Moment Pertama Kali Fida Bertemu Dengan Devin
Devin adik satu-satunya Timo yang masih berumur tujuh tahun, harus menderita penyakit yang mematikan. Tidak hanya itu bocah laki-laki diharuskan meminum obat yang dosisnya tinggi, efek kemoterapi yang luar biasa tidak enaknya. Devin diharuskan berjuang untuk melawan penyakitnya, Devin anak yang kuat. Itulah penilaian pertama Fida saat—pertama kali ia bertemu dengan Devin.
Fida bertemu dengan Devin di rumah sakit pada saat itu Timo memberitahu dirinya bahwa Devin baru selesai menjalankan kemoterapi. Sebelum ke rumah sakit, Fida menyempatkan diri untuk pergi toko buah untuk membawakan buah segar untuk bisa dimakan oleh Devin.
Kata Timo Devin agak susah disuruh minum obat kalau abis kemoterapi; jadi ia diminta Timo untuk bisa merayu Devin supaya mau minum obat, dan memberikan semangat supaya Devin bisa lekas sembuh.
Fida masuk ke dalam mobil ia menaruh barang bawaan untuk Devin ke kursi penumpang. "Maaf ya aku jadi minta kamu jemput, padahal kamu lagi jagain Devin."
Sebenarnya Fida tidak ingin dijemput oleh Timo, tapi Timo memaksanya. Fida tahu Timo di rumah sakit hanya sendirian. Papa dan mama nya sedang ada busnis trip ke Singapore dan Hongkong.
"Belum lebarang sayang. Kenapa minta maaf?"
"Iya aku nggak enak sama kamu." Fida memakai seat belt nya. "Kamu jemput aku. Padahal di rumah sakit kamu sendirian. Kasihan Devin."
"Ada suster sayang."
"Kamu mah suka menggampangkan sesuatu."
Timo hanya terkekeh lalu. Mobil melaju ke arah jalan raya—syukurlah ini weekend jadi jalanan tidak terlalu ramai.
"Kamu ada fresh care nggak?"
Timo tahu kalau misalnya Fida kalau naik mobil selalu minta fresh care. Kekasih itu memang suka mabuk perjalanan kalau naik mobil. Timo mengambil fresh care yang selalu ia sediakan di dashboard mobil, dan memberikannya kepada Fida. "Omong-omong kamu udah sarapan belum?"