BAB 59
Bintang melangkahkam kedua kakinya dengan cepat, lalu bergegas menembus ke dinding dan masuk ke dalam kamar Arsen. Ia sudah tidak sabar untuk menceritakan seluruh temuannya saat di rumah Ravin. Sayangnya, ia ternganga ketika mendapati Arsen yang sedang tertidur pulas. Ia berdecak kesal. Bagaimana bisa laki-laki itu tertidur pulas ketika dirinya sedang mendapatkan tugas untuk mematai-matai? Oh, sunggu sangat menyebalkan! Haruskan ia membangunkan laki-laki itu?
Bintang menoleh sekilas ke arah jam weker yang ada di atas nakas. Pukul dua dini hari. Ia pun mengembuskan napasnya pelan. Baiklah, ia tidak akan membangunkan laki-laki itu. Tentu saja, ia tidak tega. Pasti adiknya itu merasa kelelahan setelah seharian berkerja. Bahkan, Arsen juga rutin mengecek kondisi tubuhnya yang masih