RAVIN mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sebab, dadanya terasa begitu panas akibat dipenuhi oleh amarah.
"Sejujurnya, jika harus ada seseorang yang disalahkan, pria itulah yang harus bertanggung jawab atas semua kekacauan ini. Pria yang telah memerkosa ibumu.”
Kedua tangan Ravin terkepal erat pada setir kemudi seiring dengan dengkus napasnya bergemuruh hebat ketika terngiang ucapan sang ayah mengenai kebenaran atas cerita ibunya. Amarahnya telah memuncak, sehingga ia pun tak menghiraukan nasihat sang ayah saat di lapas tadi. Sebab, tujuannya saat ini adalah untuk menemui dan menghabisi nyawa pria brengsekk itu.
Ravin memarkirkan mobil berwarna hitamnya di baseman gedung Z Entertaiment. Mematikan mesin dan mulai mengamati sebuah lift yang biasa digunakan untuk para karyawan m