Suara pintu terbuka kini terdengar jelas, seseorang yang mendorong pintu tersebut bisa mendengar jelas bagaimana suara gesekan antara pintu dan lantai terasa menggema di dalam ruang gelap dan terasa sesak ini.
Tidak hanya suara gesekan pintu, nyatanya suara langkah kaki wanita bernama Anne juga ikut bergema di ruang yang terlihat lebih besar dari kelihatannya namun semua tampak kosong.
Di tempat itu, Anne hanya seorang diri namun dia merasa sangat banyak mata yang sedang mengawasinya hingga nafasnya menjadi sedikit terputus-putus. Semakin Anne melangkahkan kakinya, rasa tidak nyaman itu semakin mengerayapi tubuh kecil miliknya.
Selama semelusuri tempat itu, suara langkahnya masih menggema hingga aura semakin terasa mencekam, Anne menghentikan langkahnya lalu berdiri di dalam kegelapan. Anne masih saja sendiri, dalam ketakutannya, dia menatap sekeliling cukup lama.
Tidak ada yang tertangkap dari indra penglihatannya selain gelap begitu pun pendengarannya. Anne kini memeluk tubuhnya sendiri karena ketakutan namun harapan untuk keluar dari tempat itu kian besar namun nyatanya tak sejalan dengan kenyataan yang ada.
“ini hanya mimpi” ujar anne pada dirinya sendiri.
“aku akan terbangun dan meninggalkan tempat ini” ujarnya dalam hati untuk menyakinkan dirinya sendiri hal tersebut akan berakhir.
Dengan harapan itu, Anne kembali melangkahkan kakinya secara terus menerus. Ia sudah tidak tahu lagi seberapa jauh dirinya berkalan namun nyatanya, dia belum juga keluar dari kegelapan itu.
Tempat itu seolah menelan dirinya hidup-hidup dan tidak berujung. Sedari awal, dia mengandalkan instingnya namun rasa lelahnya nampak nyata. Sekali lagi dia berdiri di tempat tersebut namun bukannya mendapat udara segar, tubuhnya seolah semakin terhimpit.
Sekali lagi, setelah diam sejenak, Anne kembali berusaha bahkan kini anne berlari karena sayup-sayup anne mendengar seseorang memanggil namanya dengan lembut.
Suara itu awalnya terdengar lembut dan merdu namun ketika anne semakin berusaha mencari asal suara tersebut, sebuah teriakan keras yang anne temukan hingga ia duduk meringkuk untuk melindungi telinganya.
Berawal dari nada panggilan, teriakan namun kini, suara itu kini terdengar layaknya gelak tawa menghina. Tawa itu terasa sangat mengerikan hingga anne semakin ketakutan dan terus meringkuk dengan rasa sakit di telinganya.
Dalam diam, ia mencoba menahan diri agar tidak berteriak. Di tengah kekalutannya, anne kembali menolehkan kepalanya untuk mencari asal suara namun yang di dapatkannya masih kegelapan dan suara gelak tawa tersebut.
Terduduk dengan cara meringkuk menutupi kupingnya dan menangis ternyata membuat suasan tempat itu seketika berubah. Jika awalnya anne melihat kegelapan, kini dirinya seolah berdiri di kelilinggi cermin yang sangat banyak.
Cermin itu memantulkan kondisi anne saat ini awalnya namun pelan namun pasti, sebuah wajah nampak di sana namun hanya sesaat. Wajah yang anne kenal, terlihat datar seperti biasanya namun seketika berubah.
Ya, cermin itu menampakkan wajah Michael yang datar namun tidak lama setelahnya terlihat Michael sedang bertarung dengan seseorang dan tidak lama setelahnya orang itu menghunuskan pedang ke jantung Michael.
Anne di buat syok dengan apa yang dia lihat namun semua itu tidak sebanding ketika dia seolah merasakan apa yang di alami Michael. Darah segar bahkan kini sudah mengotori pakaian anne.
Tubuh ringkih itu kini berbaring dengan rasa sakit dan seolah akan mati sebentar lagi, nyatanya itu hanyalah ilusi semata karena cermin kini menampilkan wajah anne kecil yang berlari dengan penuh canda tawa.
Anne kecil itu berlari riang kesana kemari dan tertawa riang namun ketika berbalik, mata Anne dalam pantulan cermin itu seketika berubah menunjukkan ekspresi marah, kebencian dan dendam
Situasi ini belum juga membuat anne mengerti dan semakin tidak mengerti ketika di cermin itu seolah menjadi pintu penghubung untuk mengeluarkan anak kecil itu dari dalam cermin.
kini terlihatlah anak kecil itu dengan gaun bewarna merah darah sambil memegang pisau tajam dan berusaha di hunuskan pada tubuh anne yang masih meringkuk karena kesakitan.
“anne” smar-samar suara itu terdengar lagi
“anne”
“anne”
“wake up anne”
“kau sungguh pemalas ternyata”
“wake up sialan” ujar orang itu dengan geram.
“kau memang harus di kasari rupanya” lontar orang itu dengan amarah yang sudah mencapai ubun-ubunnya.
“anne, bangun” Bentak seseorang bahkan kini telah menguyur tubuh anne dengan sebaskom air.
Tidak hanya diguyur, orang itu ternyata dengan sadis melemparkan wadah untuk menampung air ke kepala anne hingga anne yang awalnya bangun lalu terbatuk-batuk kini harus mengaduh sakit.
