WereWolf di lahirkan dengan cara yang ajaib, mereka tumbuh dengan proses alamiah layaknya manusia tapi jiwa petarung ada dalam jiwa mereka dan kekuatannya lebih hebat di banding manusia. Hanya itu yang tertanam di benak Anne nyatanya, dirinya masih meragukan untuk hidup bersama makluh gaib itu.
Awan menyelimuti rembulan dan bintang-bintang mengubah jalan menjadi pita hitam yang terlentang tanpa batas. Sang Raja dari menghirup dalam-dalam udara malam. Kepalanya mendongak ketika gumpalan awan menyembunyikan bintang yang dingin dan jauh seperti bongkahan es di kutub.
Terlalu banyak yang menyita pikirannya. Malam ini, tidak peduli dengan apa pun yang dia gunakan, semua yang ada di pesta kali ini tetap menatapnya dengan wajah datar.
Michael sama sekali tidak tahu apa yang akan dia perbuat selanjutnya, kecuali jika dia ingin, dia akan memutar balik waktu dan kembali ke masa ketika segalanya berhenti di hutan sepi, gelap yang menjadi saksi bisu pertemuannya dengan wanita yang menjadi matenya.
Semakin langit terlihat gelap, udara dingin menjadi menusuk, aungan para werewolf malah semakin terdengar seolah mencoba menulikan telinga semua makluk yang ada di sekitar kerajaan Dallas. Hari ini adalah hari kemenangan warga Dallas setelah berperang melawan rogue juga penghianat.
Raja, juga semua penghuni kerajaan Dallas sedang bersorak kegirangan merayakan kemenangan namun sosok mate sekaligus ratu dari kerajaan Dallas tak kunjung menampakkan batang hidungnya sama sekali hingga membuat Michael merasa terhina bahkan amat-sangat terhina.
Dengan ketidak hadiran Anne di tengah-tengah mereka, Michael dan ketiga anaknya tahu jika kisah bahagia bersama adalah omong kosong yang tidak pernah akan terjadi karena Anne yang berstatus sebagai Mate, Ratu juga ibu mereka tidak pernah menganggap Kerajaan Dallas sebagai rumah.
Anne seolah tidak ingin repot-repot menampakkan wajah munafiknya di hadapan semua penghuni di kerajaan dallas. Dengan semua runitas juga peperangan ini, Michael terlalu lelah untuk berdebat, namun saat waktu terus berputar dan sosok itu tak kunjung datang lalu memohon ampun pada Michael yang sudah berbaik hati tidak menggang malam si wanita.
Michael menendang pintu sebuah ruangan hingga terbuka lebar. Ruangan yang di desain dan di beri interior yang mewah ternyata tidak bisa menutupi aura gelap juga dingin dari pemilik ruangan itu sendiri. Amarah membuatnya tidak bisa mengontol sosoknya hingga ruangan yang awalnya terlihat sangat rapi kini hancurlah sudah.
Suasana hati Michael benar-benar buruk kali ini, begitu pun dengan ketiga anaknya. Setelah meninggalkan tempat pesta, mereka memilih mengurung diri mereka di kamar masing-masing. Sedangkan di tempat lain, Anne sedang duduk di dekat jendela sambil membiarkan pikirannya berkelana jauh.
Jenuh dengan pikiran yang terasa tidak ada habisnya, Anne memutuskan meninggalkan kamar tidurnya tanpa pengawasan sama sekali. Anne berjalan kaki di jalan berlumut, semak menampar wajahnya, ranting pohon berjatuhan begitu saja di hadapan Anne namun tidak menghalangi Anne untuk melangkah dan terus menelusuri hutan gelap. Udara dingin, sepi yang membuat merinding hingga bulu kudu berdiri namun yang terpikir sekarang ialah, dirinya sudah terlanjur berjalan dan enggan membalikkan badan.
Malam ini, langit di penuhi kabut, hingga bintang-bintang yang cahanya memang redut semakin tak terlihat. Setelah beberapa saat, bintang kembali menyembul dari balik awan bersama rembulan. Anne tetap melangkahkan kakinya menusuri jalan menuju halaman belakang istana. Tanpa sadar, Anne telah berjalan sejauh tiga belas kilometer dari istana.
Di tengah hutan yang gelap di belakang Anne, seekor burung hantu menangis pilu. Ia memeluk dirinya sendiri dan terus melangkah menelusuri malam. Burung hantu itu seolah memanggil kembali pekikan lirih menyusul suara tersebut.
Sayup-sayup terdengar suara music pesta rakyat kali ini tapi yang Michael juga anak-anaknya tidak tahu adalah, hari ini adalah hari ulang tahun Anne. Awalnya, Anne tidak ingin bertemu dengan siapa pun kecuali keluarganya lalu mereka merayakan bertambahnya usia anne dengan sederhana, nyatanya keinginan Anne sia-sia.
Tanpa di undang warga akan berkumpul, sorak-sorakan gembira, music juga tawa membahana dari mereka membuat anne tersadar jika bukan ini yang dia impikan namun sialnya, dia menyadari jika dirinya mulai mencintai tempat yang sebenarnya tidak pernah terdaftar dalam peta dunia.
