Pada pemeriksaan anatomi minggu kedua puluh, dokter memeriksa jantung, otak, tulang belakang, tangan, dan kaki bayi. Lucas menahan pertanyaan sampai dokter selesai. Callista memilih melihat layar, tetapi meminta penjelasan setiap kali gambar berubah.
Hasilnya sesuai perkembangan. Letak plasenta perlu dipantau karena masih rendah, sesuatu yang sering berubah seiring kehamilan. Dokter melarang mereka menganggap hasil hari itu jaminan atau masalah pasti.
Lucas ingin mencari spesialis segera. Callista setuju konsultasi hanya jika dokter kandungan merekomendasikan. Mereka menjadwalkan pemeriksaan ulang tanpa membatalkan seluruh hidup.
Di rumah, gerakan pertama terasa seperti gelembung kecil. Callista menunggu dua hari sebelum yakin. Ketika Lucas meletakkan tangan, bayi berhenti bergerak.
'Dia sudah belajar mengabaikanku,' katanya.
'Kemampuan keluarga yang penting,' jawab Callista.
Beberapa malam kemudian Lucas akhirnya merasakan satu tendangan. Wajahnya berubah menjadi bahagia yang begitu terbuka hingga Callista mencium pipinya. Ia tidak memanggil Amanda tengah malam. Kabar itu boleh tinggal di antara mereka.
Rumor publik semakin sulit dihindari. Seorang fotografer mengambil gambar Callista saat acara buku dan judul berita menyatakan calon pewaris perempuan telah dikonfirmasi. Common Line Group kembali menerima pertanyaan tentang suksesi meski Lucas tidak lagi memimpin.
Maya mengeluarkan pernyataan tata kelola: tidak ada jalur warisan keluarga menuju jabatan dan kehamilan mantan CEO tidak relevan bagi perusahaan. Callista menghargai ketegasan itu tanpa perlu menyetujui setiap kata.
Ia dan Lucas kemudian mengonfirmasi kehamilan melalui satu pesan tertulis. Mereka mengatakan keluarga sedang menantikan seorang anak, meminta privasi, dan tidak akan memberi pembaruan medis rutin. Tidak ada foto pemeriksaan atau perkiraan nilai warisan.
Wartawan tetap memakai kata pewaris. Callista menjawab satu kali dalam acara Safe Service.
'Anak kami akan mewarisi hak memilih hidupnya, bukan jabatan,' katanya. 'Pertanyaan berikutnya harus tentang buku atau pekerjaan.'
Di rumah, mereka membahas nama keluarga. Lucas berasumsi anak memakai Dixie sampai Callista mengingatkan kesepakatan lama.
'Aurora juga namaku,' katanya.
'Aku tidak menolak Aurora.'
'Kau hanya tidak memikirkannya.'
Mereka mencoba kombinasi Aurora-Dixie dan Dixie-Aurora, lalu mempertimbangkan satu nama keluarga untuk urusan praktis. Tidak ada keputusan malam itu. Lucas menyadari betapa mudah tradisi bekerja sebagai keputusan tanpa percakapan.
Nama depan juga sulit. Amanda memberikan buku kosong berisi daftar yang tidak ia tunjukkan. Lucia menyarankan tidak memakai nama siapa pun yang meninggal. Callista setuju anak tidak harus membawa memorial dalam setiap perkenalan.
Mereka memilih memanggil bayi dengan sebutan Kecil selama kehamilan. Nama final akan diputuskan setelah lahir bila perlu. Tidak ada monogram dipesan.
Kamar ketiga di rumah selama ini menjadi ruang tamu serta penyimpanan. Lucas ingin merenovasi penuh. Callista meminta mereka mulai dengan kebutuhan dasar. Mereka membeli tempat tidur bayi yang memenuhi standar, meja ganti bekas dari Rina setelah diperiksa, dan kursi baca dari rumah lama Dixie.
Kursi itu pernah dipakai Lucas mengenang Carissa. Ia bertanya apakah membawanya ke kamar bayi mencampur masa lalu.
'Benda boleh memiliki lebih dari satu kehidupan,' kata Callista. 'Kalau kau dapat duduk di sana tanpa meminta anak kita menjadi siapa pun.'
Lucas mengampelas kursi dan memperbaiki kakinya. Ia tidak mengecatnya dengan warna yang diasumsikan untuk perempuan.
