part 01
"Halo iya Aku udah diuniv." ucap seorang gadis ditelpon. Dia adalah Naishila Alvelline Daliska. Tunangan dari Altheza Zeen Alvaro. Mafia terkenal Dan seorang ceo.
"Iya hari ini hari pertamaku masuk." ucap nya lagi mencoba sabar menghadapi ke cerewetan sang tunangan.
"AKU AKAN MENEMUIMU BESOK." teriak seseorang ditelpon.
"APA." kagetnya menghela nafas sebentar.
"Astaga zeen kau akan menyusulku, sudah ku bilang tidak usah." ucap gadis itu kesal.
"Bagaimana Aku akan membiarkanmu sendirian disana." ucapnya seraya terkekeh.
"Yaya terserah." ucap gadis itu menutup telpon Dan terus memaki orang ditelpon itu.
BRUK
Seorang gadis menabrak seseorang hingga buku yang dia bawa terjatuh. Diapun membereskan buku itu lalu mendongakan kepala menatap siapa orang yang ditabraknya.
Deg
Dia astaga semoga dia tak mengenaliku ucap nya dalam hati Lalu mengatakan kata maaf. Saat dia ingin pergi seseorang yang ditabraknya itu menahan tanganya.
"Tunggu." ucap nya.
"REY DOSENYA DAH MASUK." ucap seseorang berteriak.
"Ah lain kali saja." ucap seseorang yang ditabrak gadis itu menghampiri sang pria Dan wanita tak jauh darinya menatapnya terkejut.
Gadis yang ditatap itu hanya memasang wajah datar lalu kemudian berlalu dari Sana.
"Dia udah kembali." ucap Gavindra terdengar.
"Tapi semuanya sudah berubah." ucap Reynand.
"Termasuk dirinya yang berbeda." ucap Domani sendu.
"Reynand Arsya Arkatama ayah dari anak anaku."gumam gadis itu pelan lalu berlalu semakin menjauh.
" perkenalkan I'm Naishila Alvelline daliska pindahan dari spanyol."ucapnya datar menatap semua mahasiswa didepanya.
Reynand mantan lu tuh
Cantik.
Imut banget dia
Wah cewek so cool anjir
Saingan baru gua nih
Eh gemesin Gila
Neng udah punya pacar
"Sudah diam sekarang Saya Ada rapat dengan dosen lain silahkan kamu duduk." ucap sang dosen Naishila mengabaikanya Dan langsung bergegas menuju tempat duduk.
"Kak Mel..." panggil Naishila pada Melody temanya dulu yang juga adalah mantan dari AbangnyaBang Cakra ya sebelum bang Cakra meninggalkan mereka.
"Heh diam! " sentaknya yang terganggu karena sedang fokus mendengarkan musik.
"Kok lo bisa ada disini." ucap Naishila yang heran Dan diabaikanya lagi. lalu diapun mendengus melihatnya.
*****
"Mba pesanan Saya." ucap Naishila sambil merapikan penampilanya sehabis dari toilet.
"Sebentar ya mba." ucap seorang waiters.
Dia menunggu dekat kasir lalu tiba tiba seseorang menarik Dan memeluknya.
"Domani." ucap Naishila terkejut saat melihat siapa yang memeluknya.
"Ai maafin gue, gue mohon jangan pergi lagi, jangan tinggalin gue lagi, gue gak baik baik aja tanpa lo." ucapnya menangis.
Naishila tidak tau harus berkata apa hingga dia hanya bisa membalas pelukanya Dan menenangkanya yang menangis.
Lalu Naishila melepaskan pelukan itu saat melihat kehadiran kedua anaknya yang berlari.
"Momy." panggil Alcesa anak perempuan Naishila diikuti Alrega yang tertawa.
"Jangan lari My Son My daughter Ada apa sayang kenapa kalian Ada disini." ucap Naishila heran yang tidak tau seseorang menatap heran.
"Uncle Zeen jahat, dia Dan Aga menjaili ku terus." ucapnya dengan wajah jengah. Naishila mencubit pipi Cesa lalu tersenyum sangat tipis hingga tak ada yang menyadarinya tersenyum.
"Benar benar mirip dady mu." ucap Naishila lalu dia baru sadar bahwa Domani belum pergi.
"Ai mereka... Reynand." ucapnya
Deg
"Emm gue.... "
"Jujur sama gue Ai." tegasnya
Naishila menghela nafas lalu memanggil Altheza dari luar.
Terlihat seseorang datang menghampiri sambil menunduk. Lalu menatap Naishila dengan senyumanya. Semua orang terpana melihatnya. Bagaimana tidak, dia dengan jas kemahalanya menambah kesan berwibawa ditambah kulit putih serta rambutnya yang berantakan. Lalu jangan lupakan senyumanya yang tak tertinggal.
"EZA." ucap Naishila kesal.
"Maaf sayang." ucapnya terkekeh karena berhasil membuat gadis itu kesal. Bagaimana tidak dia sengaja membuat Naishila bertemu dengan mereka ditambah dia juga sengaja agar mereka tahu tentang keberadaan Aga Dan Asa. Setelah Naishila berusaha sangat keras untuk menyembunyikanya Dan berada sangat jauh dari mereka.
"Ahh beruntung nya dia tunangan ku."Batinya.
bagaimanapun tindakanya dia selalu melakukan yang terbaik untuknya. Dan gadis itu tidak pernah bisa marah.
"Bawa Cesa Dan Rega Aku Ada urusan sebentar." ucap Naishila berlalu.
Bersambung