Sesampainya mereka di kerajaan Dallas, beberapa pelayan dan prajurit menyambut mereka dengan suka cita. Tanpa memperdulikan mereka, Michael terus berjalan dengan menggendong Anne ala bridle style.
Dengan sekejap mata, Michael bergerak dengan cepat hingga kini dia telah tiba di depan pintu kamar miliknya. Tanpa ragu Michael melemparkan tubuh Anne ke atas tempat tidur.
Sampai saat ini, Anne belum juga membuka mata dan hal itu membuat Michael mendengus kasar lalu mengambil sebuah pisau. Tanpa ragu, Michael menyayat tangannya hingga tetesan cairan warna merah itu keluar lalu membasahi kulit Michael.
Diarahkannya cairan itu pada bibir Anne lalu setelah merasa cukup, bekas sayatan itu seketika tertutup dengan sendirinya bahkan seolah tidak pernah mengelaurkan darah.
Setelah melakukan hal itu, seketika mata Anne terbuka lebar. Selain itu perutnya yang rata seketika membesar dalam sekejap seolah ditiupkan angin hingga demikian.
Anne sedang mencerna apa yang tertangkap indra penglihatnnya namun dengan santainya Michael ikut merebahkan tubuhnya bersama Anne di atas tempat tidur. Michael membuat anne terbangun dari mimpi panjangnya namun kini dirinya yang menuju alam mimpi.
Tubuh besar Michael telah berbaring bersama tubuh ringkih milik Anne. Dengan mata yang telah sekian lama terpejam dan hanya ada kegelapan, rasanya anne tidak bisa percaya dengan hal yang ada di hadapannya sekarang.
anne diterpa seribu tanda tanya namun memilih memendamnya dan menatap wajah Michael dengan intens. Jemarinya yang lentik menyentuh pahatan sempurna yang berada di wajah Michael. Entah dorongan dari mana, Anne mendekatkan wajahnya pada bibir Michael lalu mencuri sebuah kecupan di sana.
“Tidak seperti itu caranya” ucap Michael yang tiba-tiba membuka kedua matanya hingga bersitatap dengan Anne.
Dalam keterkejutannya, anne dibuat membelalakkan mata ketika dengan rakus Michael menyesap bibirnya dan tidak lupa membuat bibirnya menari-nari di dalam sana. Anne membiarkan hal itu terjadi walaupun jujurnya dia tidak bisa mengimbangi keganasan Michael.
“aku sangat ingin memuaskanmu, tapi ini bukan saatnya” ujar Michael tepat di atas bibir Anne.
Anne bisa merasakan hembusan nafas dan aroma bibir juga tubuh Michael saat itu, namun yang terbayang dalam pikiran Anne adalah, dia sedang tenggelam dalam kolam yang beraroma lavender dan s**u coklat.
Michael yang tadinya menyentuh sekaligus mendorong kepala Anne agar bibir mereka menyatu, kini dengan santainya Michael melepas lalu berbaring membelakangi Anne dan melanjutkan tidurnya.
Tidak banyak yang dapat Anne lakukan selain termenung menatap punggung lebar milik Michael yang benar-benar tertidur lelap. Entah berapa lama Anne duduk tenang di tempatnya hingga pria yang selalu disapa Beta mengetuk pintu.
“masuk” perintah Michael sambil membaringkan tubuhnya menjadi telentang.
“maaf menggangu waktu istirahat anda Alfa” ujar pria itu sambil meletakkan tangan kanannya menyentuh d**a sebelah kiri selain itu, dia juga tidak lupa sedikit menundukkan badan.
“ada apa?” tanya Michael tanpa menatap pria itu.
“perintah anda telah saya laksanakan” ujar pria itu singkat tanpa memperdulikan Anne yang terpaku menatapnya.
“baiklah, suruh mereka melayaniku” titah Michael duduk di pinggiran tempat tidur sedangkan lagi-lagi Anne masih dibuat binggung dengan situasi yang ada di hadapannya.
Sebelum pria itu keluar, sekali lagi dia membungkuk patuh lalu bergerak pergi dalam sekejap mata. Pria itu baru saja pergi tapi terlihatlah beberapa wanita berpakaian pelayan. Ada 10 pelayan yang datang.
5 diantara mereka langsung bergerak ke kamar mandi, sedangkan 5nya lagi berdiri tepat di depan tempat tidur. Kini Michael telah melangkah santai meninggalkan tempat tidur lalu setelah beberapa langkah, kini dia sudah berdiri di tengah-tengah 5 pelayan itu.
Tidak ada satu pun yang memperdulikan kehadiran Anne, bahkan saat Anne menjerit keras karena terkejut saat beberapa pelayan melepaskan seluruh pakaian Michael dan Michael dengan santainya bergerak menuju kamar mandi tanpa menutupi badannya dengan sehelai benang pun.
