Anne meneliti wajahnya sendiri di depan cermin hias. Ada satu perasaan yang menyelinap dalam dirinya, yang seakan-akan memberitahu bahwa pada malam hari ini akan terjadi sesuatu hal yang mengesankan, meskipun tidak amat menyenangkan.
Dengan cermat ia berusaha menghias wajahnya, sehingga akhirnya menghasilkan suatu penampilan yang sangat memuaskan dan menambah rasa percaya dirinya.
Anne mencoba memperlihatkan seulas senyumnya yang ceria, yang serasi dengan penampilan wajahnya kini, tetapi yang tampak justru seulas senyum hambar yang tiada arti.
Merasa belum cukup, kemudian ia mengenakan gaun hitam dari bahan sutra yang sangat halus, dengan belahan panjang pada sisi kirinya hingga memberi kesempatan pada khalayak untuk menikmati bentuk paha yang mulus tak bercela.
Bagian leher gaun itu