Hai namaku Hanzel Harmawan biasanya orang memanggil ku Mr Z karena mereka pikir aku keren, hahaha. Aku lahir dari keluarga bangsawan yang lumayan tersohor di kota. Aku mempunyai bisnis dagang terbesar di pulau Berlin. Mereka menganggap ku seorang CEO padahal aku bisa lebih dari itu, hahaha.
Kehidupanku sepertinya monoton saja, kadang bekerja kadang jalan-jalan berpetualang ke ujung dunia. Aku punya 2 kakak laki-laki. Mereka berdua sudah menikah dan mempunyai anak-anak yang lucu seperti bapak mereka. Terkadang terbesit ingin seperti mereka tetapi jalan hidupku berbeda dari mereka yang terlihat normal-normal saja. tetapi sebenarnya tidak melenceng-melenceng sekali hidupku, hanya sekedar berbeda lah dari pemuda pada umumnya. Hobiku memancing betina, hahaha tidak bercanda. Hobiku menabung lalu aku belikan singer song, hahaha tidak-tidak bercanda juga. Hobiku keren dong kan orangnya juga keren. Hobiku mengunjungi makam papa. Ya, papaku sudah meninggal 10 tahun yang lalu. Dia kecelakaan di persimpangan jalan yang lurus sehingga lurus terus sampai surga.
Itu saja yang bisa aku kenalkan. Aku tidak begitu istimewa untuk pecundang hahaha.
***
Hari ini ada jadwal meeting di kantor. Aku bergegas berangkat dan pergi menuju kesana. Setelah sampai, ada beberapa karyawan dan beberapa pemimpin perusahaan lain yang ikut dalam meeting tersebut. Meeting kali ini membahas tentang perdagangan berlian di pusat kota. Mereka sepakat untuk aku investasi di setiap perusahaan mereka. Jaminan yang mereka tawarkan juga lumayan membuatku tertarik untuk menguji adrenalin. Setelah semua berjalan, akhirnya meeting pun selesai. Tinggal kontrak dan tanda tangan berhargaku yang akan mewarnai kantong perusahaan mereka. Tampak sumringah sekali wajah-wajah mereka. Bagaimana tidak, sangat mudah bukan bekerjasama denganku. Sudah mendapatkan keuntungan pula tidak lupa mendapatkan royalti juga. Wah, enak sekali. Maka tidak jarang aku merasa makmur, hahaha.
Jam menunjukkan pukul 01.00 siang. Aku pergi dari kantor dan meluncur ke sebuah restoran tengah kota. Seperti biasa aku memesan bistik daging kesukaanku. Namun semenjak aku melihat gadis pelayan itu, selera makan ku berubah menjadi suka dengan ayam Taliwang khas dari negara tetangga. Hahaha, aku sendiri pun menertawakan diriku karena memang sekonyol itu diriku. Setelah memesan aku juga meminta agar pelayan itu juga yang mengantarkan nya langsung padaku.
Beberapa menit aku tunggu akhirnya datang juga. Dari kejauhan nampak wajah itu berjalan dari dapur menuju ke meja makanku. Bentuknya simetris dengan hidung kecil dan mata yang sehat. Dia terlihat sangat senang dengan make up. Setiap hari dia ber-make up tebal namun terlihat klasik. Tidak lupa syal putih yang selalu dia pakai saat bekerja.
Aku tersenyum padanya, dia pun tersenyum padaku. Aku melirik dia, dia pun melirikku. Ah, seperti lagak di film saja. Aku tertawa namun dia justru terlihat marah, aneh bukan? Hahaha. Setelah dia menghidangkan makananku, tidak lupa ku selipkan beberapa lembar dolar di tangan sebelah kanan.
"Terimakasih, ini untukmu. Simpan ya jangan dibuat bayar hutang," ucapku.
Dia pun tersenyum lalu mengangguk kan kepala. "Hutangmu sudah terkubur, jangan digali lagi. Yang pintar manfaatkan uang," tambahku. Dia pun tertawa sambil menutupnya dengan telapak tangan takut bosnya melihat. Kemudian dia pun mengangguk kembali.
"Permisi, Mr," ucapnya.
"Ya," jawabku.
