Matahari semakin panas, semua orang mengalami musim panas yang sangat menyakitkan
Di mana mereka harus berjalan di bawah sinar matahari dan merasakan tubuh mereka lemah karena cairan tubuh mereka berkurang menjadi keringat. Orang-orang di pusat kota berlalu lalang dengan cepat, mereka ingin tiba di rumah mereka atau di cafe yang bisa membuat mereka merasa lega dibandingkan ini.
Mereka ingin membuat suhu tubuh mereka turun dan meminum es dengan sangat niat
Es batu berbentuk kubus ada di minuman dingin berwarna Oren di depan mereka. Dua wanita bangsawan berambut panjang sedang duduk bersama, mereka terlihat begitu gerah namun sekarang cukup membaik, lalu mereka juga ingin bertemu untuk membicara banyak hal sambil mencuci mata mereka.
“Aku baru kali ini melihat Julie Robert Dowana.”
Seorang wanita menggunakan dress berwarna violet bicara, dan dia menunjukkan gambar Julie yang tertera di surat kabar yang dia pegang. Terlihat dengan jelas potret foto Julie yang terlihat anggun sekali.
“Wah, pantas saja dia menjadi putri kesayang ketua kabinet Hugo. Dia wajar dijaga dengan sangat ketat, karena wanita secantik ini pasti diinginkan oleh banyak pria.”
Seorang wanita yang menjadi lawan bicara wanita ber dress violet bicara. Dia terlihat sangat mengagumi Julie yang sangat cantik. Di dalam hatinya dia merasakan iri pada sosok Julie, yang menurutnya sangat beruntung. Dia berpikir andai saja dia memiliki kehidupan seperti Julie, maka sempurna sudah hidupnya.
“ya, tapi sayang sekali karena Nona Julie malah diculik oleh werewolf yang jahat itu.”
Matanya melotot, dan dia memegang pisau makan dengan sangat kesal. Dia benci karena kejadian ini Julie tersiksa, tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi.
“Aku dengar Nona Julie jadi tidak menikah dengan Tuan Dominic, putra pertama presiden kita. Padahal mereka sudah dijodohkan sejak kecil, karena penculikan ini tentu saja pesta pertunangan mereka mengalami kendala. Bagaimana jika Tuan Dominic menikah dengan wanita lain?”
Keduanya terlihat menunduk, memikirkan masalah yang tidak berurusan sama mereka sama sekali. Mereka mencurahkan banyak usaha untuk menemukan jawabannya dan kemudian mereka menghempaskan pikiran berat itu dengan hembusan napas yang kuat.
Mereka berdua secara bersamaan mengambil minuman di depan mereka dan menyedotnya dengan sangat cepat.
“Kurasa kita berhenti membicarakan ini sebentar, sangat berat dan lebih baik kita mendoakan saja.”
Wanita menggunakan gaun violet mengangguk.
Di jalanan yang luas dengan sinar matahari yang panas, mereka melihat beberapa werewolf yang berjalan bersama tuan mereka. Para werewolf itu berjalan dengan menunduk dan terlihat sangat kasihan sekali, tidak ada kebebasan di dalam diri mereka. Dan lebih buruk, para tuan mereka memiliki kendali pada hidup mereka. Apalagi para b***k werewolf itu disiksa, tanpa bisa membela diri mereka.
Manusia yang melihat hal itu hanya menertawakan, hati nurani mereka sungguh telah mati.
Di tempat lain, dia duduk di tempat yang cukup berbeda kali ini. Angin besar telah menerpa tubuhnya dan dia senang karena hari ini dia mandi lagi di sungai.
Kali ini juga tidak hanya di temani oleh Killian yang membuatnya canggung, tapi juga ada Ann yang menemaninya.
Dia baru saja selesai mandi, dan sekarang Julie mengeringkan rambutnya dengan bantuan angin yang cukup kuat, rambut panjangnya berkibar lembut dan rambutnya kering dengan cepat.
“Julie kemarilah, makan bersamaku.”
Julie melihat ke arah Ann yang duduk di bawah pohon besar. Pada bagian lain, dengan jarak dua meter dari pohon besar itu ada Killian yang memejamkan mata seolah tidak peduli dengan yang terjadi.
Julie melihat Killian dan mengalihkan perhatiannya pada Ann yang menggelar tikar kecil di bawah pohon. Seumur hidup Julie tidak tahu apa yang dilakukan Ann, ketika dia sampai di dekat Ann, Julie masih berdiri dan memperhatikan apa yang ada di depannya.
