Kuremas tanganku yang gemetar hebat, ketika kudengar Raungan-raungan yang menyeramkan yang hadir dan merasuki indra pendengaranku saat ini, jika saja aku tidak siap dengan kemungkinan yang terjadi seperti saat ini, sudah dipastikan bahwa aku akan mengalami mimpi buruk dan bahkan trauma yang hebat setelahnya.
Mereka bertiga sama sekali tidak berhenti untuk melawan mereka, merobek, menusuk dan mencakar… setidaknya seperti itulah yang kulihat dari kejauhan ini. Cukup lama kusaksikan mereka yang bertarung, mentari yang semula terbit kini sudah hampir tenggelam.. namun tak ada satupun malea yang lolos dan menerobos kedalam pertahanan kedua hingga akhirnya pertarunganpun berakhir oleh hentakan kaki Minor yang membuat tanah disana terangkat dan berbentuk seperti bebatuan runcing yang amat taj