Karena bosan hanya duduk seperti patung di atas tempat tidur, kini anne memutuskan turun namun ketika kakinya menyentuh lantai, anne merasa ada yang aneh pada warna kulitnya. Dia masih sangat ingat jika memiliki warna kulitnya adalah coklat kusam namun yang ada di hadapannya adalah warna putih pucat.
Diperhatikannya setiap bagian tubuhnya hingga ukuran payudaranya. Warna kulitnya saja membuat anne terkejut, saat kepalanya sedikit membungkuk lalu melihat ukuran payudaranya, anne membuka mulut dengan lebar dan tanpa sadar menjerit keras ketika perutnya terlihat sangat besar.
“ada apa ratu” tanya seorang prajurit yang menerobos masuk ketika mendengar suara teriakan Anne dari dalam kamar.
“menjauh dariku” jerit anne semakin keras.
Mendengar ucapan Anne, prajurit itu semakin binggung namun memilih berdiri di dekat pintu untuk tetap memperhatikan anne yang berlari lalu medekati tempat tidur dan menyembuhkan dirinya di dalam selimut.
Tubuh anne sedikit bergetar namun perutnya merasa sakit setelahnya. Anne inginya menjenahan apa yang di rasakannya apa lagi kini Michael menatapnya seolah meremehkan namun semua itu gagal saat Anne merasakan sesuatu menetes di bawah sana
“tuan … tuan” cicit anne menyentuh perutnya
“berhenti membuat drama” teriak Michael keras lalu memerintahkan beberapa playan membantunya mengunakan pakaian.
Inginnya Michael acuh dan membiarkan anne menderita namun ketika hidungnya mencium aroma darah, Michael berbalik menatap anne dengan pandangan tajam. Tidak hanya Michael yang menghirup aroma itu, tapi hampir seluruh penghuni istana.
Dengan wajah semakin pucat, rasa sakit semakin menyiksa dan hampir kehilangan kesadaran, dengan susuah payah anne membuat tangannya seolah menggapai udara lalu berkata
“tuan …. Sa …kit” ujar Anne terbata-bata
“kau memang selalu menyusahkan” ujar Michael lalu bergerak menggendong Anne dan membawanya meninggalkan ruangan itu ke ruangan kesehatan yang sebenarnya berjarak sangat jauh dari kamar milik Michael.
Anne sudah tak sadarkan diri saat Michael mendobrak pintu dengan sebelah kakinya hingga membuat penghuni ruangan itu terkejut. Michael sudah membaringkan Anne di sebuah ranjang kecil yang dilapisi kain bewarna merah terang dan terbuat dari sutra.
Warna cairan darah milih anne di serap oleh kain itu dengan jumlah yang sangat banyak hingga beberapa pelayan yang menyaksikan hal itu ikut di buat khawatir seperti Michael yang panik akan kehilangan ketiga penerusnya.
“kenapa dia seperti ini?” Tuntun Michael kepada seseorang yang telah merawat Anne.
“maaf atas kelancangan saya Raja, tapi saya ingin bertanya, apa yang anda lakukan pada Ratu” ujar sang tabib pada Michael.
“aku hanya memberikan darahku untuknya seperti biasanya” terang Michael dengan alis kakan yang di buat lebih tinggi.
“baiklah kalo begitu”
“apa?”
“kita selalu memperlakukannya seperti seharusnya namun sepertinya saya tidak mempertimbangan jika pada dasarnya, Ratu adalah seorang manusia lemah”
“apa maksudmu?”
“pikiran dan hati memengaruhi kandungannya. Apa yang terjadi mungkin membuatnya sangat terkejut”
“terkejut dalam hal?”
“maafkan saya raja, saya tidak bisa menjawabnya karena benar-benar tidak tahu” jawab pria tua itu dengan sopan.
Mendengar kalimat itu, Michael hanya mendengus kasar tapi dibuat tidak mengerti saat mendapati perut anne terlihat sedikit lebih kecil dibanding sebelumnya. Inginnya Michael menanyakan penyebab hal itu terjadi tapi pria yang disapa beta sudah mengintrupsi dan meminta Michael bersiap sebelum mereka pergi.
Sekali lagi Michael mendengus kesal tetapi memilih mengikuti perkataan Betanya. Sepertinya Michael benar-benar panic hingga tanpa sadar dia berlari meninggalkan kamarnya hanya menggunakan celana tanpa pakaian juga alas kaki.
Dengan sekejap mata, Michael telah berada di kamarnya. Di depan pintu, Michael mendapati beberapa pelayan yang tadi membantunya masih berdiri sambil menundukkan kepala. Michael memilih mengacuhkan mereka dan melangkah masuk kedalam kamar.
ketika Michael sudah beberapa langkah di memasuki ruangan, mereka baru ikut masuk. Sekali lagi Michael berdiri tegak dihadapan cermin sambil memperhatikan pelayan-pelayan itu memesangkan pakaian beserta jubah kerajaan hingga karismatik Michael kian bertambah.