Tak dapat dipungkiri lagi oleh Anne, bahwa Ricko sekarang telah menjadi beban pikirannya. Lelaki itu semakin hari kelihatan semakin menarik perhatiannya. Dimana pun ia berada, Anne selalu tidak jauh darinya, tetapi dengan cara yang tidak menyolok dan tidak menggangu.
Anne sendiri tidak tahu mengapa ia merasa menjadi begitu tertarik, bila malam tiba, diatas pembaringan ua sering tiba-tiba terbayang pada wajah pemuda itu. terniang lagi ungkapan kata-kata dari ricko yang selalu memaksa dirinya untuk memikirkan makna dari ucapannya, sampai akhirnya ia tertidur pulas.
Anne tidak dapat memahami kenyataan yang diterimanya itu, dan tidak berdaya menghadapinya. Kira-kira tiga hari sesudah pesta itu, Anne menyadari bahwa dirinya sendiri sedang dilanda rasa bosan.
Ia bertemu dengan Ricko hanya pad