Gadis itu pun pergi lalu menghilang di balik pintu dapur.
Setelah makan siang, aku pulang. Terlalu formal jika aku kembali lagi ke kantor. Aku bukan karyawan tapi CEO, hahaha. Harus beda dong, tidak bercanda. Aku tidak terbiasa habis makan lalu berkerja lagi mencari uang. Menurutku itu monoton. Lebih baik aku ke persawahan dan ladang melihat ilalang disana. Angin yang masih segar dan murni. tidak lupa memakai sunscreen andalan Mr. Z. By the way aku juga produksi sunscreen, guys. Namanya ZLS top, hahaha. Produksinya langsung dari kotaku. Kota keren yang tersohor di seluruh negeri, hahaha. Jangan lupa beli guys, di market place ada kok, ketik aja ZLS Top, hahaha pasti muncul. Jangan lupa ya!
Ladang itu berada di ujung kota dekat gunung. Aku selalu mampir kesini kalau ada waktu setelah makan siang. setidaknya ada segar-segarnya setelah bergelut dengan uang.
Aku berjalan di tepi persawahan. ada gubuk yang bisa untuk tempat singgah. namun aku tidak singgah karena aku suka bermain di sungai. airnya jernih dan segar. bisa diminum kalau haus, hahaha. tetapi tidak steril ya karena masih dari alam. kalau sudah diproduksi lagi pasti steril. Aku ada loh pabrik steril air di kota. Produk airnya juga sudah dijajakan di minimarket supermall dan di swalayan kota. Mr Z ingin sekali memiliki banyak tempat produksi jadi jangan kaget yah kalau memang pabrikku banyak nanti aku jabarkan satu persatu.
Aku sudah bilang di awal kan, aku ini lebih dari CEO. Kehidupanku lebih dari manusia biasa, Hahahha. Alien dong, hahaha bercanda.
Aku hanya menikmati hidupku yang penuh dengan petualangan dan keheningan saat tertidur.
Selesai menikmati pemandangan aku pun masuk ke dalam mobil dan kembali masuk ke kantor.
Sesampainya di kantor, aku ganti baju lalu memakai minyak wangi. Bau khas dari timur selatan yang aku suka. Sangat langka dan tidak ada duanya. Kalau pun ada duanya, nanti akan aku berikan kepada calon bidadariku. tetapi sampai sekarang belum juga terlihat. Aku sampai merindukannya.
Tiba-tiba pintu terdengar di ketuk.
"Masuk," ucapku.
Pintu pun terbuka, nampak sekertaris ku masuk membawa beberapa berkas. kemudian dia menyodorkannya kepadaku.
"Silahkan ditandatangani, Pak. Ini hasil meeting tadi pagi perlu tanda tangan Bapak."
"Oh iya.."
Aku pun menandatangani berkas-berkas itu.
"Bapak setelah ini ada janji dengan Pak Edgar di restoran Jamayca. Ada undangan makan malam sekaligus membahas tentang rencana ke depan."
"Oh iya. Nanti ingatkan saja."
"Siap, Pak. Kalau begitu saya permisi."
"Ya ya."
Sekretaris itu pun keluar. Aku menghela nafas panjang. beberapa hari yang lalu aku kembali dijodohkan dengan anak teman papaku. namun semuanya gagal karena tidak cocok. kaya bukan berarti percintaan mulus. semua ada masanya dan jatahnya. Aku sempat berpikir apakah aku ada jodoh atau tidak karena semua Kakaku sudah menikah namun aku belum juga. Mungkin karena aku terlalu istimewa jadi jodohku juga sudah pasti istimewa. Aku membayangkan anak presiden yang berjodoh denganku. atau anak kaisar atau anak raja. mungkin mereka seistimewa diriku, hahaha.
Jam pun terus berlalu. Sampai pintu pun diketuk kembali oleh sekretaris ku.
"Bapak, kita berangkat sekarang. Semua persiapan sudah beres."
"Ah iya, ayo berangkat."
Aku berangkat dengan semangat 00. tidak ada gairah sama sekali walaupun nanti ada sesi makan malam tetapi rasanya tidak selera. tetapi aku harus profesional dong. Pak Edgar orang kepercayaan papa. aku harus terlihat berwibawa, hahaha.