"kamu tuh kenapa dih dari tadi pagi uring-uringan mulu"
"pengen mati gua"
"jangan"
"sayang banget ya log sama gua sampai nentang gua mati?" kataku bercanda mencoba mengalihkan pikiran gila itu.
"ahahah ngarap banget" elakknya
"terus?"
"utang lo sama gua masih banyak, gua ngak terima kalimat, bapak-bapak ibu-ibu saudara-saudara kita yang bernama Mustika mutmainnah telah kembali ke rahmatullah, tolong jika ada sangkut paut dengan beliau tolong di iklaskan ya" kalimatnya dengan mimik wajah yang sangat menjijikkan.
"aisss kalian semua sama saja" rutukku melampiaskan perasaanku yang meradang
"lo kenapa lagi sih?"
"lo percaya ngak kalo gua bilang dah nikah?"
"ngak!"
"lani please deh gua serius"
"masalahnya lo cuman bilang nikah tapi kayak habis pipis, nyablak banget moncong lo ngomong khayalan lo"
"aisss terserah deh capek gua"
"terus lo ngapaen disini malem-malem bukannya balik ke rumah laki lo kalo lu dah nikah geblekkk?"
"gua juga ngak tahu!"
"ngak tahu gimana?"
"ngak tahu gua beneran nikah ma tu laki apa ngak?"
"maksud lo, lo amnesia gitu?"
"mulut lo anjing" teriakku berang dan melemparinya bantal
"terus?"
"gua ngak tahuuuuu linaa" jeritku frustasi sambil menggacak-acak rambutku
"lag lo mag cari masalah sekarang cerita ma gua lebih lengkapnya"
"gua binggung, gue juga ngak ngerti linaaa aduh apa yang harus ku jelaskan coba?"
"dari tadi lu bilang binggung mulu sebenarnya titik masalah lo dimana?"
"ya dilaki-laki itu"
"laki-laki yang mana?"
"laki yang bilang gua dah nikah linaaa siapa lagi?"
"gua heran lo selalu ngaku kalo lo dah nikah tapi nih, nih nih" katanya sembari menggangkat kedua tanganku sehingga membuat aku memamerkan jari jemariku yang kosong melompong, setelah itu dia kembali berkata
"ngak ada apa-apa di jari loh, terus buktinya apa kalo lo dah nikah?"
"nah itu dia" kataku menepuk tanganku seolah tersadar kesalahanku namun nyatanya tidak.
"apanya?"
"gua ma dia mm"
"mmm apa?"
"gua ngak tahu dia siapa soalnya?"
"gimana ceritanya, terus yang bilang log dah nikah itu siapa?"
"gua juga ngak tahu" kataku jujur
"kebanyakan ngak tahunya, diotak lu isinya apa sih?"
"gua juga ngak ngerti lina, otak gua juga ngak bisa nerima ini"
"terus orang itu bilang apa ke elo"
"dia cuman bilang gua dah nikah, gua dilarang deket dan menjalin hubungan dengan laki-laki mana pun"
"terus?"
"ya itu dia, dia cuman bilang itu ke gua"
"lu ngak hafal wajahnya?"
"yang gua nikahi alki atas nama Ahmad Hakimi Bin syaifulla tapi yang datangin gua wanita bernama azrina"
"terus?"
"dia cuman bilang kalo aku dan suamiku nikah sirih doang katanya?"
"udah deh, mumu bangunn wake up your dream, ngak akan ada laki-laki yang mau sama lo kecuali dia geger otak"
"sialan lu, gua seriusan lina, dia bilang gua dan orang itu dah nikah"
"kapan?" tanyanya kini lebih tenang dibanding tadi yang sangat menentang perkataanku.
"4 bulan lalu katanya"
"lag bukannya lo di dinegri orang saat itu?"
"nah itu dia yang buat gua bertanya-tanya!"
"gimana ceritanya?"
"aisss lo nanya mulu kayak polisi, binggung gua"
"dikit-dikit bingung, ini, itu binggung, ngak ngerti deh gua ma lo, apaan banget sih lu mu"
"ya emang gua lagi bingung lina saat itu gua mau jadi TKW di negri orang, tapi malah dibawa masuk ke dalam mesjid terus disana gua nunggu lama banget, nah gua kan sholat tug setelah gua sholat ngak kerasa gua ketiduran eghh pas bangun malah disuruh tanda tangan" jelasku rada kurang yakin.