“jalang sepertimu sangat merepotkan” dengus orang itu lalu memaksa anne bangkit dari tempat tidur yang sudah basah kuyup sama seperti kondisi anne saat ini.
“ganti pakaianmu dan keluar setelahnya” seru wanita berbadan gemuk itu dan melemparkan sebuah pakaian yang sama seperti yang dia gunakan sekarang ini.
Dengan tergesa-gesa, kini anne mengunakan pakaian itu. Belum juga urusan anne di dalam kamar mandi selesai, wanita itu kini tanpa canggung membuka pintu dan menyeret anne agar mengikuti langkahnya.
Tubuh lemah anne di seret hingga menuruni tangga. Kakinya kini terseok-seok menurini banyak anak tangga dan baru berakhir ketika mereka tiba di lantai dasar. Di hadapan anne, seorang pria dan tiga wanita kini tengah bersantai sembari menyeduh segelas the hangat.
“ini tuan dan nyonya. Dia pembantu baru yang saya maksud” jelas wanita berbadan gembuk itu.
“kau yakin dia bisa bekerja?”
“ya tuan” jawab wanita itu dengan ragu-ragu namun menatap Anne dengan pandang mengintimidasi.
“biarkan dia bekerja, sekarang pergilah” perintah pria itu lalu mengibaskan tangannya mengusir si wanita gembuk dan anne.
Wanita itu sebenarnya adalah ibu angkat Anne. Wanita dan suaminyalah yang mengeluarkan anne dari panti asuhan sewaktu anne berusia 10 tahun lebih.
Anne kecil berpikir jika dirinya akan hidup menjadi lebih baik namun naas harapan tinggallah harapan semata. Sedari kecil, anne bekerja siang malam bersama mereka, jangankan kasih sayang upah dari kata layak pun sangat jauh.
Sepanjang perkembangan anne, anne menjadi pengemis, bahkan pencuri atas perintah orangtua angkatnya. Terlalu sering menjerumuskan anne kedalam penjara ternyata tidak membuat mereka puas.
Tidak lama setelah kebebasan anne dari rumah tahanan, nyatanya Anne telah di jual kepada lintah darat yang mengantarkan dirinya bertemu Michael.
Keluar dari tempat Michael ternyata tidak membuat anne bernafas lega, kini anne sekali lagi menjadi b***k mereka bahkan dengan tidak bermoralnya, bapak angkat anne sedang berusaha melecehkan anne namun ketahuan oleh si wanita gembul.
“dia yang menggodaku” tuding bapak angkat anne dengan wajah seolah menjadi korban.
“yang namanya jalang, ternyata akan selalu sama” bentak wanita itu lalu melayangkan tamparan di wajah anne.
Anne yang sudah lelah bekerja seharian tanpa di beri makan bahkan harus mendapatkan drama bersama orangtua angkatnya ternyata membuat anne tidak sadarkan diri.
Bukannya di bawah ke rumah sakit, kini tubuh anne dibiarkan berbaring di dalam gudang dengan kondisi basah kuyup hingga meninggalkan rasa dingin juga harapan ingin mati saat ini juga.
Harapan anne sudah sangat besar namun pada kenyataannya akan menjadi kenyataan karena sekali lagi bapak angkat anne datang lalu membuat anne tidak lagi menggunakan sehelai benang pun.
Kini hanya ada air mata yang menemani namun belum berhasil senjata nan tumpul miliknya masuk, sebuah bayangan telah berhasil membuat pria tua mati dengan darah yang seolah terkuras habis.
“kau sungguh sial” ujar pria yang telah menolong anne.
“priamu akan mati tapi kau malah membuatnya semakin terluka” sambung pria itu lagi. setelah mengucapkan kalimat tersebut, pria itu malah tertawa keras hingga membuat anne muak namun tidak bisa berbuat apa pun.
Sosok itu seketika menghilang dan kini tinggallah anne berserta pria yang sudah mati dalam kondisi mengenaskan. Anne baru saja akan berusaha kabur dari tempat itu, namun wanita gembul lebih dulu mendapatinya.
“mau kemana kau” bentak wanita itu sambil menarik rambut anne dengan sangat teras hingga anne terjatuh dengan posisi rambut di tarik oleh wanita yang berstatus ibu angkatnya.
“ampun … ampun” melas Anne sambil berusaha melepaskan cengkraman wanita itu dari rambutnya.
“kau bilang ampun, seharusnya kau ku biarkan membusuk di penjara” umpat wanita itu dengan kemarahan yang semakin menjadi-jadi.
Kini wanita itu menyeret anne untuk kembali memasuki gudang dimana tadinya Anne di kurung namun betapa terkejutnya dia ketika mendapati sebuah sosok berbaring dengan kondisi kurus kering.
Keterkejutannya belum juga hilang namun setelah mengamati sosok tersebut cukup lama, wanita gemuk tersadar jika itu adalah pria yang dia nikahi selama ini hingga membuatnya menjerit sangat keras bahkan terjatuh juga terduduk di lantai dengan tubuh bergetar.
“pembunuh” tuding si wanita sambil menunjuk pada anne
“bukan” bantak anne tanpa ragu
“pembunuh” jerit wanita itu lagi hingga mengundang orang lain bergerumul dan menatapi anne, si wanita gemuk dan sosok yang mati dengan menggenaskan tersebut.