Killian baru saja selesai mandi, ototnya yang besar dan terlihat terlatih terlihat dan dia langsung memakai bajunya. Dia merasa lebih segar setelah mandi.
Dan dia mengingat apa yang terjadi pada Julie yang mandi hanya beberapa hari sekali.
Julie pastinya mengalami gerah lebih parah darinya, padahal dia tidak melakukan apa pun, tadi diam di dalam rumah saja rasanya telah sangat gerah.
Hukumannya hari ini telah selesai dan dia harus segera menjaga Julie lagi. Killian merapikan bajunya dan dia menghembuskan napasnya.
Rasanya dia begitu malas untuk melakukan apa pun, apalagi harus menemui sosok Julie yang menatapnya dengan mata hijau indah.
Kening Killian mengerut ketika pikiran itu terlintas dan itu membuatnya berpikir betapa aneh dirinya. Setelah merapikan rambutnya, Killian keluar dari rumahnya ini adalah hari yang cerah yang bahkan matahari belum muncul. Terlalu pagi untuknya segera berangkat untuk melakukan pekerjaannya, tapi Killian melangkahkan kakinya dengan semangat, lalu dia tiba di jeruji besi di mana Julie berada.
Killian melihat Julie, tubuh kecilnya yang meringkuk di lantai menggigil karena dinginnya angin, Killian memperhatikannya dengan ekspresi yang aneh, yang membawanya pada sesuatu yang aneh lagi.
Waktu berjalan, hingga matahari menunjukkan dirinya yang pemalu, matahari itu menunjukkan pada semua orang untuk bersemangat mengerjakan tugas mereka. Para werewolf telah bangun dan mereka melakukan aktivitas seperti biasanya, mendengar suara ayam berkokok dan bunyi berisik dari aktivitas di sekitarnya, telinga Julie berkedut seperti biasa. Julie membuka matanya, satu detik kemudian dia menguap dan duduk dari posisinya yang berdiri.
Kedua alisnya bertautan karena dia merasa aneh sekali, melihat selimut yang telah terpasang di tubuhnya.
“Apa ini?” Julie memegang selimut dengan aneh sekali. Dia ingat di dalam kurungan tidak ada selimut satu pun dan dia tidur tanpa selimut, sama seperti biasa dia lalui
“Pantas saja aku merasa hangat.”
Julie senang karena pagi ini dia tidak terbangun sambil menggigil hebat seperti hari. Julie berdiri dan kemudian merenggangkan tubuhnya, dia melihat lantai yang dia tiduri dan mengabaikannya
Secara perlahan dia jadi terbiasa tidur di lantai kayu yang keras, walaupun tubuhnya masih terasa sakit, dia sama masih bisa tertidur.
Saat Julie berbalik, dia begitu terkejut dengan Killian yang ternyata sejak tadi memperhatikannya dari pintu, posisinya terlihat menyamping dengan atas dingin yang tajam.
“Ah, Killian!?”
Julie sangat terkejut, pemandangan yang sungguh membuatnya terkejut. Killian yang menatapnya seolah dia adalah mangsa, apalagi Julie tadi telah melakukan sesuatu yang sedikit tidak anggun, dia menguap berulang kali dan merenggangkan tubuhnya. Terlihat sangat jelas kalau itu adalah sesuatu yang tidak disukai oleh para wanita.
“Kenapa kau sudah ada di sini pagi-pagi sekali?”
“Memangnya tidak boleh? Kurungan properti pribadimu, ya?” tanya Killian dengan sangat sarkas.
Julie menyadari kalau dia tidak bisa melarang siapa pun untuk mendatanginya, karena Killian lebih berkuasa dibandingkannya di sini.
“Tidak. Tentu saja kau bebas datang ke sini.” Julie berjalan lebih dekat yang membuat atmosfer aneh di antara mereka.
“Dua hari ini aku tidak melihatmu, kata Ann kau dihukum karena aku. Maafkan aku Killian.”
Suaranya masuk dan mengaduk perasaan Killian dengan sangat aneh. Itu membuat Killian terdiam untuk beberapa detik, matanya sekarang menajam, melihat sosok kecil di depannya.