"tanda tangan apa?"
"gua juga ngak ngerti linaa makanya gua binggung" jeritku
"terus?"
"nah orang yang bawa gua ke sana bilang orang yang tadinya mau memperkejakan gua batalin kontrak trus gua disuruh pulang lagi ke sini"
"trus lo percaya gitu aja?"
"jelas makanya lo bisa lihat gua disini saat ini" geramku.
"lagh itu udah kelar, lu mah memang lebay banget sih"
"masalahnya itu Lina, setelah pulang gua dikasih uang banyak, katanya itu uang ganti rugi mereka yang batalin kontrak"
"trus lo percaya lagi?"
"iyalah" kataku geram dengan pembicaraan kami ini. sungguh tragedi beberapa bulan lalu bisa memecahkan kepaku sebentar lagi
"terus apa lagi masalahnya maiemuna lebayyy" katanya menggejek.
"nah dia bilang, gua bisa hidup bebas dengan harta asal jangan buat kasus dan kasi tahu orang lain soal pernikahan kami"
"sekate-kate lu, lu anggep gua ini apa?"
"lu sukanya bilang anjing, nah itu lo menurut gua"
"sialan pulang luh" usirnya
"tolonglah lin, bentar lagi gua gila ini"
"terus?"
"tadi" kataku tapi belum menyelesaikannya lina segera memotong
"tadi?"
"tadi ada orang itu bilang, gua ngak boleh ninggalin indonesia dan kalo dia datang lagi gua harus siap tanda-tangan surat cerai"
"he' gimana ceritanya?"
"hiks hiks"
"jangan akting sekarang gila, gua penasaran banget ini"
"hiks hiks, lina gua harus bagaimana?"
"bagaimana apanya?"
"itu, itu surat nikah terus surat cerai masuk akal ngak si?"
"ngaklah gila lo, ogh ya lu emang saraf sedari lahir"
"gua serius lina"
"terus mau tuh orang apa?"
"ngak tahu"
"lo mah memang bego gitu gampangnya lu percaya ma orang lain sekarang lihat lu kena batunya kan? ngerepotin banget lo" katanya menghardik tanpa lupa menjitak kepalaku
"masalahnya dia punya bukti tanda tangan dan foto kami linaaaa"
"sekarang ma semuanya bisa diedit g****k, pulang gih" usirnya geram
"masalahnya gua juga rada-rada ingat kalo emang saat itu gua kayak ijab kabul"
"terus apa lagi si mu, gua ngantuk. dongeng lu bener-benar buat gua mau tidur"
"gua serius karlina aliran sesat"
"terus menurut lo, dia bener laki lo?"
"ngak tahu, gua ngak ngerti linaa
"aghh lo banyak tidak tahunya, pulang gih lo bikin gua stres aja"
"lina tolong gua"
"boro-boro nolong lo, hidup gua aja ngak ketolong sana"
"kamu tuh kenapa dih dari tadi pagi uring-uringan mulu"
"pengen mati gua"
"jangan"
"sayang banget ya log sama gua sampai nentang gua mati?" kataku bercanda mencoba mengalihkan pikiran gila itu.
"ahahah ngarap banget" elakknya
"terus?"
"utang lo sama gua masih banyak, gua ngak terima kalimat, bapak-bapak ibu-ibu saudara-saudara kita yang bernama Mustika mutmainnah telah kembali ke rahmatullah, tolong jika ada sangkut paut dengan beliau tolong di iklaskan ya" kalimatnya dengan mimik wajah yang sangat menjijikkan.
"aisss kalian semua sama saja" rutukku melampiaskan perasaanku yang meradang
"lo kenapa lagi sih?"
"lo percaya ngak kalo gua bilang dah nikah?"
"ngak!"
"lani please deh gua serius"
"masalahnya lo cuman bilang nikah tapi kayak habis pipis, nyablak banget moncong lo ngomong khayalan lo"
"aisss terserah deh capek gua"
"terus lo ngapaen disini malem-malem bukannya balik ke rumah laki lo kalo lu dah nikah geblekkk?"
"gua juga ngak tahu!"
"ngak tahu gimana?"
"ngak tahu gua beneran nikah ma tu laki apa ngak?"
"maksud lo, lo amnesia gitu?"
"mulut lo anjing" teriakku berang dan melemparinya bantal
"terus?"
