“Kau bahkan belum menemukan anakmu itu, apa yang selama ini kau lakukan, kak?”
Pria itu melihat ke arah Hugo dengan tatapan mata yang dingin dia melihat hugo yang mengeraskan rahangnya, dan dia tidak peduli dengan apa yang dirasakan Hugo. Baginya Hugo adalah kakaknya yang begitu menyedihkan.
“Kak, bagaimana kau akan menyelesaikan ini?”
Tobias bicara dengan suara dingin di sebelah kakaknya. Saat itu mereka baru saja menyelesaikan rapat antara kabinet sebagai sesama yang bekerja pada Kabinet, Tobias merasa kasihan dengan kakaknya yang kehilangan anaknya.
Tobias sendiri sangat tahu tentang perlakuan Hugo pada Julie, Dia pernah melihatnya sendiri dan menganggap kalau apa yang dilakukan oleh Hugo adalah bentuk kasih sayang lain yang diberikan pada anak perempuannya.
"Jangan menganggap kalau aku tidak melakukan apa pun, aku telah melakukan banyak hal namun serigal busuk itu ternyata cukup pintar untuk menyembunyikan keberadaan mereka.”
Di tempat duduknya Hugo meremas kursi yang dia duduki. Dia begitu kesal dengan apa yang dikatakan oleh Tobias.
“Aku Sudah mengatakan pada Dominic mengenai tunangannya, dan dia seperti tidak peduli. Mungkin kalau aku cukup normal aku akan memutuskan tunangan, tapi aku tidak ingin melakukannya.”
Hugo akhirnya menyadarkan pipi kirinya ke tangan kirinya, dia terlihat malah sekali untuk membahas tentang Julie yang telah hilang hampir dua minggu ini.
Terdengar suara kekeh pelan dari Tobias yang ada di samping Hugo. Matanya berputar dan melihat Hugo dengan mata yang bersinar.
“Mungkin kakak harus menggunakan kesatria bayaran saja, mereka bisa melacak dengan cukup baik, atau suruh saja para anjing itu melacak sesamanya.”
Ucapan dari Tobias itu didengarkan oleh Hugo, apa yang dikatakan Tobias itu cukup benar kalau yang harus dia lakukan adalah membiarkan sesama dari bangsa anjing itu untuk saling menghadapi satu sama lain. Dia yang merupakan seorang manusia tidak seharusnya langsung menghadapi seekor anjing, dia hanya perlu melepaskan anjing yang sangat kejam untuk melakukan perburuan.
“Kau mengatakan sesuatu yang benar, Tobias.”
Hugo berdiri, dia menatap Tobias dengan dingin dan dia mulai berjalan diikuti oleh Tobias yang ada di sampingnya.
“Kita ada pembicaraan penting lainnya, Tobias. Mari makan siang bersama.”
Hugi dan Tobias masuk ke dalam kereta kuda keluarga Dowana, mereka berdua menuju tempat makan siang yang tidak terlalu jauh dari gedung kabinet.
Di tempat lainnya, Dominic mengusap tengkuknya. Berita tentang calon tunangannya itu selalu menjadi perhatian yang besar, yang diinginkan Dominic adalah agar masalah Julie tidak perlu dikaitkan dengannya. Semua masalah Julie dikaitkan olehnya dan itu membuatnya stres dan kesal.
Ini hanyalah pernikahan yang ditentukan keluarga, pernikahan bisnis atau pernikahan yang menguntungkan kedua bela pihak, jadi berhenti mengatakan kalau hubungan mereka dengan sama dramatis. Itu benar-benar membuatnya muak.
Dominic melihat surat kabar yang lagi-lagi ada di dalam kamarnya, wajahnya mengeras dan dia terlihat sangat tidak senang dengan surat kabar yang ada di tangannya. terlihat dengan jelas foto dari Julie, baginya Julie memang adalah wanita yang cantik. Tapi keberadaannya sekarang tidak diketahui dan nasibnya sangat sial sekali. Dominic berdecak kesal karena merasakan beban dari keberadaan Julie.
Seseorang dengan tangan mulus dan jari-jari yang lentik menyentuh Dominic dari punggung hingga lehernya, dia mengusap leher Dominic dengan lembut dan mengecup tengkuknya. itu membuat Dominic langsung memegang tangan tersebut dan menariknya agar bisa mencium tangan itu.
