“Sejak awal, aku telah mengatakannya. Aku adalah seseorang yang hanya akan membawa kepedihan bagi mereka yang membawaku. Aku adalah kegelapan yang selalu menghantui mereka selama ini. Karena aku adalah kematian yang nyata.”
-Motremus-
…
Aku berjalan menelusuri padang rumput yang kala itu basah oleh air embun yang sempat datang beberapa saat lalu. Dinginnya udara pagi tak menjadi penghalangku untuk melangkah menembus kabut tebal yang sebagian besar menghalangi jarak pandangku. Sebuah raungan keras terdengar jauh di depan sana hingga dengan spontan aku mengarahkan senjataku ke arah depan. “Adrea!!” Seorang lelaki yang sempat memanggilku dengan kencang kini berdiri tepat di sampingku bersama dengan lelaki lainnya yang kini sama-sama mengarahkan senjata mereka ke arah depan.