Pembagian perawatan ditulis lebih rinci. Lucas mengambil cuti dari seminar dan arsip selama empat bulan pertama, meski pekerjaannya sekarang fleksibel. Callista tidak menetapkan tanggal kembali. Mereka mewawancarai pendamping pascapersalinan dan pengasuh untuk beberapa jam, dengan kontrak, upah lembur, cuti, serta batas kamera.
'Orang akan bilang kita kaya dan terlalu merencanakan,' kata Lucas.
'Kita memang kaya. Rencana bukan masalah selama pekerja perawatan punya hak dan kita tidak mengira uang menggantikan kehadiran.'
Mereka mengikuti kelas persiapan kelahiran bersama pasangan lain. Lucas memperkenalkan diri hanya dengan nama depan. Seorang peserta mengenalinya tetapi tidak meminta foto. Instruktur membahas persalinan yang dapat berubah, operasi, manajemen nyeri, menyusui, susu formula, serta kesehatan mental.
Lucas menulis semua seolah ujian. Callista mengambil pulpennya ketika ia mulai mencatat target menyusui.
'Tubuhku bukan indikator kinerja,' katanya.
Instruktur tertawa. 'Itu kalimat yang baik untuk ditempel di ruang bayi.'
Rencana kelahiran mereka berisi preferensi, bukan perintah hasil. Callista ingin penjelasan sebelum tindakan bila keadaan memungkinkan, Lucas sebagai pendamping, dan Lucia sebagai cadangan. Amanda tidak berada di ruang bersalin kecuali diminta. Dalam keadaan darurat, dokter mengutamakan keselamatan Callista dan bayi berdasarkan persetujuan yang dapat diperoleh.
Saat mengunjungi ruang bersalin, rumah sakit menawarkan pintu privat karena perhatian media. Callista menerima perlindungan identitas dalam daftar pasien, tetapi menolak menutup satu koridor untuk dirinya. Tim keamanan Lucas menyusun posisi di luar unit dan tunduk pada kepala perawat. Tidak seorang pengawal boleh menghalangi keluarga pasien lain atau masuk ruang medis tanpa izin Callista.
Mereka juga membuat daftar pengunjung kosong. Kehadiran setelah kelahiran akan diputuskan berdasarkan kondisi, bukan urutan keluarga. Amanda sempat kecewa, lalu menuliskan pesan bahwa dirinya siap menunggu. Lucia menyimpan tas cadangan tanpa menganggap hal itu tiket masuk.
Lucas membuat surat kuasa medis terpisah bersama Callista. Pengalaman Amanda membantu mereka membicarakan kemungkinan menakutkan tanpa menganggapnya ramalan. Callista menunjuk Lucia sebagai cadangan bila Lucas terlalu terpengaruh untuk mengikuti keinginannya. Lucas menerima tanpa menganggap posisi kedua sebagai penghinaan.
Pada pemeriksaan ulang, letak plasenta telah bergerak menjauh dari jalur lahir. Tidak ada pembatasan baru. Callista menarik napas lega, lalu meminta dokter tetap menjelaskan tanda bahaya yang perlu diketahui.
Malam itu mereka memasang rak kecil di kamar Kecil. Lucas salah mengukur dan membuat dua lubang tambahan. Callista menolak memanggil tukang hanya untuk menyembunyikan kesalahan. Mereka menutup lubang dengan dempul dan tertawa.
Bayi menendang saat mereka berdiri di tengah ruangan yang belum selesai. Ia belum mengenal nama Dixie, Aurora, kekayaan, luka lama, atau harapan publik. Ia juga belum menjadi milik dalam arti seseorang berhak menentukan seluruh masa depannya.
Lucas berlutut dan bertanya kepada Callista sebelum mencium perutnya. Ketika diizinkan, ia berkata pelan, 'Kami menunggumu. Kau tidak harus menjadi siapa pun selain dirimu.'
Callista meletakkan tangan di rambutnya. Janji itu akan sulit ditepati dan perlu diperbarui setelah anak dapat berbicara, menolak, serta memilih. Untuk malam tersebut, janji itu cukup: bukan pewaris yang datang menyelamatkan nama, melainkan manusia baru yang akan mereka sambut tanpa mengunci pintunya.