Kini kereta yang membawa tubuh Michael bergerak cepat untuk memasuki kerajaan para peri. Dengan gaya angkuhnya, Michael menuruni kereta lalu menapakkan kaki di gerbang utama kerajaan yang dibangun menjulang dan terlihat sangat indah.
Pelan namun pasti, Michael melangkah mendekati pintu yang di jaga ketat oleh beberapa prajurit. Setelah menyadari kehadiran Michael, Beberapa prajurit itu menundukkan kepala untuk menyambut kedatangan Michael yang baru saja dilantik sebagai raja dari kerajaan Dallas.
Pesta yang sedang digelar jelas sangat ramai dan terlihat mewah. Tidak hanya tempat itu yang terlihat menakjubkan, para tamu undangan juga hadir dengan penampilan mereka yang sangat menarik seolah tidak ingin kalah dengan terangnya lampu yang menghiasi Hall.
Hampir seluruh mahluk abadi dari golongan bangsawan hadir di tempat itu. Michael yang baru saja datang kini berjalan memasuki ruangan dengan percaya diri hingga menjadi pusat perhatian dari para tamu undangan.
seseorang menyapa Michael dengan sopan lalu mengajaknya berkeliling untuk bercengkrama bersama tamu undangan yang lain. Senyum lembut, dan tata krama yang sopan menjadi sesuatu yang harus di jaga ditempat tersebut namun seseorang memandang Michael dengan senyum miring seolah meremehkan.
“Raja baru telah datang rupanya” ujar seseorang dengan wajah meremehkan lalu dengan santainya menikmati minuman yang ada di gelasnya.
“Dia belum layak menjadi raja, namun kematian ayahnya yang terlalu dini membuatnya berada di posisi itu” balas seseorang juga tidak menyukai Michael.
“Kau yakin jika ayahnya dibunuh Rogue bukan oleh pedang anaknya sendiri?” tanya pria itu lagi.
“Cerita yang tersebar seperti itu namun bisa jadi memang mereka mati di tangan Michael” celetuk pria itu lagi sambil tertawa terbahak.
Sepasang manusia itu sepertinya terlalu larut dalam pembahasan mereka hingga lupa jika semua makhluk yang ada di sana bisa mendengarkan ucapan mereka berdua. Sama seperti Michael yang sedari tadi menahan diri untuk membunuh dua sosok tersebut.
Michael sangat menghargai juga mencintai kedua orangtuanya hanya tidak pernah menunjukkannya secara jelas dan kini kedua sosok itu berkata jika Michaellah yang membunuh kedua orangtuanya sendiri membuat kesabaran Michael terkuras habis.
Tanpa meninggalkan tempatnya Michael membuat pedangnya telah melayang lalu menembus kepala seseorang. Harusnya pedang itu langsung membunuh dua mahluk yang menggunjing Michael namun satu di antara mereka dapat menghindar dan selamat.
“apa-apan ini?!” jerit pria itu dengan ekpresi terkejut.
“nasip yang malang karena kau mati dengan mudah tanpa mendapat kado special dariku” ujar Michael menatap sosok yang tergeletak di lantai dengan wajah datar.
“Kau keterlaluan” jerit pria itu lau tidak lama setelahnya beberapa sosok berpakaian serba hitam kini berdiri tepat di hadapan pria itu.
“ingin bersulang denganku Pedro?” ujar Michael dengan senyum lebar sembari sedikit mengangkat gelasnya yang berisi Wine putih yang beraroma manis.
“apa ini caramu mengajukan perang?” tanya pria itu dengan wajah sangat marah.
“sebenarnya aku tidak tertarik dengan tempatmu yang kumuh namun kenapa tidak” balas Michael lagi lalu terbahak dengan sangat keras.
“b******n” jerit pria itu lalu berusaha menyerang Michael dengan pedang yang tadinya menancap pada sosok yang sudah tak bernyawa juga bersimbah darah di lantai.
“waoww pesta semakin menarik” balas Michael dengan santai bahkan saking santainya kini Michael memberi sebuah kecupan pada sosok wanita yang menjadi tuan rumah.
Tuan rumah hanya bisa menggelengkan kepala mendapati tinggkah kedua tamunya yang memang tidak pernah akur selama ini. Jujurnya dia tidak suka jika pestanya hancur hanya karena pertaruangan dua pria tersebut namun karena tidak mungkin menghentikan mereka, wanita yang disapa Anggela hanya memilih memasang pelindung.
Awalnya semua tamu menikmati jamuan juga music yang mengalun merdu namun kini dua pria itu terkurung dalam pelindung yang Angela ciptakan hingga layaknya ring Tinju. Semua mata kini terpusat pada kedua sosok itu.
“mati kau” umpat Pedro lalu memberikan serangan pada Michael namun Michael hanya berdiri tegak tanpa merespon.
