Pagi tadi Atika terbangun di kamar tamu tepatnya dalam keadaan yang masih dalam dekapan Dewa, pipinya memanas ketika mengingat lagi kejadian semalam.
Sedari tadi Atika terus tersenyum setiap kali mengingat moment yang tidak akan dia lupakan, bahkan pernyataan cinta laki-laki itu kepadanya masih memutari pikiran dan membuat hatinya selalu menghangat.
"Kak kenapa sih dari tadi senyum-senyum terus kaya habi di tembak ajah" Atika gelagapan ketika mendengar ucapan sang adik dan langsung membekap mulutnya, Atika bernafas lega karena Dewa sedang di luar menerima telpon dari temannya.
"Sstt, bisa diem ngak sih kamu itu, kalau orang-orang denger kamu bisa buat malu kaka tau!"
"Berarti bener yah, kaka habis ditembak? sama kak Dewa, Dewa itu yah?" Sean kini menjawab perkataan itu sembari membisik