Naomi Aisley mengetahui pertunangan Lucas dari layar besar di studio pemotretan. Foto Lucas dan Callista muncul di antara berita mode. Model itu menghentikan penata rias yang sedang menyentuh pipinya.
'Siapa perempuan itu?'
Asistennya membaca keterangan. 'Callista Aurora. Seorang waitress yang pernah menyelamatkan ibu Lucas Dixie.'
Naomi tertawa pendek. Ia mengenal Lucas cukup lama untuk tahu lelaki itu tidak tiba-tiba jatuh cinta kepada pelayan. Empat tahun terakhir, Lucas menolak hubungan serius, tetapi sesekali menghubungi Naomi ketika kesepian serta minuman menumpulkan ingatan Carissa. Mereka tidak pernah menyebutnya cinta.
Malam itu Naomi datang ke kantor Lucas tanpa janji. Ben mencoba menahannya, tetapi Lucas meminta ia masuk setelah mendengar keributan.
'Kau akan menikah?' tanya Naomi sambil meletakkan majalah di meja.
'Itu tertulis jelas.'
'Kau bahkan tidak memberitahuku.'
'Aku tidak memiliki kewajiban memberi laporan.'
Naomi mendekat. 'Kita bertemu dua minggu lalu.'
'Dan tidak ada janji di antara kita.'
'Sekarang ada janji dengan perempuan itu?'
Lucas menutup berkas. 'Enam bulan pertama pernikahan kami eksklusif. Hubungan kita berhenti.'
Naomi menyipitkan mata. 'Enam bulan? Jadi setelah itu kau kembali?'
'Jangan menunggu.'
Jawaban itu melukai harga dirinya. Naomi terbiasa menjadi perempuan yang dipilih masuk ketika Lucas menutup dunia. Ia tidak menerima cinta, tetapi memperoleh akses yang tidak dimiliki orang lain. Kini seorang gadis asing mendapat cincin.
'Kau tidak mencintainya.'
'Bukan urusanmu.'
'Kau masih memakai cincin Carissa.'
Lucas memandang cincin pernikahan lama di tangannya. Cincin pertunangan Callista telah dibeli, tetapi dirinya belum melepas simbol Carissa. Ia membenci Naomi karena menunjuk kontradiksi itu.
'Pergilah,' katanya.
Naomi meraih jasnya dan menciumnya mendadak. Lucas mendorong bahunya, tidak kasar tetapi tegas.
'Jangan lakukan lagi.'
'Dulu kau tidak keberatan.'
'Dulu aku belum bertunangan.'
Naomi keluar dengan marah. Ben melihatnya pergi, lalu masuk setelah mengetuk.
'Apakah saya perlu menambahkan namanya pada daftar akses terbatas?'
'Ya. Ia tidak boleh masuk tanpa persetujuanku.'
Ben mencatat. 'Apakah Nona Callista perlu diberi tahu?'
Lucas menatapnya tajam. 'Tidak terjadi apa-apa.'
'Perjanjian Anda meminta keterbukaan mengenai hubungan yang dapat berdampak pada reputasi.'
'Naomi adalah masa lalu.'
Ben tidak membantah, tetapi ekspresinya membuat Lucas tidak nyaman. Ia telah berjanji tidak berbohong. Menyembunyikan kedatangan Naomi mungkin bukan kebohongan langsung, namun jelas bukan keterbukaan.
Di sisi lain kota, Callista mengikuti pengukuran gaun bersama Lucia dan Audi. Ketika nama Naomi muncul di layar ponsel Lucia, gadis itu segera mematikan notifikasi.
'Ada apa?' tanya Callista.
'Tidak penting.'
'Lucia.'
Lucia menghela napas. Naomi mengirim pesan menanyakan alamat pesta pertunangan keluarga. 'Dia teman lama. Aku tidak menyukainya.'
'Apa hubungannya dengan Lucas?'
Lucia terlalu lama diam. Audi berhenti memeriksa kain.
'Aku tidak tahu semua detail,' ujar Lucia akhirnya. 'Naomi sering berada di sekitar Lucas setelah Carissa meninggal. Mereka kadang menghadiri acara bersama, tapi Lucas tidak pernah mengaku punya pasangan.'
Callista mengingat perempuan di butik dan cara Lucia segera mengajaknya pergi. 'Apakah mereka tidur bersama?'
'Callista, aku benar-benar tidak tahu.'
Jawaban itu cukup membuat perut Callista mengeras. Ia meminta Lucia tidak menyembunyikan pesan lain demi melindungi pertunangan.
