"Aku udah bilang jangan temui aku dulu." Yaras bersedekap. Sepasang matanya menyalang kesal atas kehadiran Alfa yang tiba-tiba di rumah neneknya.
Sebenarnya tidak bisa dibilang tiba-tiba juga. Alfa sudah sempat mengabari Yaras. Namun perempuan itu tidak membalas pesannya, dibaca saja tidak, Alfa pikir Yaras terlalu sibuk sampai Yaras tidak sempat memeriksa ponselnya. Maka dari itu Alfa langsung datang kemari dan bertemu keluarga tunangannya.
"Aku nggak mau dengar kata maaf dari kamu lagi." Yaras mengangkat kedua tangan saat Alfa hendak memegangnya. Ia mundur beberapa langkah menghindari lelaki itu. "Jangan pernah ke sini sebelum masalah yang kamu buat udah selesai."
"Masalah yang mana sih, Ras?" tanya Alfa menjilat bawah bibirnya. "Kamu bilang gini seakan itu masalah besar yang nggak