Burung-burung berkicau dengan suka cita, dedaunan bergoyang mengikuti arah angin dan Mentari sedang terik-teriknya. bukannya terganggu, anne malah membiarkan tanganya menjulang ke atas seolah mencoba meraih cahaya matahari.
Layaknya anak kecil yang baru pertama kali melihat cahaya terang dari langit, anne malah tetap menatap lagit terang walaupun matanya menjadi menyipit karena terik matahari menyengat penglihatannya.
“berhentilah bertingkah bodoh ibunda ratu. Udara dan cahaya bukanlah sesuatu yang bisa kau sentuh” Ujar darka yang baru saja mengusik Anne dari apa yang sedang dia lakukan.
“aku memang bodoh tapi inilah caraku bersenang-senang” balas Anne santai malah merebahkan dirinya di rerumputan yang tebal.
“cih” decih Darka sebagai malasan dari ucapan Anne.
“kemarilah dan ikut berbaring denganku” panggil Anne tanpa harus menggubah posisi kepalanya dan menatap Darka.
“tidak” Ucap Darka galak dan memaksa anne untuk bangkit dari posisinya berbaring di atas rumput dan terus membiarkan tangannya menjulang ke udara.
Anne tidak menggubris bahkan menghempaskan tangan Darka dengan cara kasar. Di perlakukan seperti itu, Darka menatap Anne intens dengan wajah datarnya dan tidak lupa bersidekap tetapi tetap menatap Anne dengan intens layaknya pemburu yang siap membunuh buruannya.
“Kenapa anda sangat sulit di beritahu Ibunda ratu. Sebentar lagi anda memiliki tugas kerajaan dan asisten sudah mempersiapkan semuanya tapi anda tidak juga beranjak dari tempat ini” Kata darka galak.
“aku akan menurutimu jika kau menurutiku” tutur Anne Lebih galaK lagi.
“apa?”
“berbaringlah dan lakukan apa yang ku lakukan” jelas Anne
“tidak” tolak Darka lagi.
“Ayolah, aku akan mengajarimu cara manusia biasa sepertiku menikmati hidup dan akan ku kerjakan tugasku sebagai ratu di kerajaan kalian”
“apa maksud anda dengan kerajaan kalian. Kerajaan ini juga sudah menjadi milik anda” bantah Darka.
“Aku tidak pernah menganggap ini rumah. di tempatku, rumah adalah tempat aman di mana ada keluarga yang menjadi penyemangat hidup tapi bersama kalian aku bahkan tidak punya pilihan untuk hidup atau matiku”
“berhentilah berkata bodoh ibunda ratu. Anda bukan seorang bayi yang harus di didik dari awal”
“terserah kau” balas Anne tetap acuh lalu meletakkan tangan kanannya untuk menutupi mata dan berusaha agar bisa tertidur.
“apa sih bagusnya bangsa kalian yang lemah itu?”
“kami memang lemah tapi kami tahu caranya bersenang-senang bukan seperti bangsamu yang tahunya cuman bertarung dan menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan semua masalah bahkan orangtua pun tidak di hargai di tempat ini” balas Anne mulai ikut terpancing dengan ucapan Darka hingga membuatnya marah.
Benar kata Michael jika Anne bukanlah orang yang taat dengan peraturan dan jika sikap keras kepala yang Anne tunjukkan maka tidak seorang pun yang bisa mengubah keputusan Anne.
Anne mulai mengakui keberadaan Faula dan jujurnya itu yang membuat karakter Anne menjadi berubah drastic di banding ketika pertama kali mendatangi kerajaan. Tidak bisa membuat Anne mengikuti keinginannya, Mau tidak mau, Darka lalu berbaring di atas rumput bersama Anne lalu mengangkat tangannya agar menjulang ke atas seperti apa yang Anne lakukan tadi.
Mengetahui darka melakukan perintahnya, Anne berkata
“Kau lihat, matahari di atas sana sangat tinggi tapi kehangatannya masih terasa hingga ke rerumputan” Ujar Anne lalu sembari menurunkan tangannya lalu menyentuh rerumputan.
“Memang sudah seharusnya seperti itukan?”
“Mmm mungkin tapi kau tahu?”
“Tidak karena anda belum memberi tahu” Balas Darka ketus dengan wajah datar.
“Isss kau memang tidak seru. Aku tidak tahu kenapa kalian bisa menganggap menghukum orang lain adalah bentuk bersenang-senang” gerutu Anne yang sukses membuat Darka malah memasasng wajah muak.
“Lalu apa?”
“Aku sebenarnya tidak peduli siapa yang akan menjadi alfa dan penerus dari Michael tapi aku mau kau tidak bersaing dengan kedua saudaramu hanya untuk sesuatu yang tidak abadi” terang anne dengan padangan menatap langit tapi sosok Anne seolah tidak bersama dengan Darka
“Sekarang ayo” Kata darka ingin bangun dari posisi berbaringnya lalu bergerak pergi tapi Anne lebih dulu menahan gerakan tubuh Darka dan berakata
“Mentari akan tetap terang hingga sang pencipta menginginkan tetap terang dan akan gelap jika dia ingin gelap gulita yang menguasai bumi tapi bukan itu yang inign ku ucapkan”
“Lalu”
“Disini” tunjuk Anne pada d**a sebelah kiri Darka, dimana jantungnya bersemayam.
