“Moon Doddes apakah kau melihatku sekarang?. Inikah takdir yang kau siapkan untukku? Jika iya, maka jangan salahkan aku jika aku membencimu dan mengutukmu dengan semua kesengsaraan di ujung nyawaku. Kau sungguh tidak adil” ucap pria yang selalu di sapa alfa oleh para pelayan juga pengikutnya.
Pria itu menatap bulan dengan semua kebencian yang dia rasakan sekarang. Untuk sesaat dia memejamkan matanya dan membiarkan angin malam menerpa wajahnya. Dalam keheningan dirinya teringar akan kenangan masa lalu yang membuatnya berada di posisinya sekarang.
“saya Michael Walcess bersedia menjadi alpha Dallas moon pack dan berjanji akan menjadi pemimpin yang melindungi pack dengan nyawa saya sendiri” ucapan itu adalah ikrar dengan alpha tone-nya. Michael lalu mengambil belati di sebelah cawan dan menggoreeskan tangannya sampai darah keluar dan langsung jatuh kedalam cawan perak tersebut.
Darah tersebut sempat bersinar terang namun meredup kembali hingga membuat orang yang menyaksikan hal itu sedikit terkejut menyaksikannya. Sepertinya moon goddess merestui ritual ini namun ada hal yang kurang hingga cahaya tersebut meredup.
Para tetuah tertunduk dalam melihat ritual yang mereka lakukan akhirnya gagal dan semakin merasa tidak nyaman ketika cawaan emas tersebut bergerak-gerak dengan sendirinya lalu terjatuh hingga darah dalam cawaan tersebut tumpah.
Menyadari itu, Michael menjadi marah hingga meninggalkan ruang penobatan. Seharusnya itu adalah malam bersejarah untuk kerajaan dallas namun karena hal itu terjadi, nyatanya menjadi mimpi terburuk untuk Michael, apalagi saat sadar jika matenya adalah seorang manusia lemah.
Kenangan itu membuatnya semakin marah dan tanpa sadar menghancurkan pagar balkon yang di sentuhnya. Amarah itu masih saja berkobar namun suara ketukan pintu mengintupsi kegiatannya kali ini.
“ada apa” teriak Michael dengan sisa-sisa kemarahan yang dimilikinya.
“maafkan saya telah mengganggu kegiatan anda alfa” ucap pria yang berstatus sebagai betanya.
Michael tidak membuka suara. Dirinya hanya membalikkan tubuhnya agar bisa menatap pria yang baru saja memasuki ruang kerjanya dengan sopan. Tidak mendapat tanggapan, pria itu malah berkata
“saya baru saja mendatangi kamar nona Anne dan tabib mengatakan tubuhnya semakin lemah karena mendapat penyiksaan”
“penyiksaan” kata Michael dengan nada datar namun alis sebelah kanannya sedikit terangkat.
“ya alfa” jawab pria itu dengan sopan dengan postur tubuh sedikit menunduk juga tangan kananya menyentuh d**a.
“apa yang tidak kutahu” tanya Michael dengan senyum miring yang menakutkan di wajahnya.
“beberapa pelayan mengatakan jika mereka hanya mengituti perintah nona Sandra”
“Sandra?” kata Michael lagi dengan mata menyipit seolah mencari kebohongan pada pria yang ada di hadapannya.
“ya alfa” jawab pria itu.
“apa yang dilakukan Sandra pada wanita itu?” tuntut Michael kali ini.
Walaupun Michael belum mengakui juga menerima manusia yang telah di takdirkan untuknya sebagai matenya, Michael memilih acuh bahkan tidak ingin berurusan dengan sang wanita namun mengetahui seseorang lebih dulu darinya membuat Michael tersenyum miring dan itu bukan petanda baik.
“hanya memberi makan sekali dalam tiga hari, tidak di mandikan dalam seminggu dan dibiarkan terbaring dengan seluruh kotorannya sendiri” ujar pria itu dengan lirih karena sebenarnya masih banyak hal yang dilakukan oleh wanita yang bernama Sandra pada mate sang alfa.
Mendengar itu, Michael lagi-lagi hanya tersenyum miring lalu bergerak santai memasuki ruang kerjanya yang terbuhung dengan kamar tidur pribadinya. Bukannya marah atau bertindak pria itu malah membuka pakaiannya lalu membiarkan beberapa pelayan membersihkan tubuhnya di kamar mandi.
Pria yang berstatus beta dari Michael menyaksikan bagaimana pria itu begitu di manja oleh beberapa pelayan dan hampir tertidur di dalam bathub yang telah di isi dengan air s**u juga kelopak bunga mawar merah indah.
Setelah ritual mandi selesai, seperti biasanya sudah ada pelayan lain yang menunggunya lalu memasangkan pakaian tidur berbahan sutra dengan warna hitam sesuai warna kesukaan tuan mereka.
Semua itu tetap dalam pengasan sang beta. Pria itu tetap setia di sana sambil menunggu tuannya memberi perintah pergi namun saat pria itu merebahkan tubuhnya di pembaringan, perintah itu tak kunjung di berikan.
