“Bams,” gumam Markus.
Dituliskan di kertas yang dipegangnya sekarang, Bams adalah asisten wakil manager keuangan di perusahaannya. Markus tahu dengan jelas wakilnya Dennis, Andreas. Mereka sering bertemu dalam berbagai rapat dan berbagai acara, tapi asistennya Andreas, Markus tidak mengingatnya sama sekali. Yang dituliskan juga dalam laporan, wakil manager keuangan sama sekali tidak tahu kalau asistennya melakukan banyak kecurangan. Wajar, asisten selalu tahu pergerakan atasannya, sedangkan atasan tidak tahu sama sekali pergerakan asistennya. Seperti semua kegiatan Markus diketahui Sulami, tapi Markus tidak tahu sama sekali kegiatan sekretarisnya itu.
Bams berhasil mengajak beberapa orang dalam perusahaan untuk melakukan kecurangan bersama, tapi beberapa bulan setelahnya dia mengundurkan