"gua ngak tahuuuuu linaa" jeritku frustasi sambil menggacak-acak rambutku
"lag lo mag cari masalah sekarang cerita ma gua lebih lengkapnya"
"gua binggung, gue juga ngak ngerti linaaa aduh apa yang harus ku jelaskan coba?"
"dari tadi lu bilang binggung mulu sebenarnya titik masalah lo dimana?"
"ya dilaki-laki itu"
"laki-laki yang mana?"
"laki yang bilang gua dah nikah linaaa siapa lagi?"
"gua heran lo selalu ngaku kalo lo dah nikah tapi nih, nih nih" katanya sembari menggangkat kedua tanganku sehingga membuat aku memamerkan jari jemariku yang kosong melompong, setelah itu dia kembali berkata
"ngak ada apa-apa di jari loh, terus buktinya apa kalo lo dah nikah?"
"nah itu dia" kataku menepuk tanganku seolah tersadar kesalahanku namun nyatanya tidak.
"apanya?"
"gua ma dia mm"
"mmm apa?"
"gua ngak tahu dia siapa soalnya?"
"gimana ceritanya, terus yang bilang log dah nikah itu siapa?"
"gua juga ngak tahu" kataku jujur
"kebanyakan ngak tahunya, diotak lu isinya apa sih?"
"gua juga ngak ngerti lina, otak gua juga ngak bisa nerima ini"
"terus orang itu bilang apa ke elo"
"dia cuman bilang gua dah nikah, gua dilarang deket dan menjalin hubungan dengan laki-laki mana pun"
"terus?"
"ya itu dia, dia cuman bilang itu ke gua"
"lu ngak hafal wajahnya?"
"yang gua nikahi alki atas nama Ahmad Hakimi Bin syaifulla tapi yang datangin gua wanita bernama azrina"
"terus?"
"dia cuman bilang kalo aku dan suamiku nikah sirih doang katanya?"
"udah deh, mumu bangunn wake up your dream, ngak akan ada laki-laki yang mau sama lo kecuali dia geger otak"
"sialan lu, gua seriusan lina, dia bilang gua dan orang itu dah nikah"
"kapan?" tanyanya kini lebih tenang dibanding tadi yang sangat menentang perkataanku.
"4 bulan lalu katanya"
"lag bukannya lo di dinegri orang saat itu?"
"nah itu dia yang buat gua bertanya-tanya!"
"gimana ceritanya?"
"aisss lo nanya mulu kayak polisi, binggung gua"
"dikit-dikit bingung, ini, itu binggung, ngak ngerti deh gua ma lo, apaan banget sih lu mu"
"ya emang gua lagi bingung lina saat itu gua mau jadi TKW di negri orang, tapi malah dibawa masuk ke dalam mesjid terus disana gua nunggu lama banget, nah gua kan sholat tug setelah gua sholat ngak kerasa gua ketiduran eghh pas bangun malah disuruh tanda tangan" jelasku rada kurang yakin.
"tanda tangan apa?"
"gua juga ngak ngerti linaa makanya gua binggung" jeritku
"terus?"
"nah orang yang bawa gua ke sana bilang orang yang tadinya mau memperkejakan gua batalin kontrak trus gua disuruh pulang lagi ke sini"
"trus lo percaya gitu aja?"
"jelas makanya lo bisa lihat gua disini saat ini" geramku.
"lagh itu udah kelar, lu mah memang lebay banget sih"
"masalahnya itu Lina, setelah pulang gua dikasih uang banyak, katanya itu uang ganti rugi mereka yang batalin kontrak"
"trus lo percaya lagi?"
"iyalah" kataku geram dengan pembicaraan kami ini. sungguh tragedi beberapa bulan lalu bisa memecahkan kepaku sebentar lagi
"terus apa lagi masalahnya maiemuna lebayyy" katanya menggejek.
"nah dia bilang, gua bisa hidup bebas dengan harta asal jangan buat kasus dan kasi tahu orang lain soal pernikahan kami"
"sekate-kate lu, lu anggep gua ini apa?"
"lu sukanya bilang anjing, nah itu lo menurut gua"
"sialan pulang luh" usirnya
"tolonglah lin, bentar lagi gua gila ini"
"terus?"
"tadi" kataku tapi belum menyelesaikannya lina segera memotong
"tadi?"
