Masa lalu adalah landasan bagi masa kini dan masa kini adalah landasan bagi masa depan.
Bagi Michael. Kerajaan Dallas adalah darahnya, bagian dari DNA-nya sama seperti mata biru es khas Celtic dan rambut coklat kemerahan yang sama dengan leluhurnya. Darah dari ratusan leluhur keluarganya mengalir dalam nadinya, bergejolaj dalam setiap detak jantungnya.
“Sial” umpat Michael dengan geraman keras.
Michael tidak mengerti dengan perasaanya pada wanita itu tapi setiap ekpresi dan ucapan dari Anne selalu memengaruhi hatinya. Hanya karena satu malam pertemuannya dengan Anne mengubah banyak hal di kerajaannya hingga memengaruhi Michael.
Sekarang ini, Michael membaringkan tubuhnya di sofa dan mengumpampati Anne yang lemah namun sangat berego tinggi. Michael tidak pernah terpikir seperti apa matenya keak namun tidak menyangka, dia akan di persulit hanya karena ego wanita yang sangat tinggih hingga hampir menghancurkan seluruh peraturan yang ada di kerajaan Dallas.
Tengah dalam kekalutan, burung hantu berbunyi. Pekikan lirih menyusul suara tersebut, mungkin sedang berburu. Makan malam bagi sang burung pemangsa adalah kematian bagi makhluk yang terjebak cakar tajam itulah kenyataan pahit di dunia ini.
Beberapa mahluk bertahan hidup dan yang lainnya mati. Mengingat itu, seketika Michael bangkit dari posisinya lalu berjalan cepat menuju kamar tidur sang mate tanpa ragu.
“bangunlah, ku tahu kau tidak sedang mati” umpat Michael.
“janji harus kau tepati dan ini adalah kesialanmu” sambung Michael lagi dengan suara sangat dingin.
“Anne bangun” bentak Michael dengan suara sangat keras hingga membuat seluruh pelayan juga prajurit yang ada di sana semakin menundukkan kepalanya karena takut akan kemarahan raja mereka.
Anne masih berbaring telentang di tempat tidur sedangkan tidak jauh dari tempat tidur, Michael malah bertolak pinggang dan menatap Anne dengan pandang ingin membunuh. Di bentak seperti itu, Anne seketika membuka matanya namun yang dia lakukan hanya menatap Michael tanpa mengubah posisinya sama sekali.
“kenapa kau tidak bunuhku saja” balas anne langsung dan tidak mau kalah sambil menatap Michael dengan penuh ke bencian.
“aku sudah melakukannya dari awal jika aku bisa b*****h” Teriak Michael lantang.
“hahaha ogh iya. aku sampai lupa jika jiwa kita terkait” decak Anne lalu sekali lagi berkata “ untuk apa aku berpikir terlalu keras untuk membunuhmu sedangkan menyakiti diri sendiri adalah kunci utamanya” ucap Anne dengan wajah sangat gembira bahkan bertepuk tangan seolah anak kecil yang mendapatkan permen yang sangat banyak.
“diam kau” bentak Michael keras lalu dengan gerakan cepat, tubuh Michael sudah menindih tubuh Anne bahkan sekarang ini, Michael tanpa berpikir panjang sedang mencekik Anne.
“la.. ku kan. Haha.. haha. Lihat wajahmu memerah karena me aggg ah” ucap anne terbata-bata karena Michael sepertinya tidak ada niat untuk menghentikan aksinya padahal dirinya sendiri juga merasa kesulitan bernafas.
Michael sepertinya benar-benar di kuasai amarah karena semakin mengeluarkan seluruh tenaganya untuk mencekik Anne hingga mata anne yang tadinya menatap Michael dengan penuh amarah kini mulai tertutup dengan sangat pelan.
Ketika mata Anne sudah tertutup sempurna, jangan harapkan Michael akan tertawa terbahak dan berpuas hati karena kini, tubuh Michael yang sangat besar malah berbaring menindih Anne seutuhnya.
Seluruh prajurit, dan pelayan yang menyaksikan hal itu di buat khawatir tapi ada yang lebih khawatir di banding mereka yaitu anak-anak dari sepasang se joli itu. Darka manatap kejadian itu dengan mata nanar tapi jantung seolah jatuh ke perutnya, Bitter sampai terngaga lebar sedangkan chesty sudah terduduk lemas di karpet dengan derai air mata yang membanjiri wajahnya.
Orangtuanya saling menyakiti, sama-sama membenci bahkan rela mati padahal jiwa mereka saling terkait. Semua yang ada di ruangan itu menjadi kelabakan dan baru bisa menghembuskan nafas ketika seorang tabib yang sangt di percaya mengatakan kedua sosok itu hanya tidak sadarkan diri bukannya mati dengan sia-sia.
Drama kali ini membuat Darka khawatir jika dirinya akan di lantik menjadi raja di usia muda padahal dia sama sekali tidak ingin mendapat gelar itu tanpa perjuangan, Bitter memikirkan tidak ingin memiliki mate, sedangkan Chesty membenci seluruh kisah cinta yang katanya dapat berujung romantic juga bahagia, nyatanya di hadapannya hanya kisah pilu yang terjadi.
