Sulami baru saja protes. Sekretarisnya itu mengembalikan beberapa dokumen yang katanya salah ditanggapi Markus. Ada yang salah menaruh tanda tangan, ada berkas tidak perlu ditandatangani malah ditandatangani, juga ada berkas yang hanya perlu dibaca tapi dikembalikan lagi pada Sulami. Yang terakhir brosur yang terselip secara tidak sengaja diantara map-map itu malah dibahas panjang lebar olehnya.
Markus tengah tidak fokus bekerja. Bahkan sekarang dia melamun sambil mengetuk-ngetukkan pulpen ke meja.
“Mark, kau kurang menuliskan satu nol di cek yang harus diserahkan pada yayasan.”
Dennis sudah berada di depan meja yang mau tidak mau membangunkan Markus dari lamunannya. “Kau masuk tidak mengetuk pintu dulu, Den?” Terkejut, tapi tidak mau menunjukkan ekspresi kaget sama sekali.
“Sejak kapa