Terlebih dulu Anne menunjukkinya pelan lalu menggelusnya lembut dan tidak lama Anne bergerak dan lebih dulu meninggalkan darka yang terdiam kaku karena terpengarah dengan Anne.
Jujurnya Darka tidak mengerti ucapan Anne tapi dia juga terlalu gengsi untuk bertanya hingga mengacuhkan dan memilih sibuk dengan kegiatannya hari ini.
Langit akhirnya telah gelap. Darka, Bitter dan Chesty sudah duduk nyaman di kamar milik orangtuanya demi bisa tidur bersama. Yang pertama kali datang adalah Michael alias ayahanda dari ketiga anak kembar itu namun biarpun waktu sudah menunjukkan tengah malam, Anne tak kunjung datang juga.
“Dari mana saja kau” Semprot Michael ketika Anne memasuki kamar tidur di ikuti oleh beberapa layanan di belakangnya.
“Aku berada di taman” Jelas Anne singkat lalu menbiarkan beberapa pelayan membantunya membuka pakaiannya.
“Bohong” Sela Chesty.
“Terserah kalian” Kata Anne singkat lalu berlalu memasuki kamar mandi dan tetap di ikuti oleh para pelayan.
Anne yang awalnya risih jika terus di buntuti oleh pelayan dan apa-apa serba di siapkan, sekarang ini mulai terbiasa apa lagi ketika seseorang menyentuh pundaknya dan memberi pijitan yang lembut di sana, Anne sampai tidak sadar jika dirinya tertidur.
Sebenarnya malam ini Michael merasa ada yang berbeda dari Anne tapi Michael dan ketiga anaknya membiarkan Anne tertidur lelab di tengah-tengah mereka. Keesokan paginya, seperti biasa, anne yang pertama kali bangun.
Michael menyangka Anne sedang mandi tapi ternyata tebakannya salah. Setelah membersihkan diri dan berpakaian, Michael mencari sosok wanita yang menjadi Istrinya itu. Dengan Instingnya, dengan mudah Michael menemukan Anne sedang bersantai di taman.
Anne yang sedang bersantai ternyata tidak sendiri karena ada Istri dari beberapa pejabat menemaninya menyeduh teh sambil bercengkrama. Melihat Anne sedang mengerjakan protocol kerajaan, Michael memilih menuju ke meja makan dan di sana dia bertemu ketiga anaknya.
“Saya tidak mengerti kenapa Ibunda Ratu menjadi sangat tenang jika bertemu para istri pejabat itu” Cerca Cheristy saat Michael baru saja mendaratkan bokongnya di kursi.
“Ya, kau benar. Ibunda Ratu tidak mengeluarkan ekpresi tapi tidak juga menanggapi ucapan dari semua penjilat itu”
“Ya, aku bahkan mengira jika ibunda ratu sedang jadi patung ketika mendengar ucapan dari wanita-wanita yang bertingkah layaknya wanita sosialita di dunia ibunda ratu” Sambung Bitter yang menjetujui ucapan kedua saudaranya.
“Biarkan Ibu kalian bertingkah seperti yang dia inginkan. Dia memang berbeda jadi jangan tuntut sesuatu yang tidak ingin dia inginkan”
“Ayahanda” panggil darka sambil menatap Michael dengan serius padahal Michael sedang asyik menguyah makanannya.
“Ya” jawab Michael santai lalu meminum cairan bening di gelasnya.
“Kenapa Ayah tidak mengajarkan ilmu sihir atau ilmu berperang pada Ibunda Ratu padahal itu adalah sebagian kewajibannya” tanya darka yang sukses mencuri pusat perhatian Bitter dan Chesty.
Pertanyaan Darka seolah mewakili pertanyaan mereka. Sambil menunggu jawaban dari Michael, Darka, Chesty dan Bitter berhenti dari kegiatan mereka bahkan semakin menatap Michael dengan Intens.
“Karena Ibunda kalian tidak ingin” jawab Michael santai tanpa rasa bersalah sama sekali padahal ketiga anaknya mengharapkan jawaban yang lebih jelas dari kalimat tersebut.
“Kepana Ayahanda tidak memaksa saja toh kekuatan ayahanda lebih dibanding Ibunda Ratu” cerca Chesty.
“Dan hasilnya adalah, Ibunda ratu membenci ayah lalu ingin pulang ke dunianya begitu?” Ujar Michael yang malah kembali pada ketiga anaknya.
Setelah mengucapkan kalimat itu, ketiganya menjadi bungkam sedangkan Michael malah bergerak pergi untuk melakukan pekerjaannya. Hari ini adalah hari yang menyibukkan bagi Michael dan hari paling menyebalkan bagi Anne.
Pertemuan dengan istri parah petuah masih berlangsung. Mantra, kualitas sihir, efek obat, penyakit bahkan perang mereka bahas tapi tak satu pun bisa Anne cerna. Sedari tadi Anne hanya diam lalu mendengar semua ocehan yang tidak bermutu menurutnya.