Anne menatap kosong sebuah pintu yang tertutup rapat. Sejujurnya, ia tidak bisa memejamkan mata, namun bukan ha lasing baginya. ia bisa menghabiskan malam-malam dengan resah, hanya untuk terlelap dan memimpikan hal-hal yang membuatnya terbangun dengan keringat dingin.
Entah kenapa setiap anne bisa terlelap yang terjadi dalam mimpinya adalah api yang berkobar sangat besar, suara rintihan, umpatan, tawa mengejek, selain itu, juga ada aroma darah bahkan bau bangkau yang nampak nyata.
Si jago merah berpesta pora melalap semuanya hingga pelan tapi pasti hanya tertinggal reruntuhan dan tubuh yang penuh dengan bekas sayatan bahkan masih mengeluarkan darah cukup deras dari sosok yang berbaring tepat dihapannya.
Mimpi itu terus saja terulang hingga membuat Anne muak dengan dirinya sendiri. Anne ingin sekali menceritakan kekalutan yang ada pada seseorang, mendengar sosok lain menenangkan bahkan memeluk agar jiwanya yang tidak tenang teralihkan dengan kasih sayang yang tulus nyatanya semua itu nampak menjadi angan-angan yang tidak akan pernah terjadi.
Langit telah di kuasai mentari. Langit cerah tak sejalan dengan suasan hati anne yang lagi-lagi terbangun dengan hati yang tidak tenang. Sekarang ini, anne masih duduk di dekat jendela sambil menatap ke luar ruangan.
Interior ruangan ini begitu cerah dan menatapnya saja bisa di tebak jika terbuat dari bahan-bahan terbaik namun nyatanya semua itu tidak sejalan dengan suasana hati pemilik kamar yang gelap serta genangan air mata tiada henti mengalir dari muaranya.
Di ruangan ini selain ada aroma tubuh Anne, juga tercampur aroma tubh Michael. Aroma darah tapi seolah ada bunga yang tak dapat Anne identifikasi membuat anne tidak mengerti kenapa aroma ini seolah tidak ingin hilang padahal sudah berbulan-bulan lamanya dia tidak lagi saling bersotatap dengan pria itu.
“ibunda ratu, saya akan masuk” panggil Seseorang dan itu adalah Darka.
Pintu besar dan megah itu seketika terbuka dan sukses menarik pusat perhatian Anne. Mata coklat hansel itu menatap Anne intens seolah menelannya, dan gelombang sesuatu yang terasa primitive dan posesif menyapu diri Anne.
“anda membuat semuanya kacau ibunda. Saya seolah sudah kehilangan akal sekarang untuk membuat anda menyadari jika ini adalah dunia anda sekarang dan harus mengerjakan semua yang menjadi tanggung jawb anda”
“cih” decih Anne dengan wajah muak lalu kembali mantap jendela. Anne cukup lama menatap jendela dengan pandangan kosong tapi tiba-tiba berkata
“kau tahu hal yang paling kubenci dari kalian?”
“apa?” tanya Michael yang ternyata datang tanpa di undang bahkan bersuara pun tidak hingga membuat anne terkejut bukan main.
“aku tidak pernah punya pilihan dan aku layaknya peliharaan”
“mungkin maksudmu adalah peliharaan yang di anggungkan”
“kemarilah dan lihat burung itu” tunjuk anne pada seekor burung yang baru saja hinggap di batang pohon. “hewan itu tidak punya hal yang berkilau di tubuhnya tapi dia bisa terbang bebas lalu berkicau kapan pun dia mau”
“konyol”umpat anne
“aku sudah memutuskannya”
“maksud ayahanda?”
“aku akan membebaskanmu seperti yang kau mau mulai sekarang” ujar Michael yang mengundang senyum lebar di wajah anne
“benarkah?”
“ayahanda. Ayahanda tahu itu sangat berbahaya..” cela Darka
“diamlah” bentak Michael.
Michael lalu mengeluarkan sebuah cincin dari sakunya lalu memasangkan cincin itu di ari manis Anne. Melihat benda itu, anne tidak mengerti tapi Michael tanpa di minta akhirnya menjelaskan pada anne bahwa cintin ini yang akan membawanya kembali kedunia manusia sekaligues penghubung antara dirinya dengan kerjaan dallas.
“aku sudah memberi apa yang kau mau. Jadi kerjakan pekerjaanmu sebelum malam tiba dan kau pergi dari kerjaan ini”terang Michael sembari berlalu pergi dari kamar yang di huni oleh anne.
