Raya mematut diri di depan cermin. Menatap diri dari ujung rambut hingga ke piyama yang membalut tubuhnya. Setelah itu, ia membuka krim dan memoleskannya pada wajah. Ia juga menepuk-nepuk pipi dengan lembut supaya krim tersebut bisa meresap ke dalam pori-pori wajahnya.
Raya bangkit dan berjalan menuju Ranjang. Netranya menangkap Andra yang masih sibuk dengan laptop di atas sana. Ia pun memilih untuk merebahkan tubuh di samping sang suami. Kini, netranya tidak henti menatap wajah tampan Andra di sampingnya. Sungguh, ia sangat bersyukur memiliki suami yang sangat baik seperti Andra. Raya terkekeh ketika benaknya mengingat saat dua tahun silam jika ia pernah menolak keberadaan Andra hingga sampai membencinya. Ya, mungkin jika bukan karena Bintang yang mengajarinya untuk merubah sikap angkuh,