Pria itu sudah berbaring dengan nyaman, namun tidak kunjung menyelimuti dirinya atau menutup matanya. Dirinya malah mentap langit-langit kamar cukup lama dan itu masih dalam pengawan betanya yang terus berdiri di sudut ruangan dengan bibir terkatup rapat.
“bawakan beberapa wanita untuk melayaniku” titah Michael yang membuat beta sedikit terkejut.
“baik alfa” jawab beta sopan dan melangkah mundur sebanyak tiga kali lalu barulah membalikkan tubuhnya hingga benar-benar pergi.
Michael masih berbaring nyaman di tempatnya dan tidak lama setelahnya, pria yang di sapa beta kembali bersama beberapa wanita berpakaian minim dan wajah yang saling bersaing dengan kecantikan mereka.
“kami siap melayani anda alfa” ucap serempak beberapa wanita yang telah dibawa oleh beta.
Mereka semua menundukkan kepala sedikit dalam dengan posisi tangan kanan menyentuh d**a kiri. Melihat itu Michael hanya memasang wajah datar namun menggerakkan tangan seolah memanggil.
Mendapat isyarat itu, wanita-wanita tersebut melangkah dengan gaya centil mendekati Michael lalu menaiki tempat pembaringan sang alfa. mereka membuat seolah-olah Michael sedang di kepung dan tidak berdaya.
Tubuh Michael adalah incaran mereka. Ada yang sedang menjilati leher, meraba tubuh secara lembut, menggelus wajah, berusaha mengecup bibir, bahkan ada yang sedang menjilati bagian intim Michael yang sedang berdiri tegak.
Para wanita terus memberi rangsangan pada Michael namun Michael yang memejamkan mata seolah menikmati namun tidak terdengar suara desahan dari bibir pria itu. Michael bahkan layaknya patung tanpa merespon kecupan-kecupan beberapa wanita.
Wanita-wanita itu terus berusaha, kegiatan mereka sedang panas-panasnya tiba-tiba pintu terbuka lebar. Tidak lama setelahnya seorang wanita bernama Sandra memasuki ruangan dengan amarah yang terlihat sangat jelas di wajahnya.
“alfa, saya lebih dulu menawarkan diri untuk anda” sembur wanita itu dengan kemarahannya.
“ogh kau datang rupanya” sahut Michael dengan wajah datar.
“pergi” teriah Sandra memberikan perintah pada wanita-wanita penghibur.
“siapa kau hingga layak memberi perintah” sela Beta yang sedari tadi diam di sudut ruangan.
“diam kau” tunjuk Sandra pada Beta.
Mendengar kalimat itu, beta hanya tersenyum miring menatap Sandra dengan berutal menarik satu persatu wanita penghibur turun dari tempat tidur Michael. Awalnya wanita itu hanya diam namun karena Michael diam saja, seseorang dari mereka melawan.
“bukan kau yang memanggilku dan kau bukan mate dari alfa jadi punya hak apa kau mengusirku dari sini” jawab wanita penghibur itu.
“sialan. Wanita rendahan seperti kau tidak layak untuk menatap alfa” bentak Sandra lagi sambil menjambak rambut wanita itu.
“kau hanya anak pejabat kau pikir boleh menghina kami” umpat wanita penghibur sambil terus berontak dan ikut membalas perbuatan Sandra.
“kalian wanita hina bahkan lebih hina di banding sampah” Jerit Sandra acuh tapi itu sukses membuat wanita lainnya ikut terpancing dan membantu teman mereka.
Michael dan Beta tidak ada niat melerai atau menghentikan mereka, Begitu pun dengan mereka, Tidak ada yang peduli dengan kondisi mereka, tidak ada yang niat berhenti. Michael malah dengan santainya menggunakan kembali pakaiannya dan terus menyaksikan Sandra di kroyok oleh wanita penghibur.
Tidak ada yang peduli dengan kondisi mereka. tidak ada dari mereka pun yang menggunakan pakaian namun ternyata itu tidak mengguranggi niat mereka untuk saling membunuh. Mereka memukuli Sandra, meludahi, meremas bahkan menghancurkan pakaian yang melekat di tubuh Sandra hingga Sandra sama seperti wanita-wanita itu.
Sandra merebut pedang yang ada di tubuh beta sedangkan wanita-wanita itu meraih benda secara acak untuk di lemparkan ke Sandra. Perkelahian antara mereka semakin seru karena Sandra berhasil membunuh salah satu wanita penghibur dengan pedang yang di genggamnya.
Menyaksikan itu, wanita-wanita penghibur makin berang dan semakin semangat untuk melumpuhkan Sandra. Permainan baru selesai saat Sandra sudah terkapar tidak berdaya dengan darah yang mengalir deras keluar dari tubuhnya.
“sangat menarik. Bersihkan semuanya” ujar Michael santai lalu memejamkan mata dan benar-benar tertidur nyenyak di pembaringannya.