Kedua sosok itu di baringkan berdampingan. Para tabib meminta agar semuanya berjaga di luar hingga raja atau sang ratu sadar dengan sendirinya tapi tiga sosok kecil tidak mengelakkan hal itu malah kekeh ingin menunggui dua sososk itu, agar bisa mengungkapkan kemarahan mereka ketika salah satu dari orangtuanya sudah tersadar.
Bitter, darka dan Chesty terus saja menunggu dan menunggu hingga setelah tiga jam lamanya, Anne yang tersadar lebih dulu. Ketika tersadar Anne malah menangis dengan sangat keras hingga bitter, Darka, dan chesty yang awalnya sangat marah menjadi prihatin dengan sosok lemah berstatus ibu mereka.
“saya benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran anda ibunda” Ucap Darka dengan wajah datar tapi bibirnya seolah tersenyum untuk mengolok-ngolok Anne.
“Anda begitu hebat untuk menantang Ayahanda tapi anda tidak memberi perlawanan. Sekarang, anda menjadi semakin terlihat memuakkan dihadapan semua yang ada di istana juga kerajaan ini” terang Darka sarkis.
“apa salahnya aku yang terlahir sebagai manusia bersikap layaknya manusia Darka” balas Anne dengan air mata yang masih berlinang.
“tapi ini tanggung jawabmu. Saya benar-benar lelah dengan sikap kekanak-kananakan anda. Anda orang dewasa tapi keegoisan anda melebih anak bayi” umpat darka lagi.
“ya kau benar. Aku yang kekanak-kanakan dan kalian semua menuntut hal yang tidak mau kulakukan. Kemarilah biar ku tunggukkan bagaimana kaumku saling menghargai” ucap Anne lalu bergerak memeluk darka dan berkata
“untunglah kau baik-baik saja ibu. tolong jangan sepeerti ini, kamu membuat kami khawatir” ucap Anne yang membuat Darka, Bitter, dan Chesty terdiam dengan pikiran mereka.
“aku sangat berharap kalian mengucapkan kata ini” ungkap Anne lagi. “tidak semua hal bisa di selesaikan dengan kalimat sarkis dan perang” kata anne lagi. “akuterlahir sebagai manusia. Aku ingin di perlakukan seperti manusia bukan seperti kalian”
“apa aku salah” bentak anne kali ini
“kalian yang membawaku dan memenjarakan aku di sini tanpa bertanya nyamankah aku. Nyamankah aku di sini, maukah aku menjadi ibu kalian dan mau kah aku menyayangi kalian dengan tulus”
“kalian menuntutku menjadi apa yang kalian mau. Kalian menyuruhku ini dan itu tanpa berpikir sudikah aku. Kalian menyuruhku mengerti kalian tapi kalian tidak mengerti aku. Aku ini sebenarnya apa bagi kalian”
“kalian mengakui aku sebagai ibu kalian tapi aku tidak pernah merasa melahirkan apa lagi mencintai kalian sebagai anakku. Berhenti menuntutku, berhenti berbicara padaku dan berhenti menghardik apa pun yang ku lakukan. aku adalah orang asing bagi kalian begitu pun aku yang layaknya peliharaan yang bisa di perintah sesuka kalian”
“pergi dari sini. Jangan menyapa atau menatapku. Aku membenci kalian semua. Aku muak menatap kalian apa lagi sosok ini.”
“bawa dia sebelum aku bertindak bodoh dan benar-benar menghancurkan kerajaan dallas karena egoku” titah Anne yang membuat seluruh sosok yang mendengarnya tidak berani bersuara apa lagi Michael yang entah tersadar sejak kapan memilih pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada semuanya.
Dua tiga hari telah berlalu. Setelah kejadian itu, Michael benar-benar tidak pernah mendatangi Anne apa lagi menyebut namanya. Suasana istana setelah kejadian itu terasa benar-benar mencekam. Tidak ada lagi kegiatan tidur bersama, Anne mengajarkan hal konyol pada ketiga anaknya apa lagi saling bercanda.
Michael menyibukkan diri dengan pekerjaannya di luar sana, Bitter, Darka dan Chesty sibuk berlatih sedangkan Anne mengurung diri di kamarnya. Dari pagi hingga malam kembali hadir, Anne hanya duduk termenung di dekat jendela dan baru meninggalkan tempat itu untuk makan dan mandi setelah itu kembali duduk bahkan tidur pun di tempat itu.
Michael dengan harga dirinya, Anne dengan ego, ketiga anak kecil itu dengan kepatuhannya, tidak ada lagi yang saling menyapa, apalagi merasa bahagia. Masa kelam itu terus menerus terjadi hingga bulan terganti.
Bulan purnama datang tanpa Anne perkirakan dimana masa kawin tiba dan Michael harus menderita di jeruji besi demi tetap mempertahankan egonya sedangkan para prajurit yang menyaksikan bagaimana raja mereka menderita menitihkan air mata.
Saking tidak tahannya mereka, seorang penjaga dengan sengaja membuka jeruji besi dan wolf yang sedang menguasai tubuh Michael berlari kencang merusak pintu kamar Anne dan tanpa ancang-ancang melompak menerjang tubuh anne lalu menghancurkan seluruh kain yang awalnya menutupi tubuh anne.
“binatang” umpat anne sambil berusaha melawan sosok wolf yang sudah menindih tubuhnya dan memaksa sosok wolf dalam tubuh Anne bangkit agar mereka bisa melakukan hubungan badan.