“Den … Dennis ...!” Markus tidak mendapat tanggapan. Temannya itu sibuk melamun. “Dennis!” panggil Markus untuk ketiga kalinya.
Dennis masih memandang ke pintu ruang rawat Markus. Sejak Kapten Bay beserta rombongannya keluar beberapa menit yang lalu. Dennis merasa dejavu melihat salah satu orang di rombongan tadi.
Markus memukul keras Dennis sampai temannya itu terkejut, gelagapan, dan salah tingkah.
“Kau ini kenapa?”
“Aku sepertinya pernah lihat orang besar tadi.”
“Kapten Bay?” Markus mengernyit. “Beliau sudah pernah menemui kita di rumah sakit.”
“Bukan-bukan. Yang besar satu lagi.” Dennis beralih pada Bryan. “Siapa orang itu?”
“Inspektur J,” jawab Bryan sekenanya, tapi benar, orang itulah yang dimaksud Dennis.
“Inspektur, ya? Dia mirip dengan tetanggaku dulu. Dia berteman dengan