"Kamu kenal dengan wanita penjual bunga?" tanya Felix pada Jeki. Dia melemparkan bujet bunga itu tepat di atas meja di depan Jeki. Sementara Jeki dia duduk di sofa. Terdiam menatap ke arah bujet bunga itu. Kedua mata itu mengamati setiap detail bunga.
Terlihat sebuah kertas yang memang di bentuk seperti bunga terlihat sangat kecil di bagian dalam bunga berwarna merah. Kertas merah hang sama seperi warna bunga. Tidak terlihat seperti kertas. Dia mengerutkan kedua matanya. Sebelum membuka kertas itu. Jeki masih terus mengamati bunga itu. Dalam diam, Jeki menghitung jumlah bunga yang ada. Setelah selesai, Jeki kembali menatap kertas itu. Membuka lembaran kertas.
"Tunggu tukang koran datang." tulisan di koran itu.
"Shitt..." umpat Jeki.
"Ada apa?" tanya Felix menarik salah satu alisnya.