"Apa kau memikirkan tunanganmu itu?” Wanita itu bertanya sambil menatap Dominic dari arah samping, rambutnya sedikit berantakan karena baru saja selesai bermain. Permainan mereka cukup lama dan itu dilakukan karena Dominic menyukainya.
"Aku bahkan tidak pernah bertemu dengannya, dan berita tentangnya selalu dikaitkan denganku. Itu membuatku sakit kepala.”
Pemilik suara itu mengeluh, dia kemudian melihat wanita yang dia bayar untuk menemaninya, di atas kasur yang kusut itu mereka berdua duduk dengan tatapan mata yang hangat, kemudian Dominic menarik kepala wanita itu dan mendaratkan ciuman panas di bibir wanita bayaran tersebut.
Banyak orang menganggap kalau Dominic adalah pria yang sangat luar biasa, pria yang diidam-idamkan oleh seluruh wanita yang ada di Rubellian. Dia adalah anak seorang presiden yang bisa dikatakan seperti raja, dan dia tampan, dan memiliki pekerjaan bagus.
Cukup berbeda dengan ayahnya, Dominic memilih untuk menjadi pengusaha dan pekerjaannya selalu sukses karena dibantu oleh ayahnya. Jadi, sudah jelas kalau dia menjadi idaman para wanita karena kesuksesannya dan wajahnya itu. Yang mereka tidak ketahui tentang Dominic adalah dia adalah pria yang suka sekali menyewa wanita untuk menemaninya tidur. Baginya, wanita itu adalah sesuatu yang bisa dibeli dan digantinya dengan sangat mudah.
Sama seperti Julie.
Andai kata dia memang benar-benar menikahi Julie nanti, dia akan menganggap pernikahan itu hanyalah di atas kertas, dia tidak ingin kalau kehidupan seksnya terganggu karena status pernikahan. Dia masih menginginkan kebebasan dan bahkan seorang istri pun tidak akan boleh menekan keinginannya itu.
Dominic menjatuhkan surat kabar yang dia pegang tadi, kemudian dia menjatuhkan dirinya bersama wanita yang dia cium tadi mereka berdua kembali berkumpul di atas kasur dan tanpa memperdulikan kalau matahari telah terbit.
Sedangkan di tempat persembunyian para werewolf yang menculik Julie, mereka sedang mempersiapkan sesuatu untuk berpesta.
Julie memperhatikan Apa yang sedang mereka lakukan Dia begitu penasaran dan kesibukan Werewolf yang sedang terjadi di depannya. Namun dia tidak bisa bertanya pada siapapun karena Killian atau pun Ann tidak menemuinya hari ini. Kedua orang itu sangat sibuk mengurusi urusan werewolf.
Tentu saja itu membuat Julie cemberut, rasanya dia ingin mendobrak jeruji besi dan keluar dari sana dengan segera, tapi dia tidak bisa melakukan itu. Bisa-bisa mereka akan memberikan hukuman padanya.
Julie hanya memperhatikan Apa yang terjadi, Dia mungkin akan segera tahu apa yang dilakukan oleh para werewolf itu menyaksikan mereka yang bekerja sama untuk melakukan sesuatu membuat Julie senang.
“Mereka terlihat sangat bersemangat sekali.” Julie bergumam sendiri yang tiba-tiba saja bunyi orang terjatuh terdengar, dan itu karena Gill yang melompat dari atap gubuk tempat Julie dikurung.
“Tentu saja mereka semangat. Nanti malam adalah bulan purnama, bagi bangsa werewolf itu seperti hari untuk bertemu dewa.” Gill menjelaskan, matanya bahkan terlihat sangat bersemangat yang membuat Julie ikut bersemangat juga.
“Jadi, akan ada persembahan nanti?”
“Ya, dan persembahan itu kau.” Gill menunjuk Julie dan seketika Julie terdiam mendengar apa yang dikatakan Gill.
Itu membuat Gill tertawa terbahak-bahak. “Apakah kau percaya dengan apa yang kukatakan?” Gill bahkan menyeka air matanya yang keluar sedikit dari matanya.
“Hanya makan bersama di sinar bulan saja. Sayang sekali kau tidak bisa merasakannya.” Gill menyeringai dan kemudian meninggalkan Julie yang sekarang menjadi iri.