Ketika dirinya berdiri di bukit yang cukup tinggi, dirinya bisa melihat bagaimana istana tersebut telah memiliki banyak perubahan dibanding pertama kali dirinya datang juga menjadi sebagai tahanan lalu berubah menjadi mate dari Alfa Michael. Nyatanya, biar pun Michael sudah mengubah banyak hal dari istana ini, bagi anne ini memang bukan rumahnya.
Sekarang ini, ada banyak rentetan pohon ek di sisi kirinya dan jalan setapak berliku di pepohonan tersebut. Anne masih menggerakkan kaki untuk terus melaju pergi jauh dari tempat megah itu. Pada malam yang sangat dingin, dengan kepala yang terasa seolah hendak pecah, seakan ada seseorang yang memalu dari dalam dan mencoba berontak keluar.
Anne seharusnya minum obat aspirin beberapa pil, nyatanya walaupun butuh, anne selalu mengumpati benda itu. Angin membawa suara gemericik air coyote creek yang berliku, nyatanya tidak menghalangi niat awalnya Anne untuk tetap menjauh nyatanya Anne tetap kembali ke tempat itu lagi.
Daun-daun kering hancur terinjak, angin yang jernih bak keristal. Kerlap-kerlip bintang di kejahuan, tapi ada malam ketika Anne mencintai malam seperti ini. pada saat itu, ia akan menatap langit dan bertanya-tanya bagaimana mungkin manusia bisa berdiri di planet yang berputar di alam semesta yang luas.
Jalan ini sama familiernya dengan gerbang belakang , jalan menuju gerbang istana. Anne sudah sering melewati jalan ini, Anne tetap merasa jika jalan ini bukan menuju pulang tapi tempat anneh yang masih terkesan abu-abu untuknya.
“sampai kapan kau tidak menerima kenyataan ini?”
Suara itu terdengar tegas dan jernih di telinganya. Itu adalah nasehat Michael pada Anne hingga tanpa sadar, Anne terus berjalan dan berjalan hingga bagun megah dan terkesan modern kini sudah tidak jauh lagi dari pandangannya. Ketika menyadari itu, rasanya anne ingin berbalik dan pergi sekali lagi, nyatanya dia telah terlambat.
Bangunan itu sudah berada di depan mata. Istana megah, fasilitas lengkap untuknya juga banyak pelayan yang dapat membantu aktivitasnya tapi tetap saja bukan itu yang anne inginkan dan kehidupannya sekarang jauh sangat berbeda dengan kehidupannya yang ada di dunianya.
Bangunan beratap putih, di tambah lekukan dahan pohon ash hitam dan pohon ek raksasa menghadap ke halaman yang mulus bagaikana hamparan beledu yang membelenggu.
Udara dingin akan membuat tulang, rahang dan rongga kosong yang dulu memutar bola matanya terasa nyeri. Alasan Anne memutuskan untuk pergi jauh dari istana adalah, karena dirinya merasa tidak seorang pun yang membutuhkan bahkan anak-anaknya, nyatanya sejauh apa pun dia pergi, dia tersadar jika kembali ke tempat dia di lahirkan pun tidak bisa.
“ratu, dari mana saja anda?” tanya seorang yang terkejut mendapati anne baru saja melawati gerbang
“aku merindukan hidupku” jelasnya ambigu
“ratu, ratu anda baik-baik saja?” tanyanya sosok itu dengan sedikit khawatir karena tubuh Anne seolah tidak seimbang.
“ya” jawabnya singkat
“ratu” jerit orang itu lalu tidak lama setelahnya hanya ada kegelapan yang terlihat oleh anne sedangkan prajurit sesegera mungkin membopong tubuh ringkih sang ratu lalu di bawa ke kamarnya sedangkan seseorang malah memindlik raja mereka.
Tidak lama setelahnya, sosok yang di akui sebagai raja datang dengan wajah datar namun aura membunuhnya membuat seluruh yang ada di ruangan itu menundukkan kepala takut.
“ada apa ini?”
“ratu .. ratu baru saja kembali entah dari mana dan ketika kembali dengan kondisi lemah raja” jelas pelayan yang pertama kali menyadari kedatangan Anne
“bodoh, mengawasi seorang manusia lemah saja kalian tidak mampu. Matilah jika kau tidak berguna” umpat Michael dengan suara datar namun sungguh menusuk untuk yang mendengarnya.
“tolong pengampunan anda raja” ucap pelayan serta prajurit secara serentak namun hl itu tidak menghilangkan kemarahan Michael
Suasana sempat hening karena pandangan Michael tertuju pada sosok yang tengah berbaring lemah di tempat tidur tanpa mencoba menyentuh apa lagi menunjukkan ke khawatirannya sama sekali dan tidak ada yang berani untuk menegur sang raja hingga tiga sosok werewolf kecil datan dan berkata
“ayahanda, apa yang terjadi?” tanya Bitter dengan suara tenang lalu ikut menatap sosok yang sedang di amati ayahnya.
“manusia bodoh ini sepertinya memang ingin menemui penciptanya sesegera mungkin. Biarkan saja dia melakukan apa pun yang dia mau” jawab Michael angkuh lalu pergi begitu saja dari hadapan semua yang berada di dalam kamar pribadi Anne