Sebelum pengumuman pertunangan, Callista menemui Dave untuk mengakhiri pekerjaan di penthouse dengan serah terima yang jelas. Ia ingin pekerjaan dan rencana keluarga Dixie tidak terus bercampur. Dave menerima pengunduran dirinya, menyelesaikan upah, lalu meminta pengganti datang belajar sebelum hari terakhir. Callista tidak kembali menjadi waitress di restoran Dave begitu saja.
Audi telah menerima pekerjaan koki di sebuah kafe lain. Ia memberi tahu ada lowongan layanan pelanggan, dan Callista melamar melalui manajernya sendiri. Setelah diterima, ia menyelesaikan serah terima dengan Dave dan mulai bekerja bersama Audi di tempat baru. Penghasilannya lebih kecil, tetapi jadwal serta tugasnya jelas. Ia menghentikan jasa laundry sampingan setelah menyelesaikan pesanan yang sudah diterima.
Callista juga membawa kuitansi penagihan pamannya kepada Evelyn. Pengacara itu meminta dokumen pinjaman asli, mencatat pembayaran yang sudah dilakukan, dan menangani bantahan melalui jalur tertulis. Callista tidak ingin perkawinan membuat persoalan itu menghilang tanpa pernah diperiksa.
Berita pertunangan belum diumumkan, tetapi cincin biru di jari Callista sulit disembunyikan. Audi melihatnya saat mereka bersiap membuka kafe dan langsung memeluk Callista, meski sebelumnya menjadi orang yang paling keras mengingatkan.
'Aku tetap takut kau membuat kesalahan,' katanya. 'Tapi aku akan berdiri di sampingmu selama kau masih bisa mendengar ketika aku berkata lari.'
Callista tertawa kecil. 'Aku belum pindah ke istana. Aku masih punya sif pagi.'
Manajer kafe berbeda pendapat. Ia memanggil Callista ke kantor setelah menerima telepon dari seorang wartawan yang menanyakan hubungannya dengan Lucas Dixie. Belum ada berita, tetapi foto pesta yang memperlihatkan Lucas menggandeng Callista telah beredar di kalangan sosial.
'Kau membawa perhatian yang tidak kita butuhkan,' ujar sang manajer. 'Pelanggan datang untuk makan, bukan melihat calon nyonya kaya.'
'Saya tidak pernah membicarakan kehidupan pribadi saat bekerja.'
'Tetapi wartawan menelepon saluran bisnis.'
Callista meminta kebijakan tertulis. Tidak ada aturan yang melarang pegawai memiliki hubungan terkenal. Manajer akhirnya tidak memecat, tetapi memindahkannya ke sif belakang dengan alasan keamanan.
Callista menghubungi Evelyn, bukan Lucas. Pengacara tersebut mengatakan perubahan tugas dapat dipersoalkan bila menurunkan pendapatan. Callista lebih dulu berbicara kembali dengan manajer dan menyepakati jadwal sementara sampai pengumuman resmi serta pengamanan dasar dibuat.
Lucas mengetahui dari Ben. Ia datang ke kafe sore itu dengan dua petugas keamanan berpakaian gelap. Pelanggan langsung menoleh. Callista menariknya ke lorong belakang.
'Kau justru membuat keadaan lebih buruk.'
'Ada wartawan yang menghubungi tempat ini.'
'Telepon bukan serangan.'
'Namamu akan muncul setelah pengumuman. Kau tidak dapat tetap melayani meja tanpa perlindungan.'
'Aku dapat menentukan risiko pekerjaanku bersama manajer. Jangan mengubah tempat kerjaku tanpa bicara.'
Lucas terlihat kesal. 'Jika sesuatu terjadi, ibuku akan menyalahkanku.'
'Lalu kau melindungiku karena ibumu?'
Pertanyaan itu membuatnya diam. Callista menyesal berharap jawaban lain, tetapi tidak menarik kata-katanya.
'Aku bertanggung jawab atas dampak namaku,' jawab Lucas akhirnya.
'Kalau begitu tanyakan apa yang kubutuhkan.'
Callista meminta satu petugas berada di luar, tidak mengikuti di dalam, dan hanya selama ada risiko media. Lucas setuju setelah memeriksa akses belakang. Ia tidak membeli kafe atau menyuruh manajer mengubah jadwal.
Hari itu Sean datang untuk mengambil kopi. Ia melihat cincin dan berhenti. Callista mengajaknya duduk ketika waktu istirahat.
'Jadi kau memilihnya,' kata Sean.
'Ya.'
'Apakah dia memilihmu?'
Callista tidak berbohong. 'Dia memilih menikah demi ibunya. Aku adalah pilihan ibunya.'
Sean menunduk. 'Kau pantas menjadi pilihan seseorang, bukan nama yang diberikan kepadanya.'
