Kekacuan yang di sebabkan oleh beberapa wanita itu akhirnya di bersihkan oleh beberapa pelayan sedangkan pemilik kamar tidur dengan tenang di atas tempat tidur.
Pria yang menjadi mengikut setia dari pemilik kerajaan hanya bisa duduk sambil berpangku dagu memperhatikan satu persatu pelayan menyeret beberapa tubuh dengan tetesan darah yang masih mengalir di tubuh mereka.
sejak kecil, dia sudah mengikuti pria itu sekaligus menjadi teman bermain naum hari ini beta sepertinya lupa jika mereka memang bertubuh manusia namun mereka adalah werewolf.
Jiwa dan sifat binatang melekat pada mereka dan itu di anggap sebagai alamiah bagi mahluk abadi seperti mereka.
Seperti malam pertukaran darah, beberapa ahli sihir sedang berkumpul di sebuah ruangan gelap namun cahaya merah menyinari ruangan itu. Salah satu sosok yang ada di ruangan itu adalah Michael. Michael duduk tenang melihat parah tetua menyiapkan ritual.
Persiapan ritual belum juga selesai namun beberapa prajurit memasuki ruangan dan ternyata sedang menggotong sebuah sosok yang terlihat sangat lemah. di baringkannya sang wanita di tempat pembaringan yang posisinya tidak jauh dari Michael.
“apa bedanya dia dengan bangkai” kata Michael sarkis.
“kali ini, luna sudah bisa melihat alfa namun butuh beberapa hari lagi untuk menyembuhkan kelumpuh annya” terang salah satu ahli sihir sekaligus tabib yang ada di ruangan itu.
Mendengar kalimat itu, Michael mendekatkan wajahnya pada Anne yang berbaring dengan tubuh bergetar dan mata membulat saat saling bersitatap dengan Michael.
“kenapa harus kau yang menjadi mateku” ujar Michael dengan wajah tidak sukanya.
Setelah mendengar itu, anne di buat semakin ketakutan. Mata yang awalnya membulat karena bersitatap dengan Michael kini terpejam rapat apa lagi saat Michael mengapit wajah anne denga ibu jari dan telunjuknya.
“buruk rupa” kata Michael santai.
Tidak ada yang berani membuka suara, semua sosok yang ada di dalam ruangan itu mendengar jelas ucapan dari pemimpin mereka namun memilih acuh dan tetap mengerjakan persiapan ritual sedangkan Anne hanya melapalkan permohonan pada sang pencipta sedari tadi.
Tidak membutuhkan waktu lama, semua tetuah sudah berdiri di tempat mereka masing-masing. Mereka mengelilingi sebuah symbol yang mereka anggap sebagai lambing kesucian juga sesuatu yang sakral. Tanpa di sentuh, tubuh ringkih mililk Anne melayang untuk bergerak menuju lingkaran tersebut.
Anne sudah berbaring di dalam lingkaran itu namun dirinya semakin takut menyadari semua orang berdiri menjulang menggelilingi tubuhnya namun anne tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak bisa bergerak sama sekali.
Dari bawah, anne bisa melihat semua wajah-wajah pria yang mengelilingginya dengan jelas dan itu membuat anne semakin ketakutan sedangkan mereka tanpa ragu melapalkan kata secara terus menerus.
Awalnya anne hanya merasa ketakutan namun saat beberapa obor mengeluarkan terbakar lebih besar dari sebelumnya, dan mengeluarkan cahaya yang sangat terang juga memberi rasa panas berlebih, tanpa bisa anne cegah dirinya berteriak keras.
Sekali lagi tubuh anne melayang namun tidak hanya melayang melainkan anne merasa seluruh tubuhnya akan remuk sebentar lagi. seluruh tulang belulungnya bunyi dan seluruh tubuhnya terasa terbakar.
Nyawa anne serasa akan hilang sebentar lagi namun Michael dengan santainya menyayat tangan anne hingga menggeluarkan darah dengan jumlah yang sangat banyak.
Diambang kesadarannya, anne memohon agar kematiannya di percepat namun itu tidak juga terjadi. Urat nadi yang telah terpotong terus mengeluarkan darah lalu di biarkan di tampung dalam sebuah wadah bewarna emas menyala.
Anne merasakan kesakitannya teramat sangat, tetapi jangankan untuk menjerit kesakitan, bergerak saja anne tidak bisa. Sedari tadi nafas anne sudah tersental-sental tetapi tidak ada yang peduli akan hal itu.
Beberapa pria berbaju aneh dan berjanggut putih terus mengucapkan kata-kata yang seolah bisa menembus otak Anne. Anne sudah mengharapkan kematian, dia sudah tidak bisa menahan apa yang terjadi pada tubuhnya.
Tidak hanya cahaya obor yang menjadi sangat terang, langit yang awalnya gelap namun kini telah berubah menjadi terang dan itu sukses membuat anne bisa menjerit kesakitan.
