“Anne, ada yang ingin ku bicarakan” panggil Michael kepada Anne yang sedang mengeringkan rambutnya.
“apa?” Balas Anne acuh dan tetap menyibukkan diri dengan kegiatannya.
“aku merasa ada yang berbeda denganmu akhir-akhir ini. Ada apa?”
“tidak ada” balas Anne santai lalu menatap Michael seolah meyakinkan tapi Michael tahu jika ada sesuatu yang Anne sembunyikan darinya
“Anne, jangan biarkan aku memaksamu berbicara. Jika aku bertanya jelas kau tahu jika aku ingin kejujuranmu” ancam Michael yang bukannya menakuti Anne malah memancing kemarahan Anne.
Anne yang di ancam seperti itu, bukannya gentar atau menjelaskan apa yang terjadi malah kembalih acuh dan membelakangi Michael yang sudah mencoba menahan amarahnya tapi karena sikap Anne yang sudah kelewatan.
Dengan kekuatan sihir, Michael membuat tubuh anne melayang dan dengan sekejap sudah terbaring di atas tempat tidur dengan kedua tangan, juga kedua kakinya terikat sesuatu yang membuat Anne tidak bisa bergerak bebas.
“apa yang kau lakukan Michael. Lepaskan aku”
“tidak sebelum kau berkata apa yang membuatmu menghindari aku dan anak-anak”
“tidak ada” bantah Anne.
“Anne, berhenti bersandiwara denganku”
“Kua bilang aku yang bersandiwara. Seharusnya kalimat itu di kembalikankan pada anda tuan” balas Anne sarkis.
“apa maksudmu” jerit Michael tepat dihadapan Anne.
Ditanya I seperti itu, Anne masih mempertahankan egonya bahkan menggalihkan pandangan dari Michael. Michael yang sudah kehabisan kesabaran tidak lagi bisa menahan diri dengan rasa penasarannya hingga menyentuh kepala Anne.
Anne menjerit meminta Michael berhenti tapi Michael tetap tidak peduli dan tidak lama beberapa bayangan datang pada Michael yang membuat rasa penasaran Michael lenyap pada saat itu juga tapi terganti dengan rasa bersalah.
flashback on
“aku tidak mengerti kenapa ibunda ratu yang menjadi mate dari ayah”
“husst … kecilkan suaramu” tegur darka.
“kenapa? Kan kenyataanya seperti itu. Bahkan kurasa tidak hanya aku yang menanyakan hal itu kan” ujar Bitter lagi.
“ayahanda begitu kuat sedangkan ibunda ratu berasal dari kaum lemah. biarpun dia reingkarnasi dari mate yang sesungguhnya, kurasa jiwa itu sial karena memilih raga yang salah”
“berhentilah menggoceh bitter sebelum ucapanmu sampai di telingga ayah dan kau akan dihukum karenanya” ancam Darka bahkan siap memukuli Bitter yang sedari tadi tidak berhenti mengoceh tentang ibunda mereka yang lemah.
“kenapa kau ingin memukulku, apa yang ku katakana tidak salah kan? Dan ku yakin kau sependapat denganku” balas Bitter lagi dan menghempaskan tangan Darka yang sedang memegang kerah baju milik Bitter.
Darka yang di beri pertanyaan seperti itu malah memilih diam dan mengalihkan pandangan kea rah lain sedangkan chesty yang sedari tadi memilih diam malah angkat bicara dan berkata
“jujurnya aku setuju dengan bitter. Seandainya ibu biologis kita bukan ibunda ratu, mungkin kita tidak akan mendapat penghinaan dari yang lain” pungkas Chesty yang membuat mereka bertiga seketika menghembuskan nafas kasar secara bersamaan.
“aku benci di anggap lemah. kenapa ayahanda tidak di jodohkan dangan werewolf lainnya saja hingga aku juga bisa kuat seperti yang lainnya” jerit Chesty yang di tanggapi sinis oleh Darka dan Bitter.
Mereka bertiga akhirnya berlalu dengan begitu cepat entah kemana tapi, ketiganya tidak tahu jika mereka telah melukai hati wanita yang melahirkan mereka bertiga.
Setelah mendengar itu, anne mencoba menahan isak tangisnya dengan sekuat tenaga yang dia miliki. Anne tidak pernah menyangka jika mereka menganggapnya demikian selama ini. Anne berpikir jika selama ini dia sudah membangun keluarga yang harmonis nyatanya hanya anne yang bahagia bersama mereka.
