Raka POV
Hari ini adalah hari pertama aku resmi menjadi mahasiswa setelah aku menjalani beratnya masa ospek.
"Hari pertama harus semangat!" Gumamku.
"Kamu yakin udah gak ada yang tertinggal kan, ka?" Tanya Ibuku.
"Sudah, Ma. Semua sudah lengkap." Jawabku.
Dengan perasaan ceria, akupun menghidupkan motorku dan segera tancap gas ke kampus.
***
Author POV
Universitas Gajah Mada...
Di kampus inilah, Raka Ardy Setiawan atau yang kerap disapa Raka kuliah. Kampus elit memang. Tapi berkat kepintarannya, Raka mendapatkan beasiswa untuk mengenyam pendidikan favoritnya disini.
"Megah!" Kagum Raka begitu sampai di kampusnya.
Setelah memarkirkan motornya, Raka pun berjalan masuk menuju ruang loker tempat dimana buku catatannya ditaruh.
BRUK!
"Aduh!" Keluh Raka.
"Eh kena ya? Maaf ya gak sengaja." Ujar Angga.
Raka memandang kesal dengan cowok yang ada di depannya ini.
"Apa? Kenapa liat gue kayak gitu? Gak senang?"
Raka tidak menggubris cibiran dari Angga. Dia berdiri setelah membereskan beberapa bukunya yang jatuh berantakan.
"Ikut gue yuk!"
"Kemana?"
"Udah, lo ikut gue aja dulu. Kita bersenang-senang."
Angga menarik tangan Raka secara paksa untuk ikut dengannya.
***
BUK! BUAK!
"Uakh!"
Terdengar suara kesakitan dari seorang Raka yang dihajar oleh Angga.
"Heh! Gue ingetin ya, lo jangan macam-macam sama gue atau lo bakal lebih parah dari ini." Ancam Angga.
"Gue gak punya salah apa-apa sama lo! Kenapa lo terus gangguin gue?!"
Emosi Angga semakin memuncak mendengar ucapan Raka. Dengan kaki kanannya, diapun menendang perut Raka yang membuatnya memuntahkan darah segar.
"Uakh! Uhuk! Uhuk!"
"Sekali lagi gue peringatkan, kalok lo berani macam-macam sama gue lagi, gue habisin lo!"
Setelah mengancam Raka, Angga pun pergi meninggalkan Raka yang terluka parah.
"Ya Allah, cobaan apa ini? Padahal aku baru senang bisa masuk kampus favorit." Batin Raka.
Raka berusaha berdiri dan berjalan ke kelas dengan tertatih-tatih.
***
EKA POV
Hai, gue Eka! Gue mahasiswa semester 5 di kampus ini. Dan gue, selalu jadi sasaran tembak oleh para cowok akibat wajahku yang oriental dan badanku yang seksi.
Well, gue memang sudah terlahir seksi sih. Jadi ya, wajar kalok para cowok selalu deketin dan berusaha untuk mendapatkan hatiku. Tapi, dari sekian banyaknya cowok, hati gue jatuh pada satu pilihan, yaitu Raka. Dan pucuk dicinta ulam pun tiba. Gue melihatnya berjalan ke arah gue. Tapi ada yang aneh dengannya.
Gue yang iba kepadanya pun mencoba untuk mendekatinya.
"Ka, ya ampun. Kenapa lo bisa sampai begini sih?"
"Oh, kak Eka. Gue gapapa kok. Cuma tadi sedikit tergelincir aja." Jawab Raka.
Gue tahu Raka berbohong.
"Jangan bohong lo sama gue. Lo tahu gue ini lagi khawatirin lo."
"Gue beneran gapapa, kak Eka. Dan terimakasih karena kakak udah khawatir sama gue." Ucap Raka.
Raka pun berjalan pergi meninggalkan gue yang hanya bisa menatap punggungnya tersebut.
***
Author POV
Waktu kuliah yang membosankan bagi para mahasiswa pun berakhir. Seluruh siswa terlihat berhamburan ke arah parkiran.
"Oi bro, kemana hari ini?"
"Gue ada acara keluarga." Jawab Angga.
"Gak asik lo, coy!"
Angga hanya tertawa mendengar ledekan sahabatnya.
"Ya udah, kita cabut dulu ya bro!"
Angga hanya membalas dengan anggukan dan segera melangkahkan kakinya ke arah dimana mobilnya terparkir.
Langkahnya terhenti saat melihat Raka berjalan menuju motornya. Ide iseng kembali muncul di pikirannya. Dia pun mendekati Raka dan berniat untuk mengerjainya.
"Ups! Terima kasih kuncinya ya!"
"Balikin kunci motor gue!" Bentak Raka.
"Balikin tidak ya? Gak deh!" Angga pun melempar kunci motor Raka sejauh mungkin.
"Aduh! Maaf, gue teledor. Jadi hilang kan kuncinya." Cibir Angga.