'Aku takut kau mundur,' kata Lucia.
'Kalau satu informasi membuatku mundur, berarti aku memang perlu mengetahuinya sebelum menikah.'
Callista mengirim pesan kepada Lucas: Kita perlu membicarakan Naomi.
Balasan datang satu jam kemudian: Besok malam. Bukan melalui pesan.
Callista tidak tidur nyenyak. Saat bertemu di ruang duduk kediaman Dixie, Lucas menutup pintu dan mengatakan Naomi pernah menjadi hubungan fisik tanpa komitmen. Ia tidak memberi rincian.
'Kapan terakhir kali?'
'Dua minggu sebelum pertunangan.'
Callista menelan nyeri. 'Apakah kau menemuinya setelah kita menandatangani?'
'Dia datang ke kantor kemarin. Aku mengakhiri semuanya.'
'Mengapa aku harus bertanya dulu untuk mendengar itu?'
'Karena tidak ada yang terjadi.'
'Dia datang karena merasa memiliki tempat dalam hidupmu. Itu berdampak pada pernikahan kita.'
Lucas berdiri dengan wajah keras. 'Aku sudah memutus aksesnya.'
'Dan bila enam bulan berakhir?'
'Kita meninjau perjanjian.'
Callista merasa seperti sedang menegosiasikan tanggal kedaluwarsa kesetiaan. 'Aku tidak akan menikah bila kau sudah merencanakan pintu kembali kepadanya.'
'Aku tidak merencanakan apa pun dengan Naomi.'
'Kalau begitu katakan kepadanya secara tertulis bahwa hubungan selesai, bukan ditunda. Salin pesannya kepadaku.'
Lucas menatap Callista, tersinggung karena diminta membuktikan. Namun ia mengambil ponsel dan menulis: Pertunanganku mengakhiri hubungan kita. Jangan datang ke kantor atau rumah tanpa undangan. Tidak ada janji untuk memulai kembali.
Ia menunjukkan sebelum mengirim. Callista mengangguk. Beberapa detik kemudian Naomi membalas: Kita lihat berapa lama gadis itu bertahan hidup bersama hantumu.
Lucas mematikan layar. Nama Carissa tidak disebut, tetapi keduanya tahu hantu siapa yang dimaksud.
'Aku tidak akan bersaing dengan Naomi,' kata Callista. 'Aku juga tidak bisa terus bersaing dengan Carissa.'
'Tidak ada yang memintamu menggantikannya.'
'Tetapi semua tempat di hatimu masih diberi namanya.'
Lucas tidak menjawab. Callista pulang dengan cincin masih terpasang, namun kehangatan pertunangan telah hilang. Naomi mungkin sudah dikeluarkan dari pintu, tetapi perempuan itu mengetahui sesuatu yang baru mulai dipahami Callista: pernikahan mereka bukan hanya dihuni dua orang.
Di apartemennya, Naomi membaca pesan Lucas berkali-kali. Kemarahan berubah menjadi senyum tipis. Ia tidak percaya sebuah kontrak dan waitress dapat menutup pintu yang selama bertahun-tahun terbuka untuknya.
'Enam bulan,' gumamnya. 'Kita lihat siapa yang lebih dahulu menyerah.'
Ben menerima pemberitahuan bahwa Naomi mencoba menghubungi Lucas melalui nomor pribadi seorang direktur. Ia memperbarui daftar akses dan menyimpan catatan, tetapi tidak memberi tim keamanan kewenangan mengikuti Naomi di luar properti Dixie. Batas keamanan tidak boleh berubah menjadi pembalasan.
Lucas mengirim salinan catatan itu kepada Evelyn dan Callista sesuai klausul keterbukaan. Callista membalas bahwa dirinya telah menerima, tanpa ucapan terima kasih karena transparansi merupakan kewajiban yang disepakati.
Amanda mengetahui sebagian masalah dan ingin menelepon Naomi. Callista melarangnya. 'Jika Lucas mengakhiri hubungan itu, Lucas yang harus menjaga batasnya. Kita tidak menjadikan dua perempuan bertarung untuk menyelesaikan keputusan seorang lelaki.'
Lucas mendengar kalimat tersebut dari pintu. Untuk pertama kalinya ia memahami Callista tidak sedang berusaha memenangkan dirinya dari Naomi. Callista sedang menilai apakah Lucas cukup dewasa menutup masa lalu yang ia sendiri biarkan terbuka.