"Na, kamu sementara bisa pakai apartemen aku buat tempat tinggal," ucap Arion di mobil. Ana mengangguk lemah berterima kasih. Sudah banyak dia berutang budi dengan Arion. Berulang kali Arion selalu datang menyelamatkan hidupnya.
"Kita ke dalam Mall dulu gapapa ya?"
Arion lalu mengajak Ana masuk ke dalam mall dan mengajaknya untuk berbelanja baju. Di tengah mereka berjalan memasuki mall, Arion mendengar jelas perut Ana yang berbunyi. Arion hanya tersenyum kecil mendengarnya, dia tau Ana kelaparan, tapi rupanya Ana sangat pemalu sampai tidak berani mengatakan bahwa dia kelaparan.
"Aku lapar, kita makan dulu ya," ucap Arion. Seketika Ana berbinar mendengar ucapan Arion. Dia sangat senang ketika Arion akan membeli suatu makanan.
"Iya," ucap Ana tersenyum.
Keduanya menikmati makanan di foodcourt, Ana bersyukur dia beruntung bertemu Arion, jika tidak dia tidak tau bagaimana nasib dia kedepannya.
"Arion, terima kasih karena sudah mau membantu aku, maaf aku terlalu banyak merepotkan, tapi aku tidak memiliki teman selain kamu," ucap Ana. Arion tersenyum mengangguk, sejak awal dia bertemu dengan Ana, dia sudah jatuh cinta, bukan karena dia baik tanpa alasan, tapi dia memang tertarik dengan Ana sejak awal. Gadis lugu yang selalu kebetulan Arion selamatkan.
Setelah makan, Arion mengajak Ana berbelanja baju, meski Ana menolak, Arion tetap memaksa Ana untuk membelikannya baju.