Fida datang ke kantor hari lebih pagi dari biasanya karena ia ingin mengantar kotak bekal (sarapan bukan makan siang) untuk kekasihnya. Ia sampai di kantor pada pukul 06:30. Fida tahu kalau di kantor Timo belum ada orang, tapi di sana sudah ada pak Theo jadi ia bisa menitipkan kotak bekal berisi sandwich daging dan satu kotak s**u.
"Pagi pak Theo!" sapa Fida kepada pak Theo yang sedang membersihkan meja meja kerja para karyawan.
"Pagi," pak Theo tersenyum. "Mau cari mas Timo ya?"
"Nggak pak."
"Lalu?" tanya pak Theo.
Fida menunjukkan paper bag nya yang berisi kotak bekal untuk Timo. "Saya mau titip ini buat Timo, pak. Nanti tolong titip ya, kasih ke Timo bilangin suruh dihabisin."
"Siap mbak Fida." pak Theo mengamb paper bag dari tangan Fida. "Mas Shaka nggak pulang noh mba, dia lagi tidur di mejanya."
"Oh iya?"
"Liat aja mba di mejanya. Bangunin aja kalo perlu suruh pindah tempat, tidur di mushola gitu. Saya bangunin gak bangun-bangun. Leher pasti pegel itu tidur telungkup di atas meja." kata.
Fida pun langsung bergegas berjalan ke arah meja Shaka, dan ia benar Shaka sedang tertidur telungkup di sana dengan jaket hodienya yang menutupi wajahnya
Fida membangunkan Shaka dengan pelan, "Shaka! Ka ini gue Fida."
Pak Theo selesai mengelap meja kerja lalu menghampiri Fida lagi yang berada di meja kerja Shaka. "Kebo banget yah mas Shaka."
Fida mengangguk menyetujui apa yang diucapkan oleh pak Theo.
"Mba Fida saya tinggal ke pantry dulu ya."
"Iya pak."
Pak Theo pun pergi meninggalkan Fida yang masih berusaha untuk membangunkan Shaka. "Ka, bangun Ka!" Fida menggoyang-goyangkan tubuh Shaka.
Setelah percobaan ke empat kali Shaka pun terbangun ia menonjokkan tangannya ke langit sambil menguap. Saat matanya sudah terbuka dengan sempurna ia kaget melihat Fida sudah ada di depannya dengan senyumannya yang manis. "Fida ngapain lo di sini?"