oke, baiklah! Nanti saja kamu cerita." Felix memotong pembicaraan Jeki. Dia mencoba menuntun Jeki yang tampak lemas untuk berjalan. Tapi Jeki menepis tangan Felix de