“Aku bertemu temanku saat perjalanan pulang. Karena dia tidak ada kendaraan, aku menawarinya tumpangan,” terang Bryan yang sedang menyetir sambil bicara di telepon dengan Markus. “Tidak jauh. Rumahnya satu arah dengan kantormu. Setelah dia turun, aku langsung ke kantormu. Tidak lebih dari lima belas menit.”
Bryan menoleh ke samping, mantan kekasih kecilnya duduk di sana. Membalas dengan senyum kaku meski Bryan tersenyum padanya dengan tulus. Yah, memang sangat kebetulan Bryan bertemu dengannya. Niatnya hanya lewat jalur yang dia lewati sekarang agar lebih cepat sampai ke kantor Markus, tapi siapa sangka dia menemukan Ren yang baru pulang dari kampusnya. Dia bersama beberapa teman sedang menunggu bus di halte. Saat itulah Bryan berinisiatif memberi tumpangan, sekaligus ingin tahu kabar man