***
Arion menatap kepergian Ana dari ruangannya, sebersit rasa bersalah muncul dalam dirinya, Ana pasti sudah masak banyak bahkan tadi Arion sempat mencium aromanya sangat nikmat, namun Ana belum mengakui kesalahannya, maka semuanya akan tetap seperti ini.
Takut, Arion membiarkan Ana bermanja-manja dan selalu memaafkan semua kesalahannya dia akan menjadi-jadi. Bukannya berlebihan, namun Ana juga harus mengakui kesalahannya kan?
Arion berjalan menuju kamar mandi membasuh wajahnya dan mulai memejamkan matanya, berusaha masuk ke alam mimpi, mungkin jauh lebih baik.
****
Pagi harinya setelah dirinya mandi, Arion langsung ke kantor tanpa memberitahu Ana sama sekali. Bahkan gadis itu baru saja selesai sholat subuh didahului oleh Arion, padahal biasanya mereka itu berjamaah namun beginilah