cukup lama kami hanya saling menatap tanpa gerakan hingga tiba-tiba dirinya bergerak dari bawah, mendorong kejantanannya benar-benar tenggelam di dalam sana dan itu membuatku mendesah, bukan karena menikmati tapi sungguh rasanya begitu sakit.
aku tak tahu kemana kenikmatan yang diumbar-umbar oleh pemeran seks disana, rasanya sakit hingga sebuah gelombang aneh datang secara teratur seiringan dengan gerakannya yang semakin cepat menghantamku aku histeris meneriakkan namanya sesuai perintah.
berulang-ulang kami lakukan dan berulang-ulang juga jeritanku terdengar. cairan itu tumpah ruah didalamku lalu meleleh jatuh karena saking penuhnya. tubuhku seakan kehilangan tulang, tusukannya semakin nikmat namun ragaku sudah tak mampu sekokoh sebelumnya. segala pose telah kami lakukan.
tubuhku memerah bukan karena kepanasan namun bekas tangan, hingga cambukan juga hisapan dikulitku tersebar dimana-mana. aku sudah lunglai tak bertenaga sedangkan laki-laki itu tersenyum dengan bangganya.
kututup malam ini dengan rasa campur ruah dan ketika mataku terbangun karena terik matahari aku bergegas beranjak darinya. bajuku hancur tak tersisa, kupungguti kemeja dan celana panjangnya.
kakiku melangkah tertatih-tatih, hampir semua orang kini sedang memerhatikan aku yang kacau balau. rambutku masih berantakan, leherku jelas nampak ruam-ruam bekas percintaan semalam walau sudah ku usahakan tertutup.
sebuah taksi telah menurunkan seorang penumpang lalu tanpa aba-aba tumpanggi mobil itu hingga ke kosan milik salah satu teman. namanya clara, claralah yang membantuku bekerja di clab malam itu, padanya ku ceritakan kronologis dan semuanya tanpa kekurangan sedikitpun disana.
dirinya menggumpatiku namun tetap menolong dengan menampungku selama 3 hari. butuh waktu aku untuk menenangkan diri, setelah itu barulah aku kembali ke panti asuhan. banyak pertanyaan yang di lontarkan ibu panti namun kututupi dengan sedikit kebohongan.
pada ibu panti aku berkata jika sibuk menggerjakan tugas akhir jadi lupa pulang, untungnya dia percaya, setelah kejadian itu aku berusaha bekerja seperti biasanya namun tidak lagi untuk mendatanggi club malam, ada traumatis karena malam itu.
semuanya nampak biasa-biasa saja hingga suatu hari aku menggalami morningsick secara teratur dan menggundang kecurigaan ibu panti tapi kututupi lagi dengan kebohongan. pada ibu panti aku berkata maghku kambuh karena stress tugas akhirku belum selesai dan lagi-lagi dia percaya.
sekali lagi kudatangi clara dan menceritakan semuanya. clara menyarankanku memeriksakannya kedokter namun aku takut. tespacklah pelarian kami dan hasilnya positif. aku begitu syok menggetahui hasilnya, aku meraung-raung dihadapan clara, tapi clara tidak memiliki solusi untuk menenangkanku, hingga tidak lama setelahnya dia menyarankanku untuk menggaborsi janin itu.
aku sempat menggiyakan, dan setelah mencari saran dari beberapa kenalan clara tibalah kami disalah satu tempat praktek yang membantu aborsi. sudah ada dua orang wanita ketika aku sampai, namun ketika aku baru merapatkan bokongku dikursi terdengar jeritan dan sumpah serapa didalam ruangan itu.
jeritan itu masih terdengar jelas, rasa takut seketika menghantamku tapi belum hilang rasa itu, tiba-tiba seorang suster keluar dari ruangan lalu tidak lama dia kembali dengan beberapa orang lain yang sepertinya membawa kantong darah. melihat itu aku seketika berdiri dan meninggalkan tempat itu tanpa memperdulika teriakan dari clara.
terjadi sedikit perdebatan antata aku dan clara namun aku telah memutuskan akan membatalkan niatku melakukan aborsi karena takut. sekarang pikiranku kacau balau, aku takut aborsi membuatku mati konyol tapi aku juga malu hadir di hadapan ibu maria dan menggakui kesalahanku sungguh aku takkan pernah sanggup akan hal itu.
mobil telah melaju kembali kekosan milik clara dan aku tenggah berbaring memangdanggi langit-langit kosan clara. ide gila seketika menghantam otakku, iya aku ingat jika setelah kejadian itu notip sms bangking dengan jumlah hampir 1 milyar datang dengan sendirinya.
awalnya aku tak ingin mengunakan uang itu karena terhina namun rasa itu telah kutelan dengan bulat-bulat. aku membutuhkan uang untuk hidupku kini toh aku takkan bisa tetap tinggal di panti asuhan itu setelah menghancurkan diri sendiri.
kukemasi diriku lalu kembali ke panti asuhan. lagi dan lagi ku bohonggi ibu maria. padanya aku menggatakan mendapatkan tawaran kerja dari seniorku dengan upah banyak. ibu mariah enggan membiarkanku pergi namun dengan segala bujukan aku benar-benar pergi.
aku sudah tiba dibandara namun aku binggung akan kemana nasib membawaku kini.
