“Apa Andra tidak akan marah jika kita pergi bersama?" tanya Bintang was-was kepada Raya saat mereka baru saja menaiki sebuah Busway.
Raya telah memaafkan Bintang. Bahkan, beberapa jam yang lalu saat masih di rumah Siska, ia meminta izin kepada Bunga untuk mengajak Bintang ke suatu tempat. Sebab, ia ingin melepaskan rindunya kepada arwah itu sembari mengingat kenangan-kenangan indah bersama laki-laki itu.
Raya menoleh sekilas ke arah Bintang yang tampak begitu khawatir padanya. Lalu ia menyunggingkan senyum kepada arwah itu. “Jangan khawatir," jawabnya singkat. Kemudian, ia pun melangkahkan kaki menuju ke arah dua kursi yang kosong dan duduk di sana. Sementara Bintang memilih duduk di sebelah wanita itu.
Panas terik matahari seakan tidak pernah berhenti menunjukan jati dirinya. Kendati b