Sejak berada di dunia yang sangat berbeda dengan dunianya, anne merasa jika dia sudah bersikap baik juga berusaha menjadi ibu yang dekat dengan mereka, nyatanya apa yang dia lakukan selama ini hanya sia-sia bahkan keberadaanya saja di anggap sebuah kesialan bagi tiga sosok yang dia lahirkan.
Bukan perkara muda untuk anne bisa bertemu dan bersikap biasa-biasa saja setelah mendengar ucapan mereka. Jujurnya Anne memang sakit hati, anne merasa tidak di anggap bahkan sudah tidak ingin status sebagai ibu kandung dari ketiga sosok itu.
Wajah datar, sikap tenang dan selalu menyendiri yang anne lakukan sampai saat ini. Anne pikir semua itu bisa berlalu karena dia pikir akan ada Michael yang melindunginya tapi ketika dia mendengar pembicaraan Michael dengan ketiga anak-anaknya, Anne merasa semakin jika dia hanyalah patung bagi mereka.
“Anne … aku” ujar Michael terbata-bata untuk mencari kalimat yang cocok untuk dia lontarkan.
“jadi kau sudah tahu alasannya kan?” ujar Anne sarkis dan senyum licik telah terukir di bibirnya.
“lakukan seperti yang kalian inginkan dan biarkan aku seperti yang kubisa” ujar anne lirih lalu menutup matanya dan tidak lama setelahnya derai air mata turun dengan sendirinya.
Mendengar ucapan Anne, seketika Michael di buat bungkam seribu bahasa. Jeratan di kaki dan tangan anne sketika terbuka dengan sendirinya. Menyadari itu, Anne memeringkan tubuh dengan niat membelakangi Michael tapi Michael malah memeluknya dari belakang dan berkata
“maafkan aku Anne. Aku tidak pernah menyesal memilikimu” ujarnya lirih namun masih bisa di dengar jelas oleh anne.
“aku tidak tahu bagaimana harus menjelaskannya padamu” sambung Michael lagi karena Anne tak kunjung membuka suara.
Anne tetap dengan posisi membelakangi Michael juga menangis terisak ketika ucapan-ucapan mereka berempat kembali terniang di kepala anne. Saking lelahnya menagis, anne terlelap nyaman di dalam dekapan Michael.
Ketika Anne membuka matanya, dia baru menyadari jika beberapa pelayan sudah berdiri tidak jauh dari posisinya yang masing terbaring di tempat tidur.
“selamat pagi ratu” sapa para pelayan secara bersamaan.
“ada apa?”
“hari ini, raja meminta kami menyiapkan anda”
“aku tidak memiliki tugas apa pun hari ini jadi pergilah” usir Anne lalu mencari posisi nyaman untuk kembali terlelap.
“maafkan kami ratu, tapi ini adalah perintah lansung dari raja”
“beritahu raja kalian jika aku sedang tidak ingin bepergian. Jika ada yang ingin dia bicarakan biarkan dia kemari dan selesaikan denganku”
“sayangnya, biarpun aku sudah di sini, pembahasan kita tidak akan selesai”
“apa lagi. kita sudah membahasnya semalam. Sekarang pergilah dan biarkan aku hidup tenang” usir Anne dengan galak bahkan melempari Michael dengan bantal di hadapan beberapa pelaya.
Mereka yang ada diruangan itu dan menyaksikap anne, memilih berpura-pura tidak melihatnya. Mereka sudah lama bekerja sebagai pelayan di istana ini bahkan melayani raja dan ratu sebelumnya tapi baru kali ini melihat seorang ratu tidak sopan pada raja.
“anne, cepatlah bergegas dan aku akan membawamu”
“aku tidak mau. Jika kau ingin pergi, pergila sendiri” pungkas Anne kekeh dengap keinginannya.
“bagaimana jika aku memaksamu?”
“lakukan saja toh kau maha bisa” tantang Anne dan benar, dengan sihir, Michael membuat tubuh anne melayang dan memasuki kamar mandi.
Ketika tubuh anne sudah memasuki kamar mandi, beberapa pelayan ikut masuk dan tidak lama setelahnya anne keluar dari kamar mandi lalu di bantu untuk berpakaian. Anne menatap pantulan cermin yang ada di hadapannya sangat lama sambil terus saja menitihkan air matanya.
Sejak meninggalkan tempat tidur hingga selesai berpakaian, Anne tidak lagi menggucapkan apa pun bahkan ketika Michael menyeretnya menuju kendaraan yang akan meningglakan istana, Anne memilih bungkam bahkan layaknya boneka yang bernyawa.