Seorang wanita kini duduk termenung sambil meratapi nasib buruknya. Kini untuk kesekian kalinya, dia kembali ketempat yang bisa mengurung tubuhnya dalam jeruji besi serta siksaan dari sesame penghuni.
Tempatnya sekarang di penuhi beberapa pria juga wanita yang sibuk mengerjakan pekerjaan mereka masing masing, sedangkan dirinya hanya dududk di hadapan sebuah meja yang di atasnya ada computer dan semua perangkatnya.
Matanya menatap lurus kedepan, kedua tangannya di satukan oleh borgol. Anne sudah mengatakan jika apa yang terjadi pada pria berstatus sebagai ayah angkatnya bukanlah salahnya namun tidak seorang pun percaya sama halnya saat anne menjelaskan jika si pria meninggal di karenakan vampire yang menghisap habis darah si korban.
“berhentilah berbohong” bentak seorang pria berseragam denan wajah sangat kesal bahkan tidak lupa memukul meja dan menimbulkan suara yang cukup keras.
“saya berkata jujur pak” bantah anne dengan rasa frustasi yang ada di wajahnya.
“kau benar-benar membuatku muak” geram pria berseragam biru tua itu lalu bertolak pinggang dengan wajah yang semakin terlihat keru.
“pada dasarnya memang seperti itu” jelas Anne llagi.
“bapak angkat saya melecehkan saya lalu … lalu dia … dia datang begitu saja dan tidak …” ucap anne mengulangi ucapannya sedari tadi
“cukup” teriak pria itu lagi sambil memegangi kepalanya karena benar-benar muak mendengar juga bersitatap dengan Anne “kau, bawa dia pergi” ujar pria itu kepada salah satu bawahannya.
Tanpa kata, pria itu membawa anne pergi dari hadapan pria berseragam bitu tersebut. Dengan langkah tertatih-tati kini Anne kembali di seret untuk memasuki ruangan berpagar besi tersebut.
Di dalam ruangan itu, tidak hanya ada anne. Beberapa wanita dengan kasus berbeda kini tertawa merendahkan kan. Sedari tadi mereka bisa mendengarkan ucapan anne dan mereka dan pria berseragam biru itu juga tidak mempercayai ucapan Anne.
“kau berpura-pura gila demi membebaskan diri, sungguh kau adalah orang yang gigih” ejek seorang wanita dengan wajah mencemoh lalu tidak lupa meludai wajah anne
“aku tidak berbohong” jerit Anne
“b*****h ini masih saja mengelak rupanya” ujar wanita itu lagi lalu menarik rambut anne cukup keras hingga anne meringis.
“kau pembunuh yang kejam namun berlagak seperti bayi yang baru lahir” sela wanita lain yang juga berada di ruangan itu.
“penyihir ini seharusnya mendapat hukuman mati kan?” tanya wanita itu dengan posisi masih menjambak rambut anne
“lepas” pinta anne lembut
“apa, kau ingin lagi?” ujar wanita itu dengan tawa keras dan semakin menambah kekuatan dari cengkraman tangannya.
“to..long” jerit Anne namun bukannya merasa kasihan, mereka yang ada di dalam sana malah terbahak menyaksikan anne menitihkan air mata.
Anne tidak bisa melawan karena borgol yang mengaitkan tangannya tidak juga di lepaskan hingga dengan pasrah dia mendapatkan beberapa pukulan lagi dari sesama tersangka di ruangan itu.
Pukulan baru berhenti ketika seorang berseragam menghentikan aksi mereka. Orang itu menghentikan pun karena jengah mendengar gelak tawa dari mereka yang memukul anne.
Anne sudah sering mendatangi hingga menetap ditempat seperti ini namun kali ini yang terparah menurutnya. Entah akan berapa lama dia akan menetap dalam jeruji, menangis pun ternyata tidak menyelesaikan dari masalah ini.
Langit malam kembali berkuasa, setelah mendapatkan siksaan sekali lagi, anne akhirnya bisa tertidur lelap namun anehnya, mimpi akan ruangan yang gelap tidak berujung nyatanya kembali menghantuinya.
Jika sebelumnya anne merasa sangat frustasi di buatnya lalu bergerak sambil meraba-raba mencari ujung dari labirin tak kasat mata itu, kini anne hanya duduk tenang di tempatnya sambil meringkuk layaknya bayi dalam kandungan.
Tidak di kehidupan nyata maupun di dalam mimpi, kini anne menangis seorang diri dan semakin menangis ketika tubuhnya seketika terasa terbakar, jantungnya pun seolah terpacu cepat hingga anne kesulitan bernafas.
“aaaarrrrggggg” teriak anne keras untuk mengeluarkan rasa sakitnya.
“ahhh … ahh … ah..” desah anne sambil memeganggi d**a kanannya lalu semakin meringkuk semakin dalam.
“aaaaaaaaaaa” jerit anne lagi.
