Clara menatap tidak percaya pada dokter wanita yang sedang menjelaskan keadaan sahabatnya. Jantungnya seolah sedang bermaraton ketika bersitatap dengan dokter cantik di hadapannya, Wanita bernama Clara itu terkejut mendengar apa yang dokter ucapkan.
Awalnya, Clara mendapati sahabatnya tergeletak di dalam rumah kontrkannya dengan kondisi tidak sadarkan diri. kata tetangga kontrakan, mereka beberapa hari ini tidak melihat anne keluar dari kamar.
Mereka menyangka jika Anne berpergian, namun Clara yang merupakan sahabat sekaligus teman satu kontrakan mendapatkan anne terbaring tapi sudah tidak bernyawa, Clara juga beberapa orang membawa tubuh ringkih itu kerumah sakit terdekat.
Sesampainya di rumah sakit, Anne di periksa dengan sangat teliti namun beberapa orang menatap tubuh anne dengan curiga dan rasa tidak percaya.
“Wanita ini sudah meninggal” ucap wanita yang memeriksa tubuh Anne.
“Apa?” jerit clara tidak percaya.
“Jantungnya sudah tidak berdetak, dan tidak memiliki nafas” terang wanita itu lagi.
Mendengar itu, Clara hanya membekap bibirnya sangat kuat agar suara tangisnya tidak menggangu pasient lain nyamun seketika Clara berkata
“Jika dia sudah meninggal, wajahnya tidak pucah bahkan tubuhnya masih terasa hangat dokter”
“Itulah yang membuat saya tidak mengerti” jelas dokter itu “dan yang membuat saya tidak mengerti adalah, sepertinya wanita ini hamil”
“Apa?” jerit Clara tanpa sadar.
“Tolong bawa wanita ini ke dokter Vera” Perintah wanita itu pasa seseorang yang berpakaian perawat.
“baik Dokter” jawab Wanita yang di perintahkan.
Clara yang melihat itu di buat tidak tahu apa yang harus di kerjakannya. Sekarang ini, dia bingung mendengar jika sahabatnya meninggal tapi setelahnya dia mendengar kabar tentang kehamilan Anne.
Hal ini tidak bisa Clara percaya namun Clara semakin tidak bisa dibuat percaya ketika setibanya mereka di ruangan Dokter Vera yang merupakan dokter kandungan, DokterVera berkata
“wanita ini benar hamin dan usia kandungannya baru sebulan” Ucap Dokter Vera dengan lirih.
“wanita ini tidak lagi bernafas dan jantungnya sudah berhenti berdetak namun janin dalam kandungannya seperti sangat-sangat sehat”
“apa maksud anda”
“ini adalah penemnuan yang menabjukan dan lihatlah, tidak hanya ada seorang anak melaikan tiga orang anak yang sedang hidup dalam Rahim wanita ini” jelas Dokter Vera sambil menunjukkan hasil USG.
“Anda yakin teman saya ini benar-benar meninggal dokter?”
“sangat”
“lalu bagaimana bisa…” ujar Clara terpotong karena dokter yang tadinya menanggani Anne di UGD datang dan berkata
“aku sudah menghubungi salah satu ilmuan. Ini adalah kasus yang langka dan harus diteliti” ujar wanita itu dengan penuh semangat namun itu membuat Clara menatap Anne dengan pandangan khawatir.
Clara mengakui jika ini adalah hal yang aneh untuk seorang manusia tapi Clara tidak akan setuju jika sahabatnya ini dijadikan sebagai bahan telitian. Dengan sangat erat Clara lalu memeluk tubuh sahabatnya lalu berkata
“saya tidak setuju rencana kalian” bentak Clara pada dua dokter itu.
“tenanglah nona. Ini tidak akan membahayakan rekan anda”
“kalian bohong” bentak Clara lagi lalu berusaha memapah tubuh lemah Anne untuk turun dari tempat tidur tapi beberapa orang berusaha menghalangi.
Beberapa pria berseragam security mencoba menghentikan Clara saat Clara akan keluar dari pintu ruangan dokter Vera, namun Clara tidak kehabisan Akal. Didudukkannya Anne di sebuah kursi roda lalu dia menelpon seseorang untuk mendatanginya.
Orang yang tadinya datang bersama Clara akhirnya datang lalu membantu Clawa membawa tubuh Anne untuk meninggalkan ruangan itu. Para dokter, security juga perawat yang berada di tempat itu tidak bisa menghalangi mereka karena Clara mengancam jika mereka mendekat, Clara akan menusuk perut Anne dengan pisau lipat yang selalu dibawanya kemana-mana.
