part 02
"Lo harus kasih tau Reynand." tegas Domani membuat Naishila menolehkan kepala.
Disini mereka berada diatas gedung cafe dengan pemandangan yang indah disore hari.
"Gue nyembunyiin mereka dari semua masalah rasa sakit luka bahkan dari orang orang." ucap nya masih tenang
"Anak anak gue harus jauh dari semua itu dia harus bahagia Dan jauh dari kesakitan gue." sambungnya melanjutkan.
"Saat kita berempat bertengkar saat itu tujuanya gue Mau kasih tau kalian kalo gue hamil udah 4 minggu." ucap gadis itu. ya dia adalah Naishila dengan senyum tipis dia berusaha mengendalikan perasaannya.
"Kenapa lo gak kasih tau Reynand saat itu kalo aja saat itu... "
"Percuma Dom dia nelpon Aya Dan darisitu gue liat gimana dia keliatan khawatirin Aya Dan gue denger juga dia bahas anak." ucap Naishila dengan miris mengingat bagaimana keadaannya saat itu.
"Saat gue Mau memaksakan untuk memberitahunya apa yang gue dapat?! dia Mau mengakhiri hubungan kami bahkan sebelum Aku memberitahunya." ucap Naishila sedih tertunduk menatap kebawah dengan tangan gemetar memegang pembatas. Sebentar dia melirik Domani yang berada di belakangnya.
Domani mendekatinya pelan menepuk pundaknya dan tersenyum.
"Lo tetep harus kasih tau dia bagaimanapun dia ayahnya, dia berhak tau Dan lo udah jauhin anak dari ayahnya, itu menyakitkan Ai jangan buat Reynand jadi ayah yang jahat dimata anak nya." ucap Domani seraya merangkul pundak Naishila.
"Dia sudah membuang kami." ucap Naishila menatap sahabatnya itu intens. Domani menggelengkan kepala mendengarnya.
"Tidak Ada! bahkan dia gak tau keadaan lo waktu itu. Sebrengseknya dia lo harus tahu dia gak mungkin nelantarin anak nya kalo dia tau lo hamil." ucapnya membalas tatapan Naishila.
"Gue liat dia udah bahagia sama kak Java." ucap Naishila terkekeh.
"Gak nyangka kalo mantan gue udah jadi kakak ipar gue." ucapnya sinis.
"Gue emang belum sepenuhnya ngelupain dia dan maka itu gue perlu waktu. gue juga takut dia ngambil anak gue." adunya.
"Dia punya hak atas anak lo." ucap Domani menatap Naishila dalam.
"Tapi gue ibunya yang berjuang Dom kalian gak tahu gimana susahnya gue mempertahankan Dan berjuang untuk Asa Dan Aga."
"Dia gak bisa merebut anak gue." desisnya
"Dia ayahnya Ai dia punya hak untuk bersama anak nya." ucap Domani lalu mengalihkan pandangan sekilas dan tersenyum sebentar.
"Gue pergi pikirkan baik baik setidaknya dia punya hak untuk tahu keberadaan anak nya."
"Semoga memutuskan yang baik." ucapnya berlalu.
Naishila pun meluruh terduduk Dan menangis dengan tangan menutup wajahku. Dan Altheza yang baru datang melihat itu langsung menghampiri Naishila kemudian merengkuh tubuhnya kedalam dekapanya. Dia menenangkan Naishila dalam pelukanya
"Aku harus apa Eza." lirih gadis itu mendongak menatapnya dengan mata sembab. Altheza mencium kening Gadis itu lalu kembali memeluknya.
"Apapun Aku akan mendukungmu." ucapnya yang membuat gadis itu menangis.
"Aku tidak ingin dia memisahkanku dari Aga Dan Asa. Mereka separuh hidupku semangatku alasan ku masih bertahan." lirih Naishila.
"Hubungan anak Dan ibu lebih kuat mereka tidak akan meninggalkan mu." ucap Altheza mencoba nenenangkan
"Sudah tenanglah semua akan baik baik saja maafkan Aku." lanjutnya yang langsung mengeratkan dekapanya mengusap punggung Naishila Dan mencium puncak kepalanya. Naishila menatap Altheza dalam dan tersenyum dalam diam
Altheza zeen Alvaro kau adalah yang terbaik untuk ku. Itu ucapan Naishila sepenuh hati