Raka menghela napasnya dan berjalan pergi meninggalkan Angga untuk mencari kunci motornya.
"Eh, mau kemana lo?! Gue belum puas nih senang-senangnya!" Ucap Angga.
Raka melepaskan genggaman tangan Angga dari pundaknya dan kembali mecari kunci motornya.
"Woi! Lo gak ada sopan-sopannya jadi orang ya! Lo rasain nih bogem mentah gue!"
Disaat Angga hendak melancarkan pukulannya ke arah Raka, mendadak sebuah suara menghentikannya.
"Hentikan!"
Angga menatap ke arah suara tersebut.
"Eka! Ngapain lo?"
"Gue gak suka ya liat lo sok berkuasa di kampus ini!" Bentak Eka.
"Habis bagaimana ya? Enak sih ngerjain murid baru." Cengir Angga.
"Jangan pikir karena lo senior, lo bisa seenaknya terhadap murid baru dong!"
Angga mengernyitkan dahinya. Dia menatap bingung pada Eka sejenak.
"Elo.... Suka ya sama anak baru itu?"
Pertanyaan Angga membuat wajah Eka merona. Dia tidak menyangka bahwa pertanyaan dari Angga bisa tepat sasaran.
"Kalok lo gak jawab, berarti pertanyaan gue tepat. Lo suka sama anak baru yang namanya Raka itu." Ucap Angga.
"Kalok iya gue suka sama dia, lo mau apa? Lo mau ngerjain gue juga?" Eka balas bertanya.
"Oh nggak! Gue gak akan ngerjain lo. Paling besok ya, anak baru itu bakal masuk Headline." Jawab Angga.
Eka hendak melancarkan tamparannya namun dia hentikan karena Rara dan Mia telah memanggilnya.
"Kali ini lo beruntung lolos dari tamparan gue!" Ucap Eka berlalu.
"Ka, Eka. Kenapa sih lo bisa jatuh hati sama cowok yang cuma ngandelin beasiswa kayak dia?" Batin Angga.
Angga pun berjalan ke arah mobilnya sementara Raka masih mencari kunci motornya yang hilang dilempar oleh Angga.
***
Raka POV
Hari sudah malam. Tapi kunci motorku masih belum ketemu.
"Aaarrrggghhhh!!! Sial! Kemana sih benda kecil menyebalkan itu!" Gerutuku.
"Kamu nyariin ini?" Suara tersebut mengalihkan perhatianku.
Akupun memandang ke arah suara tersebut dan WOW! Seorang gadis cantik sedang berdiri di hadapanku dan sedang memegang sebuah benda yang aku cari.
"Permisi? Kamu lagi nyari ini kan?"
"Eh iya! Wah, akhirnya! Terima kasih ya!" Ucapku.
Setelah menyerahkan kunci motorku, gadis tersebut pun berjalan melewatiku tanpa pamit.
"Eh aku belum...."
Gadis tersebut sudah hilang tepat sebelum aku menanyakan namanya. Karena hari memang sudah sangat gelap, akupun memutuskan untuk pulang ke rumah sebelum aku diomelin oleh Ibuku.
***
Author POV
Raka telah sampai di rumahnya. Setelah memarkirkan motornya, Raka pun masuk ke dalam rumahnya dan dia tidak menemui kedua orang tuanya.
"Papa sama Mama kemana?" Gumamnya.
Dia pun memutuskan untuk berjalan ke arah meja makan dimana makanan telah tersedia.
"Siapa yang masak? Papa sama Mama juga kayaknya gak ada di rumah."
Tapi ya rasa lapar mengalahkan rasa penasaran, akhirnya Raka menghabiskan makanan tersebut.
"Ah kenyang! Enak juga nih nasi goreng. Mama jago masak nasi goreng nih." Gumam Raka setelah meneguk habis segelas air putih.
CKLEK!
Terdengar suara pintu dibuka dan....
"Kamu udah pulang, ka?"
"Lho, Papa sama Mama baru sampe rumah? Lah terus yang tadi masak nasi goreng siapa?" Batinnya.
"Kenapa kok pucat gitu wajahnya?"
Suara itu kembali muncul. Dengan perasaan deg-degan, Raka melihat ke arah pemilik suara tersebut dan...
"KAMU!!!"
"Kenapa ka?"
"Gapapa, Pa. Hehe! Tadi itu, aku liat tikus." Jawab Raka asal-asalan.
Raka pun menarik gadis tersebut ke dalam kamarnya.
"Kamu kenapa bisa tau rumahku?" Tanya Raka berbisik.
"Aku juga tahu makanan favoritmu dan aku juga tahu kehidupan sehari-harimu." Balas gadis itu tersenyum.
"Siapa kamu sebenarnya?"
"Aku? Nanti kamu juga tahu sendiri siapa aku."
"Apakah kamu ini, hantu?" Gadis itu mengangguk sambil tersenyum yang membuat wajahnya bertambah anggun.
"Dan mulai sekarang, akulah yang akan menjagamu."
***
TBC