...
Malam dingin yang menyisakan kesunyian kala itu, disebabkan oleh tak adanya satupun kata yang keluar dari kami yang kini menunggu mereka yang katanya akan datang untuk menyerbu. Lagi dan lagi kuhelakan nafasku dengan berat, bersiap menghadapi apapun yang akan terjadi dikemudian waktu hingga tak kusadari sebuah kain panjang menyelimuti tubuhku yang nyaris membeku dan kudapati lelaki itu… ya, orang yang kubenci setelah mengetahui apa yang ia lakukan dan orang yang paling membuatku merasa bersalah sampai saat inilah pelakunya. “aku tidak butuh ini” aku mengenyahkan kain itu, namun Minor menahannya “kau menggigil, jangan sampai kau mati sebelum pertempuran karena hawa ini” sambungnya terdengar penuh dengan perhatian, aku tertegun membiarkan kain itu menyelimutiku kembali “ada hal yang ing