Adit, Shaka, Timo
Ketiga orang yang dipersatukan dalam satu perkerjaan; meskipun kadang-kadang mereka suka berdebat. Tapi, kalau soal kerjaan mereka profesional. Kini mereka tengah break dari pekerjaan yang membuat kepala mereka ingin pecah. Mereka berdua sedang berada di kafe yang ada di dalam gedung wisma Sejahtera.
"Adit lo jomblo udah berapa lama?"obrolan mereka berdua pun dimulai dengan pertanyaan soal status. Pertanyaan itu dilontarkan oleh Shaka; memang terkadang yang single suka tidak mengaca pada diri sendiri.
"Satu tahun."
"Bohong banget."
Hal ini yang tidak di sukai oleh Adit. Shaka selalu memancing emosinya. Tapi, untuk kali ini ia harus sabar menghadapi Shaka. "Lo gak percaya?"
Memang benar kalau Adit baru menjomblo satu tahun. Ia putus dengan pacarnya yang terakhir pada Januari tahun lalu.
"No picture, hoax!"
Timo di sini yang paling tidak suka berdebat dan lebih memilih netral, "gak boleh berburuk sangka, Ka. Alasan Lo nggak percaya kalau Adit pernah punya pacar. Apa?"
"Pertama, dia tipe orang yang nggak bisa deketin cewek. Kedua, dia nggak ganteng-ganteng amat, ketiga, dia terlalu sayang sama game nya." kata Shaka dengan santai.
Adit pun yang sedari tadi berusaha sabar pun kini membela dirinya. Ia mengeluarkan ponselnya ia menunjukkan fotonya bersama sang kekasih foto itu di ambil saat mereka photo box. "Ini foto mantan gue dan gue. Jelas kan gue nggak ngebohong?" Ekspresi Shaka pun berubah menahan malu karena ia sudah berburuk sangka dengan Adit. "Sekarang gue tanya balik. Kapan terakhir kali lo pacaran?"
Shaka meskipun ia di kenal sebagai seorang playboy. Akan tetapi, sebenarnya Shaka adalah tipe laki-laki yang susah untuk jatuh cinta.