Dengan seluruh kemarahannya, Pedro melompat tinggi untuk mengalahkan Michael namun Michael dengan angkuhnya masih berdiri tegak sambil menggoyang-goyangkan gelas berisi Wine. Melihat tingkah Michael, Pedro semakin dibuat terang hingga menggeluarkan sebuah sinar yang dibentuk seperti pedang.
“sialan” Ujar Pedro lagi dengan penuh semangat karena serangan sebelumnya berhasil di hindari Michael dengan santai.
Pedro beberapa kali menghunuskan pedangnya menuju Michael namun dengan ahlinya Michael terus menghindar bahkan berpindah tempat dalam sekejap menuju sebuah hutan dimana hanya ada pedro dan Michael di tempat itu.
Michael adalah makhluk Werewolf sedangkan Pedro adalah Vampir. Suasana hutan sangat sepi, gelapnya malam suasana terlihat semakin kelam namun cahaya bulan tetap mampu menampakkan wujud dua makhluk yang sangat bertentangan.
Dendam antara dua makluk berbeda itu terus berlanjut padahal ini pokok permasalahannya ada pada leluhur mereka dan ternyata terus berlanjut ketika wanita yang sangat di cintai Pedro malah lebih memilih Michael dan lebih rela mati bunuh diri karena Michael terus menolak cinta wanita itu.
Pedro merasa jika kematian wanita yang di cintainya itu dikarenakan Michael namun Michael dengan santainya mengatakan jika itu adalah efek dari kebodohan wanita itu dan dia tidak bersalah sama sekali.
Saat Pedro meminta Michael bertanggung jawab, awalnya Michael menyangkal hal itu namun karena muak, saking tidak inginnya pedro percaya dengan ucapannya, pada akhirnya Michael ikut kesal lalu mengikuti keinginan Pedro yaitu berperang.
Perang antara dua bangsa itu sudah terjadi sedari dulu dan tidak ada lagi mahlluk yang heran jika ada pertengkaran lagi ketika dua mahluk itu bertemu. Dalam hutan yang gelap mereka nampak bersinar apalagi pedang yang di pegang pedro layaknya petir namun bewarna merah terang sesuai dengan suasana hati Pedro yang di penuhi kebencian juga amarah yang sangat besar pada Michael.
Mereka terus menggunakan kekuatan mereka semaksimal mungkin hingga yang terlihat hanya kilatan-kilatan yang berhasil membakar sebagian hutan namun kedua mahluk tidak juga berhenti. Michael sudah berubah menjadi Wolf demi melumpuhkan Pedro sedangkan pedro terus saja bergerak dan berusaha menghunuskan pedangnya ke arah jantung Michael.
“kau terlalu banyak membuang waktuku sialan” umpat Pedro
“kau pecundang” balas Michael santai namun berhasil membakar kemarahan Pedro.
Petarugan semakin seru namun semua berakhir ketika seorang wanita cantik datang dan memisahkan kedua pria tersebut.
“aku lelah menyaksikan ini. Kita akhiri saja dank au Michael, pulanglah sebelum wanitamu mencari”
“kau dengar, wanitamu mencari” ulang Pedro untuk mengejek Michael.
Mendengar hal itu, Michael tidak berkata apa pun namun dia akhirnya mengubah wujudnya kembali ke sosok manusia lalu bergegas pergi dari hadapan pedro dan wanita tersebut.
Kini tinggalah sang wanita yang sebenarnya merupakan ratu dari kerajaan vampire sekaligus adik beda ibu dari Michael, pedro menjadikan wanita itu sebagai istri sekaligus tahanan walaupun Pedro tidak pernah mencintai sang wanita.
Kini tinggallah mereka, dengan acuhnya pedro pergi sedangkan wanita hanya pasrah membiarkan suaminya meninggalkannya seorang diri di hutan yang hancur akibat pertengkaran kedua sosok tersebut. Wanita itu memilih tinggal sekejap.
Perasaanya hampir sama dengan hutan ini. Tidak ada seorang wanita yang enggan di cintai namun dia tidak menyangka jika seberapa lama pun dia bertahan di sisi suaminya sebagai tahanan, pedro tidak pernah menghargai atau menganggapnya ada.
Setelah berdiam diri cukup lama, akhirnya sang wanita pergi lalu dengan sekali kedipan, mata, sang wanita sudah berada di kamar tidurnya. Hari ini adalah hari kelahirannya namun tidak ada yang membuatnya bahagai.
Dengan rasa sedih yang sudah bertumpuk sedari dulu, wanita itu berdiam diri di hadapan cermin sambil berguman lirih tentang kesialan yang menimpanya. Semuanya serasa tidak adil untuknya namun semua tetap harus dia jalani dan hal itulah yang membuatnya membenci takdir yang dia jalani