'Aku tahu. Mungkin aku akan menyesali ini.'
'Aku berharap tidak.'
Sean mengucapkan selamat tanpa menawarkan menunggu. Ia berkata akan menjaga jarak karena menghormati dirinya sendiri. Callista sedih kehilangan kemungkinan persahabatan, tetapi menerima batas itu. Ia tidak berhak menyimpan Sean sebagai tempat mendarat bila Lucas melukainya.
Di kediaman Dixie, Amanda sudah membuat daftar tamu berjumlah lima ratus orang. Callista memandang kertas itu seperti daftar penduduk kota. Ia menginginkan upacara kecil, sedangkan Lucas tidak peduli selama media terkontrol.
'Lima ratus terlalu banyak,' kata Callista.
'Keluarga kita memiliki banyak relasi,' jawab Amanda. 'Pernikahan Lucas akan menjadi berita besar.'
'Pernikahan kami bukan konferensi bisnis.'
Lucas yang baru memasuki ruang makan mendengar. 'Sebagian tamu diperlukan untuk hubungan perusahaan.'
'Kalau begitu adakan resepsi bisnis terpisah. Aku tidak mau mengucapkan janji di depan orang yang hanya ingin melihat apakah aku cukup pantas untukmu.'
Lucia mendukung Callista. Dave mengusulkan upacara keluarga dan resepsi besar seminggu kemudian. Amanda kecewa, tetapi dokter telah menasihatinya mengurangi stres. Ia akhirnya menerima dua acara.
Callista juga menolak gaun yang dipilih penata keluarga tanpa dirinya. Ia mengajak Audi dan Lucia ke butik lain serta membayar bagian yang mampu ia tanggung. Amanda boleh memberi hadiah, tetapi semua biaya tercatat agar tidak digunakan sebagai alasan mengendalikan.
Lucas menganggap pencatatan itu berlebihan. Callista menunjukkan kontrak yang dibacanya dengan teliti. 'Aku tidak mau suatu hari seseorang mengatakan seluruh hidupku dibeli keluarga Dixie.'
'Orang akan mengatakan apa pun.'
'Aku perlu tahu apa yang benar, bahkan bila mereka tetap bicara.'
Pengumuman resmi dilakukan melalui foto sederhana. Callista memakai pakaian miliknya, bukan gaun desainer, dan Lucas berdiri di samping tanpa merangkul. Tim komunikasi meminta mereka berpegangan tangan. Callista bertanya kepada Lucas apakah ia bersedia. Lucas mengulurkan tangan, dan ia menerima.
Kilatan kamera berlangsung beberapa menit. Pertanyaan segera berubah ke asal-usul Callista, pekerjaannya, dan apakah ia hamil. Lucas menghentikan konferensi ketika wartawan terus mendesak.
'Pertunangan ini tidak memberi hak menanyakan tubuh Callista,' katanya.
Kalimat itu menyebar lebih cepat daripada foto cincin. Sebagian media menyebut Lucas protektif, seolah satu ucapan membuktikan cinta. Callista tahu kenyataannya lebih rumit. Ia berterima kasih di mobil.
'Pertanyaannya tidak pantas,' jawab Lucas. 'Aku tidak sedang bersikap romantis.'
'Aku tidak bilang romantis.'
Lucas menatap jendela. Callista melihat telinganya sedikit merah dan menyimpan pengamatan itu untuk dirinya sendiri.
Keesokan pagi, Callista kembali ke kafe. Beberapa pelanggan memotret, tetapi ia tetap mengambil pesanan. Petugas berada di luar. Manajer mengembalikan sifnya setelah aturan foto diperjelas.
Cincin biru berkilau saat Callista membawa nampan. Menjadi tunangan Lucas tidak membuat kopi lebih ringan atau pelanggan lebih sopan. Justru rutinitas itu mengingatkannya bahwa dirinya masih memiliki hidup yang tidak dimulai dan berakhir pada nama Dixie.
Pada akhir sif, manajer menyerahkan aturan sementara tentang media. Tidak ada wawancara di dalam kafe, foto staf memerlukan izin, dan keamanan tidak boleh menghalangi pelanggan. Aturan itu berlaku bagi semua orang terkenal, bukan hanya Callista.
Lucas mengirim kendaraan untuk menjemput tanpa bertanya. Callista memilih kereta dan meminta Ben membatalkan. Ia tidak menolak setiap bantuan demi membuktikan kemandirian, tetapi bantuan harus menjawab kebutuhan, bukan kecemasan Lucas.
Ketika sampai apartemen, Callista membuka salinan kontrak dan mencatat kejadian hari itu. Bukan untuk menghitung kesalahan calon suaminya, melainkan memastikan batas yang mereka sepakati memiliki arti dalam kehidupan nyata. Pernikahan belum dimulai, tetapi latihan mempertahankan dirinya sudah berlangsung.