“Duduklah, Julie. Cepat duduk soalnya dia masih diam, kalau dia bereaksi, dia akan menyeret kita berdua agar pergi dari sini.”
Ann menunjuk Killian dengan tatapan mata yang dia sipitkan.
Julie terkekeh kecil mendengar ucapan Ann. Baru kali ini Ann mendengarnya dan Ann senang dengan Julie yang terlihat tidak seperti sebuah boneka yang dipajang.
Julie duduk dengan menyandar ke batang pohon yang di dekatnya. Dia melihat makanan dan minuman yang disiapkan oleh Ann. Ada beberapa kue indah dan makanan yang tidak Julie makan ketika di sini, lalu jus jeruk dengan warna jingga yang pekat telah menarik perhatian Julie.
“Sekarang kita mirip sedang berpiknik.”
Ann mengambil roti isi ya, dan memakannya dengan senyum di wajahnya.
Julie melihat ke arah Ann, dan dia terlihat sangat kebingungan sekali.
“Berpiknik?”
“Ya, sekarang kita mirip sedang berpiknik. Memakan bekal di tempat terbuka bersama orang-orang yang kita sayangi.” Ann memberikan penjelasan dan Julie terlihat sangat kebingungan.
“Jangan bilang kau tidak pernah melakukan piknik sebelumnya?” Ann bicara begitu saja karena melihat ekspresi Julie, namun ketika Julie menganggukan kepalanya, Ann sungguh tidak menyangka akan mendapatkan jawaban seperti ini.
“Kau sungguh tidak pernah berpiknik, Julie?”
“Ya,” jawab Julie dengan wajah sedih. Bahkan dia keluar dari rumahnya saja tidak bisa.
Ayahnya selalu melarangnya melakukan ini dan itu, dia sungguh tersiksa, dia melewti banyak hal yang membahagiakan. Dia tidak punya teman satu pun, dan orang-orang malah iri dengan hidupnya yang seperti neraka itu.
“Baiklah, sekarang kau telah merasakan piknik itu bagaimana.” Ann tersenyum, lalu dia mengambil satu scone dan dia berikan aoda Julie.
Julie mengambilnya dan memakannya, Julie tersenyum kecil. Manis scone membuatnya bahagia, hari ini rasanya sangat sempurna, dia memiliki hal yang dia inginkan dulu dan impikan. Dia dapat kan di saat dia malah menjadi tahanan.
“Kalian berdua berisik sekali.” Killian terbangun, dan dia mengusap kepala bagian belakangnya dan mengambil roti isi di depan Ann. Tatapan matanya dingin, melihat apa yang disiapkan oleh Ann sungguh tidak dipercayai oleh dirinya.
“Kau juga, Ann, untuk apa mempersiapkan ini semua? Dia hanya ingin mandi.”
Killien bicara dengan ketus yang membuat Ann berani melihat ke arah Killian.
“Tempat ini sesuai untuk piknik, jadi tentu saja harus memanfaatkannya dengan baik.”
Killian mendengus mendengar ucapan Ann, kemudian dia melihat ke arah Julie yang mengalihkan perhatiannya pada arah sampingnya.
Killian memakan rotinya dengan sangat cepat, menelan roti itu yang memiliki rasa yang cukup banyak hingga Killian merasa sedikit puas menjalani hari ini.
Dia membiarkan dua orang itu berada di bawa pohon, kemudian Dia membuka baju bagian atasnya. Dia sendiri sedang merasa gerah, hanya saja Julie yang saat itu mencoba melihat ke depan tidak sengaja melihat otot belakang Killian yang begitu indah.
Otot-otot yang tersinari oleh sinar matahari itu terlihat begitu berkilauan, dan benar-benar indah. Saat Killian melemparkan bajunya ke batu dan melihat ke arah sampingnya, Julie bisa melihat wajah bagian samping Killian.
Sempurna!
Hidung yang mancung, dan wajah yang tampan. Killian terlihat lebih tampan dibandingkan sebelumnya. Julie menunduk, dia menyembunyikan wajah merahnya.
“Apa yang terjadi padaku?” Julie bergumam pada dirinya.
“Apa kau sakit, Julie?” tanya Ann khawatir.
“Tidak, Ann, aku hanya bicara sendiri saja.”
Julie mengangkat kepalanya dan melihat Ann, untunglah Killian sekarang telah hilang dari pandangannya. Julie menenangkan pikirannya sendiri.