"tadi ada orang itu bilang, gua ngak boleh ninggalin indonesia dan kalo dia datang lagi gua harus siap tanda-tangan surat cerai"
"he' gimana ceritanya?"
"hiks hiks"
"jangan akting sekarang gila, gua penasaran banget ini"
"hiks hiks, lina gua harus bagaimana?"
"bagaimana apanya?"
"itu, itu surat nikah terus surat cerai masuk akal ngak si?"
"ngaklah gila lo, ogh ya lu emang saraf sedari lahir"
"gua serius lina"
"terus mau tuh orang apa?"
"ngak tahu"
"lo mah memang bego gitu gampangnya lu percaya ma orang lain sekarang lihat lu kena batunya kan? ngerepotin banget lo" katanya menghardik tanpa lupa menjitak kepalaku
"masalahnya dia punya bukti tanda tangan dan foto kami linaaaa"
"sekarang ma semuanya bisa diedit g****k, pulang gih" usirnya geram
"masalahnya gua juga rada-rada ingat kalo emang saat itu gua kayak ijab kabul"
"terus apa lagi si mu, gua ngantuk. dongeng lu bener-benar buat gua mau tidur"
"gua serius karlina aliran sesat"
"terus menurut lo, dia bener laki lo?"
"ngak tahu, gua ngak ngerti linaa
"aghh lo banyak tidak tahunya, pulang gih lo bikin gua stres aja"
"lina tolong gua"
"boro-boro nolong lo, hidup gua aja ngak ketolong sana"
"kamu tuh kenapa dih dari tadi pagi uring-uringan mulu"
"pengen mati gua"
"jangan"
"sayang banget ya log sama gua sampai nentang gua mati?" kataku bercanda mencoba mengalihkan pikiran gila itu.
"ahahah ngarap banget" elakknya
"terus?"
"utang lo sama gua masih banyak, gua ngak terima kalimat, bapak-bapak ibu-ibu saudara-saudara kita yang bernama Mustika mutmainnah telah kembali ke rahmatullah, tolong jika ada sangkut paut dengan beliau tolong di iklaskan ya" kalimatnya dengan mimik wajah yang sangat menjijikkan.
"aisss kalian semua sama saja" rutukku melampiaskan perasaanku yang meradang
"lo kenapa lagi sih?"
"lo percaya ngak kalo gua bilang dah nikah?"
"ngak!"
"lani please deh gua serius"
"masalahnya lo cuman bilang nikah tapi kayak habis pipis, nyablak banget moncong lo ngomong khayalan lo"
"aisss terserah deh capek gua"
"terus lo ngapaen disini malem-malem bukannya balik ke rumah laki lo kalo lu dah nikah geblekkk?"
"gua juga ngak tahu!"
"ngak tahu gimana?"
"ngak tahu gua beneran nikah ma tu laki apa ngak?"
"maksud lo, lo amnesia gitu?"
"mulut lo anjing" teriakku berang dan melemparinya bantal
"terus?"
"gua ngak tahuuuuu linaa" jeritku frustasi sambil menggacak-acak rambutku
"lag lo mag cari masalah sekarang cerita ma gua lebih lengkapnya"
"gua binggung, gue juga ngak ngerti linaaa aduh apa yang harus ku jelaskan coba?"
"dari tadi lu bilang binggung mulu sebenarnya titik masalah lo dimana?"
"ya dilaki-laki itu"
"laki-laki yang mana?"
"laki yang bilang gua dah nikah linaaa siapa lagi?"
"gua heran lo selalu ngaku kalo lo dah nikah tapi nih, nih nih" katanya sembari menggangkat kedua tanganku sehingga membuat aku memamerkan jari jemariku yang kosong melompong, setelah itu dia kembali berkata
"ngak ada apa-apa di jari loh, terus buktinya apa kalo lo dah nikah?"
"nah itu dia" kataku menepuk tanganku seolah tersadar kesalahanku namun nyatanya tidak.
"apanya?"
"gua ma dia mm"
"mmm apa?"
"gua ngak tahu dia siapa soalnya?"
"gimana ceritanya, terus yang bilang log dah nikah itu siapa?"
"gua juga ngak tahu" kataku jujur
"kebanyakan ngak tahunya, diotak lu isinya apa sih?"
"gua juga ngak ngerti lina, otak gua juga ngak bisa nerima ini"
"terus orang itu bilang apa ke elo"
"dia cuman bilang gua dah nikah, gua dilarang deket dan menjalin hubungan dengan laki-laki mana pun"
"terus?"