“Bukan karenamu, berhentilah membuatnya terlihat sangat berharga hingga aku bisa melompat ke jurang hanya untukmu?” Killian menyeringai, dia mengejek sosok Julie yang terlihat percaya diri untuk mengatakan dirinya begitu berharga di hadapan para werewolf yang mengurungnya.
Wajah Julie memerah karena apa yang dikatakan Killian, itu membuatnya sebagai wanita yang memalukan.
Julie memegang wajahnya untuk menutupi rasa malunya itu. Dia bahkan menggigit bibirnya, menghelakan napas.
“Ya, tidak. Baiklah, kau tidak terkena hukuman karena ku.”
Julie bicara dengan suara yang acuh, apa pun yang dia lakukan selalu terlihat salah di mata Killian.
“Kau terlihat seperti ikan yang terlempar dari kolam.”
Killian berbalik dan meninggalkan Julie yang sekarang memukul tangannya sendiri sebagai bentuk rasa kesalnya. Killian selalu pintar bicara, mungkin Killian bisa menjadi pendengar handal.
Julie lagi-lagi mengerutkan keningnya, dia melupakan kalau Killian adalah seorang ketua pemimpin muda. Tentu saja dia pintar bicara, dan memiliki jiwa pemimpin.
Sekarang Julie menenangkan dirinya sendiri dan menunggu sarapannya yang akan tiba sebentar lagi.
Lima menit kemudian, apa yang ditunggu Julie sungguh muncul pria berotot yang besar itu, dengan rambut hitam dengan matanya yang biru muncul sambil memegang makanan di tangannya.
“Roti dan sup?” Julie melihat apa yang diberikan oleh Killian, ini adalah pertama kalinya Julie mendapatkan sarapan seperti ini. Biasanya hanya roti gandum yang seolah dia bisa mengalami kerontokan giginya.
“Kau tidak ingin? Kalau begitu aku akan mengambilnya lagi.” Killian bersiap untuk mengambil makanan yang telah dia berikan pada Julie.
Julie menggelengkan kepalanya dengan cepat, dia terlihat sangat canggung, namun dia senang karena mendapatkan makanan yang lebih baik dibandingkan kemarin.
“Hanya saja menuku hari ini sedikit berbeda.”
Julie melihat ke arah Killian, seolah yang diberikan oleh Killian itu adalah makanan mewah, walaupun werewolf tidak sekaya manusia, tapi mereka makan dengan cukup baik. Mereka bisa berternak dan berkebun, dan bahan berburu. Mereka bisa memenuhi kebutuhan mereka dengan sangat baik.
“jadi?” Killian menantikan perkataan Julie. Itu hanya sup biasa dan roti keras.
“Terima kasih karena memperlakukanku dengan baik, Killian.”
Julie tersenyum kecil ketika mengatakannya, dia terlihat begitu tulus dan terharu karena menerima perlakuan yang sangat baik seperti ini.
“Kau aneh, manusia tidak mudah kagum hanya karena makanan sederhana itu.” Killian berbalik, dia meninggalkan Julie yang memikirkan ucapan Killian.
Dia sekarang memikirkan apa yang dia lihat tadi, di saat Julie menikmati makanannya dengan sangat baik.
Namun, senyum kecil muncul di wajah Killian, yang mendengar senandung kecil dari Julie.
Setelah menyelesaikan sarapannya, Julie menyusun tempat makannya di bagian pinggir dan sekarang dia melakukan aktivitas yang biasa dia lakukan, yaitu duduk di depan jeruji besinya dan memperhatikan aktivitas yang berlangsung di luar.
Menurutnya, dia benar-benar merasa beruntung karena diculik dan mendapatkan pengalaman seperti ini, dia lebih merasa hidup di bandingkan dia di rumahnya.
Julie berharap kalau ayahnya tidak bisa menemukannya dan werewolf yang ada di sini menerimanya untuk menjadi bagian mereka. Julie ingin menjalani biudo bersama mereka, dia telah mempunyai banyak teman di sini, dan temannya terlihat sangat peduli dengannya.
Mereka menjadi teman cerita yang baik, dan Killian, sosok dingin yang ingin dia kukuhkan. Julie bertekad untuk bisa keluar dari jeruji besi ini, dan bisa mendapatkan kepercayaan para werewolf. Dia ingin membuktikan pada para werewolf kalau dia adalah manusia yang berbeda.