Entah kekuatan dari mana namun suara jeritan anne sempat membuat konsentrasi para tetuah buyar namun hanya sesaat. Tidak lama setelah itu, mereka kembali menyebutkan mantra-mantra itu hingga membuat anne muak mendengarnya.
Tidak ada yang peduli dengan kondisi anne, tidak ada yang mau menghentikan ritual mereka walaupun langit yang tadinya berubah terang kini sudah berganti lagi degan langit malam yang di penuhi bintang-bintang.
Perubahan langit malam dan siang terasa hanya sebentar bahkan tidak membutuhkan waktu semenit namun bagi anne penyiksaan yang di rasakannya sudah memakan waktu berabad-abad. Pergantian antara matahari dan bulan sudah terjadi hampir tujuh kali namun kegiatan itu tidak kunjung berhenti.
Anne sangat yakin jika darahnya tidak lagi menetes namun anehnya dia masih bisa bernafas bukannya mati dan meninggalkan tempat ini. Tidak tahu ritual sudah selesai atau memang ritualnya menjadi gagal karena Pria-pria yang tadinya dengan serius membaca mantra hilang dengan sendirinya.
Tubuh anne yang sedari tadi melayang kini terjatuh dan anne bisa merasakan kerasnya lantai hingga membuatnya memuntahkan darah. Anne pikir dia sudah tidak memiliki darah di tubuhnya namun ternyata tebakanya salah.
Walaupun semua pria berbaju aneh itu telah pergi, Michael dan Betanya masih setia di ruangan itu. Anne menatap Michael dengan penuh harap namun dengan santainya Michael beralu bergerak mendatangi wadah yang menampung semua darah milik Anne.
Anne menyaksikan bagaimana Michael meminum habis seruluh cairan dan setelah menghabiskan hintta tets terakhir, dengan angkuhnya Michael membuang wadah itu dan berlalu dengan suara tawa yang membuat bulu kudu Anne merinding.
Kini anne hanya bisa berbaring lemah namun sedikit lega karena siksaan yang membuat tubuhnya terasa hancur berkeping-keping itu telah ia lalu i walau derai air mata dan rasa sakit yang tak kunjung hilang.
Entah berapa lama anne tidak sadarkan diri. Anne terbangun saat merasakan tubuhnya kini basah dan yang membuatnya membulatkan mata adalah, saat tubuhnya kini di kelilinggi beberapa wanita.
Ternyata saat ini, anne sedang di mandikan menggunakan cairan khusus dan beraroma aneh. Walaupun anne baru pertama kali menghirup aroma itu, jujurnya saat salah satu dari mereka memijat tubuhnya, rasa sakit itu seketika berangsur-angsur membaik.
Anne sampai memejamkan mata sesaat tapi saat seseorang menyentuh bagian intim anne lalu menggosokkan sebuah benda yang menurut anne mirip seperti bagian intim pria, anne membulatkan mata lalu menggeleng-gelengkan kepala sebagai penolakan.
Yang terpikirkan oleh anne adalah, mereka akan memasukkan benda itu kedalam pusat intinya namun ternyata tidak demikian. Orang yang tadinya membawa benda itu hanya melapalkan sebuah kalimat hingga benda itu melayang dan melekat di pusat inti anne.
Anne berteriak keras untuk meminta wanita itu melepaskan benda itu dari bawah sana, namun seluruh wanita yang memandikannya hanya tertawa meremehkan. Anne tidak mengerti maksud dan tujuan mereka melakukan itu.
Anne masih ingat jelas jika dirinya pergi dan berlari dari beberapa orang yang mengejarnya karena tidak ingin di lecehkan namun ternyata anne tidak berakhir ditangan pria berpropesi sebgai rentenir melaikanhancur di tangan wanita-wanita yang menggunakan pakaian pelayan.
Anne hanya bisa menangis tersedu-seduh dengan air mata yang terus menetes dan bercampur dengai air mandinya. Benda itu hanya melekat di sana, namun anne bisa merasakan benda itu bergerak-gerak dan seolah menyerah sesuatu di dalam diri anne.
Anne benar-benar khawatir jika benda itu bergerak masuk lalu menghancurkan keprawanannya tapi saat benda itu hanya melekat lalu tidak lama setelahnya terjatuh kedalam air dan tenggelam.
Awalnya anne menghembuskan nafas secara kasar dari mulutnya sebagai bentuk jika dia lega sekaligus terkejut bukan main mengalami hal ini namun ternyata permainan belum selesai.
Benda yang awalnya tergelam dalam air itu seketika naik ke permukaan lalu mengeluarkan sebuah cairan darah dengan jumblah yang yang sangat banyak.
Hal itu sekali lagi membuat anne membualatkan mata namun tidak dengan wanita-wanita berpakaian pelayan. Mereka terlihat sangat puas lalu dengan santainya membuat anne bangkit dari bathub lalu di siram dengan air bersih.
Anne tidak menyangka jika kini kakinya bisa di gunakan lagi dan yang lebih membuat anne binggung adalah, ketika dia melihat pantulan dirinya di cermin, sosok yang dilihatnya di cermin seolah bukan dirinya.