cukup lama kami hanya saling menatap tanpa gerakan hingga tiba-tiba dirinya bergerak dari bawah, mendorong kejantanannya benar-benar tenggelam di dalam sana dan itu membuatku mendesah, bukan karena menikmati tapi sungguh rasanya begitu sakit.
aku tak tahu kemana kenikmatan yang diumbar-umbar oleh pemeran seks disana, rasanya sakit hingga sebuah gelombang aneh datang secara teratur seiringan dengan gerakannya yang semakin cepat menghantamku aku histeris meneriakkan namanya sesuai perintah.
berulang-ulang kami lakukan dan berulang-ulang juga jeritanku terdengar. cairan itu tumpah ruah didalamku lalu meleleh jatuh karena saking penuhnya. tubuhku seakan kehilangan tulang, tusukannya semakin nikmat namun ragaku sudah tak mampu sekokoh sebelumnya. segala pose telah kami lakukan.
tubuhku memerah bukan karena kepanasan namun bekas tangan, hingga cambukan juga hisapan dikulitku tersebar dimana-mana. aku sudah lunglai tak bertenaga sedangkan laki-laki itu tersenyum dengan bangganya.
kututup malam ini dengan rasa campur ruah dan ketika mataku terbangun karena terik matahari aku bergegas beranjak darinya. bajuku hancur tak tersisa, kupungguti kemeja dan celana panjangnya.
kakiku melangkah tertatih-tatih, hampir semua orang kini sedang memerhatikan aku yang kacau balau. rambutku masih berantakan, leherku jelas nampak ruam-ruam bekas percintaan semalam walau sudah ku usahakan tertutup.
sebuah taksi telah menurunkan seorang penumpang lalu tanpa aba-aba tumpanggi mobil itu hingga ke kosan milik salah satu teman. namanya clara, claralah yang membantuku bekerja di clab malam itu, padanya ku ceritakan kronologis dan semuanya tanpa kekurangan sedikitpun disana.
dirinya menggumpatiku namun tetap menolong dengan menampungku selama 3 hari. butuh waktu aku untuk menenangkan diri, setelah itu barulah aku kembali ke panti asuhan. banyak pertanyaan yang di lontarkan ibu panti namun kututupi dengan sedikit kebohongan.
pada ibu panti aku berkata jika sibuk menggerjakan tugas akhir jadi lupa pulang, untungnya dia percaya, setelah kejadian itu aku berusaha bekerja seperti biasanya namun tidak lagi untuk mendatanggi club malam, ada traumatis karena malam itu.
semuanya nampak biasa-biasa saja hingga suatu hari aku menggalami morningsick secara teratur dan menggundang kecurigaan ibu panti tapi kututupi lagi dengan kebohongan. pada ibu panti aku berkata maghku kambuh karena stress tugas akhirku belum selesai dan lagi-lagi dia percaya.
sekali lagi kudatangi clara dan menceritakan semuanya. clara menyarankanku memeriksakannya kedokter namun aku takut. tespacklah pelarian kami dan hasilnya positif. aku begitu syok menggetahui hasilnya, aku meraung-raung dihadapan clara, tapi clara tidak memiliki solusi untuk menenangkanku, hingga tidak lama setelahnya dia menyarankanku untuk menggaborsi janin itu.
aku sempat menggiyakan, dan setelah mencari saran dari beberapa kenalan clara tibalah kami disalah satu tempat praktek yang membantu aborsi. sudah ada dua orang wanita ketika aku sampai, namun ketika aku baru merapatkan bokongku dikursi terdengar jeritan dan sumpah serapa didalam ruangan itu.
jeritan itu masih terdengar jelas, rasa takut seketika menghantamku tapi belum hilang rasa itu, tiba-tiba seorang suster keluar dari ruangan lalu tidak lama dia kembali dengan beberapa orang lain yang sepertinya membawa kantong darah. melihat itu aku seketika berdiri dan meninggalkan tempat itu tanpa memperdulika teriakan dari clara.
terjadi sedikit perdebatan antata aku dan clara namun aku telah memutuskan akan membatalkan niatku melakukan aborsi karena takut. sekarang pikiranku kacau balau, aku takut aborsi membuatku mati konyol tapi aku juga malu hadir di hadapan ibu maria dan menggakui kesalahanku sungguh aku takkan pernah sanggup akan hal itu.
mobil telah melaju kembali kekosan milik clara dan aku tenggah berbaring memangdanggi langit-langit kosan clara. ide gila seketika menghantam otakku, iya aku ingat jika setelah kejadian itu notip sms bangking dengan jumlah hampir 1 milyar datang dengan sendirinya.
awalnya aku tak ingin mengunakan uang itu karena terhina namun rasa itu telah kutelan dengan bulat-bulat. aku membutuhkan uang untuk hidupku kini toh aku takkan bisa tetap tinggal di panti asuhan itu setelah menghancurkan diri sendiri.
kukemasi diriku lalu kembali ke panti asuhan. lagi dan lagi ku bohonggi ibu maria. padanya aku menggatakan mendapatkan tawaran kerja dari seniorku dengan upah banyak. ibu mariah enggan membiarkanku pergi namun dengan segala bujukan aku benar-benar pergi.
aku sudah tiba dibandara namun aku binggung akan kemana nasib membawaku kini.