Dengan sangat terpaksa, semua orang membiarkan dua orang itu pergi dengan membawa tubuh Anne namun dokter Vera tidak kehabisan akal. Ditelponnya kembali seseorang untuk mendapatkan identitas Anne juga Clara.
Mereka berniat menculik tubuh Anne dan membawanya ke salah satu labolatorium untuk mereka periksa. Dokter Vera masih menunggu seseorang memberikan info lengkap tentang Clara dan Anne sedangkan Clara sudah membawa tubuh ringkih itu menuju kebandara.
“Bagaimana ini?”Tanya pria bernama Heru pada Clara
“Apa yang terjadi?” Ujar Helu malah balik bertanya.
“Aku juga tidak mengerti dengan ini. Kau tahu, Anne dikatakan meninggal tapi dia mengandung”
“apa?”
“sudah berapa bulan?”
“bulan pertama” jawab Clara lirih.
“kau bodoh, ini masa yang masih sulit untuk janin yang ada di dalam rahim Anne dan membawanya menggunakan pesawat bisa saja mencelaikai anne dan bayinya”
“jadi apa yang harus kita lakukan” kata heru lagi lalu membuat mobil berputar untuk menjauh dari bandara”
“kau akan membawa kami kemana?” tanya Clara binggung
“pulang, kita harus membiarkan Anne istirahat” bentak Heru
“kau tidak dengar apa yang ku katakan ya?. Winda hamil tapi kondisinya tidak seperti biasanya” kata Clara balik membentak Heru. “Kau seorang dokter yang bisa menangani kesehatan Anne dan anaknya?” Ucap Clara lagi.
“kau membuatku tidak mengerti dan berhenti berteriak padaku” ucap Heru geram lalu memusatkan pandangannya ke depan.
Sekarang ini mereka melalui jala tol. Perjalanan mereka tergolong lancar namun itu hanya sesaat karena setibanya mereka di rumah kontrakan, mereka melihat beberapa orang sudah menunggu mereka.
“kau lihat, mereka sudah mengawasi kita. Jadi apa yang harus kita lakukan?”
“sebenarnya kita dalam situasi apa?” tanya heru binggung dan sedikit berputus asa.
“kembali ke bandara dan dengan sangat terpaksa kita harus berangkat bagaimana pun caranya”
“lalu kemana kita akan pergi?”
“ke kota xxx di sana aku punya kenalan dokter”
“kau yakin dia bisa menolong kita?”
“kurasa” Jawab Clara dengan suara lirih karena sebenarnya dia tidak terlalu yakin dengan ucapannya.
Mau tidak mau, Heru kembali mengemudikan mobilnya untuk ke bandara. Sepanjang perjalanan, Clara tidak berhenti memperhatikan mobil yang melaju bersama mereka.
Clara khawatir jika mobil yang ada di belakang atau di depan mereka adalah salah satu suruhan para dokter yang akan menangkap mereka.
Walaupun sedikit cemas, Heru terus mengemudikan mobil hingga mereka tiba di bandara sekali lagi. dengan kecepatan sedang, Heru memasuki gerbang bandara lalu tidak lama setelahnya, mereka akhirnya tiba di parkiran
Dengan susah payah Clara menurunkan tubuh Anne dari mobil sedangkan heru bertugas menurunkan barang juga mengawasi sekitar. Dengan terburu-buru, akhirnya mereka memasuki pintu keberangkatan dan membeli tiket untuk mereka bertiga
Beberapa orang sempat menatap mereka dengan curiga namun itu hanya berlaku sesaat karena pesawat mereka akhirnya akan berangkat ke kota tujuan mereka. Sebelum memasuki pesawat, Clara sudah menghubungi seseorang dan meminta untuk di jemput ketika mereka sudah tiba.
Seseorang yang ditelpon Clara mengiyakan dan katanya akan menolong mereka. Dengan hati lega, akhirnya clara dan heru bisa duduk nyaman di kursi pesawat. Pesawat berangkat dengan tenang.
Sungguh hari ini adalah hari yang paling mengejutkan bagi clara dan Heru. Sepanjang perjalanan Clara menjelaskan secara detail kondisi Anne dan apa yang ingin para dokter itu lakukan pada tubuh Anne.
Jujurnya Heru merasa jika Clara sedang berbohong padanya namun mau tidak mau Heru mengikuti keinginan Clara karena dia sudah terjebak dalam situasi ini. Entah seperti apa yang akan terjadi pada mereka namun heru lebih khawatir jika benar anne telah meninggal dan mereka tetap membawa Anne kemana-mana bukan menguburkannya sesegera mungkin.