"ya itu dia, dia cuman bilang itu ke gua"
"lu ngak hafal wajahnya?"
"yang gua nikahi alki atas nama Ahmad Hakimi Bin syaifulla tapi yang datangin gua wanita bernama azrina"
"terus?"
"dia cuman bilang kalo aku dan suamiku nikah sirih doang katanya?"
"udah deh, mumu bangunn wake up your dream, ngak akan ada laki-laki yang mau sama lo kecuali dia geger otak"
"sialan lu, gua seriusan lina, dia bilang gua dan orang itu dah nikah"
"kapan?" tanyanya kini lebih tenang dibanding tadi yang sangat menentang perkataanku.
"4 bulan lalu katanya"
"lag bukannya lo di dinegri orang saat itu?"
"nah itu dia yang buat gua bertanya-tanya!"
"gimana ceritanya?"
"aisss lo nanya mulu kayak polisi, binggung gua"
"dikit-dikit bingung, ini, itu binggung, ngak ngerti deh gua ma lo, apaan banget sih lu mu"
"ya emang gua lagi bingung lina saat itu gua mau jadi TKW di negri orang, tapi malah dibawa masuk ke dalam mesjid terus disana gua nunggu lama banget, nah gua kan sholat tug setelah gua sholat ngak kerasa gua ketiduran eghh pas bangun malah disuruh tanda tangan" jelasku rada kurang yakin.
"tanda tangan apa?"
"gua juga ngak ngerti linaa makanya gua binggung" jeritku
"terus?"
"nah orang yang bawa gua ke sana bilang orang yang tadinya mau memperkejakan gua batalin kontrak trus gua disuruh pulang lagi ke sini"
"trus lo percaya gitu aja?"
"jelas makanya lo bisa lihat gua disini saat ini" geramku.
"lagh itu udah kelar, lu mah memang lebay banget sih"
"masalahnya itu Lina, setelah pulang gua dikasih uang banyak, katanya itu uang ganti rugi mereka yang batalin kontrak"
"trus lo percaya lagi?"
"iyalah" kataku geram dengan pembicaraan kami ini. sungguh tragedi beberapa bulan lalu bisa memecahkan kepaku sebentar lagi
"terus apa lagi masalahnya maiemuna lebayyy" katanya menggejek.
"nah dia bilang, gua bisa hidup bebas dengan harta asal jangan buat kasus dan kasi tahu orang lain soal pernikahan kami"
"sekate-kate lu, lu anggep gua ini apa?"
"lu sukanya bilang anjing, nah itu lo menurut gua"
"sialan pulang luh" usirnya
"tolonglah lin, bentar lagi gua gila ini"
"terus?"
"tadi" kataku tapi belum menyelesaikannya lina segera memotong
"tadi?"
"tadi ada orang itu bilang, gua ngak boleh ninggalin indonesia dan kalo dia datang lagi gua harus siap tanda-tangan surat cerai"
"he' gimana ceritanya?"
"hiks hiks"
"jangan akting sekarang gila, gua penasaran banget ini"
"hiks hiks, lina gua harus bagaimana?"
"bagaimana apanya?"
"itu, itu surat nikah terus surat cerai masuk akal ngak si?"
"ngaklah gila lo, ogh ya lu emang saraf sedari lahir"
"gua serius lina"
"terus mau tuh orang apa?"
"ngak tahu"
"lo mah memang bego gitu gampangnya lu percaya ma orang lain sekarang lihat lu kena batunya kan? ngerepotin banget lo" katanya menghardik tanpa lupa menjitak kepalaku
"masalahnya dia punya bukti tanda tangan dan foto kami linaaaa"
"sekarang ma semuanya bisa diedit g****k, pulang gih" usirnya geram
"masalahnya gua juga rada-rada ingat kalo emang saat itu gua kayak ijab kabul"
"terus apa lagi si mu, gua ngantuk. dongeng lu bener-benar buat gua mau tidur"
"gua serius karlina aliran sesat"
"terus menurut lo, dia bener laki lo?"
"ngak tahu, gua ngak ngerti linaa
"aghh lo banyak tidak tahunya, pulang gih lo bikin gua stres aja"
"lina tolong gua"
"boro-boro nolong lo, hidup gua aja ngak ketolong sana"