Rasa sakit nampak sangat nyata dan membuat anne kehilangan cara untuk melampiaskannya. Dalam ruang gelap itu, anne merasanya akan lenyap untuk selamanya nyatanya sama seperti cara Ibu angkatnya membangunkannya kini anne dalam posisi basa kuyup.
“kau b*****h yang sangat menyusahkan” ujar wanita yang sedari tadi memukulinya.
“ada apa ini?” tanya seorang pria berseragam biru gelap.
“dia berteriak-teriak dan menggangu tidur kami” adu wanita itu pada pria berseragam.
“kembali tidur” jawab pria itu lalu pergi dengan wajah muak sedangkan wanita itu malah membenturkan kepala anne ke tembok demi melampiaskan amarahnya.
Anne masih tidak bisa berkutik, tangannya masih saja terborgol. Bagi petugas, dia sangat berbahaya sehingga di perlakukan seperti itu nyatanya anne merasa di kecilkan atas perbuatan mereka padanya.
Dalam tangis, anne seketika mengingat tentang kehidupannya di kerajaan milik Michael. Di tempat itu, anne di selalu merasa ketakutan namun tidak seorang pun dari mereka melukainya.
Anne sedari dulu merasa itu adalah dunia kejam nyatanya dunia manusia adalah tempat yang paling menakutkan dari tempat mana pun, tanpa sadar dia menangis keras dan tanpa segan wanita itu malah menendang perut anne.
“Michael” panggil anne dengan suara lirih.
“maafkan aku”
“aku membutuhkanmu” desah anne lembut namun kalimat itu membuat anne terlelap.
Setiap kali anne tertidur, nyatanya dia akan dengan sendirinya kembali ke dalam ruang gelap dan sempit itu. Anne tertidur di alam nyata sedangkan di tempat itu, jiwanya terjaga hingga tidak terasa pagi kembali namun ada tetesan cairan langit ikut serta pagi ini.
Anne tidak bisa merasakan tetesan air yang jatuh ke bumi namun udara dingin kini membuat tubuhnya semakin bergetar karena kedingin. Perut kosong, lelah dan pakaian basah nyatanya suksem membuat anne kehilangan kesadarannya.
Entah berapa lama dia tidak sadarkan diri namun ketika matanya terbuka kembali, kini dia tersadar jika sedang terduduk di sebuah kursi dengan tangan bersandar di sadaran lengan tapi keduanya masih terborgol.
“apa ini?” ujar anne memberontak karena terkejut dengan apa yang terjadi dengan tubuhnya sekarang ini.
“kau sudah bangun rupanya” ujar seorang pria berpakaian putih dan di sekitarnya ada beberapa pria berseragam biru gelap.
“lepaskan saya” jerit anne dan terus berusaha berontak namun usahanya tidak membuahkan hasil yang dia inginkan.
Mereka tidak menjawab atau mengeluarkan suara, para pria berseragam biru malah memilih mengambil tempat dan duduk dengan tenang di sudut ruangan untuk mengawasi sedangkan pria berjas putih kini sedang menyentuh beberapa alat yang fungsinya belum Anne ketahui.
Kepala anne di pasangkan sebuah helem bewarna aluminium, ada beberapa kabar di sana dengan warna-warna yang berbeda, selain itu, juga ada kabal yang di pasangkan ke kedua tangan anne.
“baik, saya rasa kita bisa memulainya sekarang” ucap pria berjas putih.
Mendengar ucapan pria itu, anne semakin di buat ketakutan dan sekali lagi berusaha meloloskan diri dari kursi tersebut walaupun hasilnya tetap saja gagal. beberapa pria berseragam biru gelap memilih mengamati dengan intens sedangkan pria berjas putih mulai menekan salah satu tombol.
“jadi apa yang kau lakukan pada ayah angkatmu”
“aku tidak melakukan apa pun” jawab anne tanpa menghentikan usahanya meloloskan diri dari kursi.
Ketika anne menjelaskan ucapan itu, benda yang merupakan alat tes kebohongan tidak berfungsi sama sekali namun karena tidak percaya dengan ucapan Anne, salah satu pria berseragam biru menekan sebuah tombol lalu tidak lama setelahnya anne berteriak kencang karena dia tersenyat alus listrik.
“apa yang terjadi saat itu?”
“dia hampir memerkosa saya” jawab anne jujur dan di buktikan dengan alat tes yang tidak berfungsi.
“kau membunuhnya?”
“tidak” bantah anne.
Tes kebohongan menyatakan anne telah berkata jujur namun pria berseragam biru gelap masih tidak percaya hingga terus menyetrum anne hingga anne tidak sadarkan diri.
Kondisi anne sekarang ini sangat mengenaskan tubuhnya lelah, jiwanya tersiksa namun dia tidak bisa memberi bukti jika dirinya tidak bersalah. Apa yang terjadi pada pria berstatus ayah angkat anne di anggap sesuatu yang ganjil sehingga beberapa ilmuan ingin menelitinya.