Markus hampir termakan omongan Bryan. Bryan ingin benar-benar pacaran dengannya, itu manis menurut Markus, tapi dia mengingkarinya. Bryan bukan tipe orang yang romantis, meski apa yang dikatakannya tadi sedikit banyak membuat Markus senang. Sesuatu yang manis akan berakhir pahit, makanya Markus menolak Bryan. Bisa jadi Bryan memang menginginkan harta lebih banyak dari satu juta dolar. Bisa juga Bryan dompleng popularitas darinya, secara dia dapat perhatian khusus dari pemerintah.
Setelah pintu kamar mandi ditutup, penyesalan itu baru datang. Bagaimana kalau Bryan serius? Bagaimana kalau detektif polisi itu memang mulai menyukainya?
Kalau menengok hari-hari kemarin, di mana dia ingin punya kekasih, tapi tidak pernah kesampaian, sedih sekali. Bukan Markus jual mahal atau pilih-pilih, itu k