Mendengar kata itu anne lagi-lagi kebingungan tapi sosok yang di percaya menjadi asisten pribadinya datang lalu memberi tahu protocol yang harus di kerjakan Anne hari itu juga. Walau pun sedikit lemas karena makan dan beristirahat tidak baik, nyatanya anne mengerjakan semuanya dengan semangat bahkan sangat bahagia saat langit mulai gelap.
“silahkan ratu” ucap salah satu pelayan yang memberikan sebuah pakaian tidur pada anne.
“apa maksudnya. Ku pikir Michael akan membawaku pergi”
“ya. kau hanya perlu tidur dank au akan tiba di tempat yang ingin kau tuju” terang Michael yang tiba-tiba datang dan menyela ucapan anne dan pelayan itu.
“kau tidak sendag menipuku kan”
“ku tipu pun kau tidak akan sadar” ejek Michael dengan wajah sinis.
“b******n” umpat Anne dengan sangat keras tapi Michael tidak peduli bahkan sudah berlalu pergi dari hadapan anne sedangkan ketiga anaknya malah baru saja memasuki kamar Anne
“anda akan benar-benar pergi ibunda?” tanya Chesty.
“ya pergi di alam mimpi. Ayah kalian penipu, katanya akan mengantarkan aku ke dunia ku malah menyuruh yang lain membantuku tidur.” Umpat anne kesal.
“anda terlalu cepat menghina orang lain tanpa tahu kenyataanya”
“yayayya. Aku yang terlalu bodoh dan kalian yang ada di sini adalah makluk super. Lupakan, aku lelah, pergilah” usir anne sambil mengibas-ngibaskan tangannya tapi bukannya pergi, darka malah duduk nyaman di salah satu sofa dan tidak lama setelahnya, dua saudara dan beberapa pelayan ikut datang dan memenuhi kamar milik anne.
“ada apa lagi. aku lelah bersitegang dengan kalian”
“kami hanya ingin moment ini menyenangkan sebagai kenangan” balas Bitter acuh lalu ikut naik ke tempat tidur dan berbaring tanpa permisi di susul oleh Darka dan Chesty.
“terserahlah. Kalian semua membuatku seperti akan gila sebentar lagi”
“baguslah kau merasakannya karena itu yang kami rasakan setiap melihatmu” jawab Michael yang tiba-tiba keluar dari kamar mandi padahal seingatnya, Michael tidak pernah masuk apa lagi bersamanya selama ini.
“cih. Dan kenapa kau selalu ada seperti jalangkung yang datang tanpa di undang dan pulang tidak usah di antar” um[at anne yang malah di tanggapi kerutan oleh semua yang mendengarnya.
“yayayaya kalian tidak akan mengerti lupakan”
“ibunda ratu, aku ingin di peluk” pinta chesty.
“okey, kemarilah. Tapi kau harus janji tidak meresas milikki” jawab anne sambil menyilangkan tangannya di depan d**a.
“kau seperti namamu. Aneh. Kau kadang seolah membenci kami tapi kadang memperlakukan kami dengan baik. sebenarnya seperti apa kau sebenarnya?” tanya Michael santai bahkan saking santainya, dia membuka handuk yang mellit di tubuhnya seiring dengan pelayan yang sigab membantu Michael memasang pakaiannya tanpa memperdulikan jika bagian intim Michael sedang berdiri kokok di bawah sana.
“aku ya begini. Aku gila? Tidak lebih gila lagi dengan kehidupan yang kau paksakan padaku”
“terserah kau saja;ah” pungkas Michael acuh lalu ikut berbaring di tempat tidur bersamanya juga anak-anak mereka.
“untuk apa kau ikut berbaring di sini. Sana pergi”
“diamlah”
“isss seharusnya aku yang berkata seperti itu”
“tidur anne”
“kau tidak berhak memerintahkanku penipu”
“diamlah aneh sebelum aku menidurimu dihadapan anak-anak” ancam Michael dengan nada dingin hingga Anne memeluk Chesty dengan sangat erat sedangkan ketiga anak kecil yang hanya berpura-pura terlelap itu hanya mendesis lirih mendengar bagaimana Ayah mereka mengoda istrinya.
Malam kian larut tapi kesedihan bagi Michael, Darka, dan chesty kian terasa. Dalam gelap, mereka berempat menatapi sosok anne yang pelan tapi pasti di selimuti cahaya tipis hingga membuatnya layaknya serpihan-serpihan debu yang melayang lalu setelahnya hilang dan mengindang tangis untuk mereka yang menyaksikannya.
Sekarang anne telah pergi dan entah kapan kembali. mereka berpikir ini adalah moment perpoisahan terburuk karena sosok itu tidak pernah berjanji untuk kembali atau sekedar berbasa basi. anne telah pergi ke tempatnya berasal.