Besar api unggun besar hidup di tengah-tengah desa, tidak terlalu jauh dari hadapan Julie, dia bisa melihat dengan jelas kalau ada keramaian di depannya dan juga tapi yang cukup besar membuat para werewolf mengelilingi api unggun dengan suka cita luar biasa.
Para werewolf bernyanyi, dan berdansa, melihat itu Julie merasa sangat iri sekali dengan apa yang sedang terjadi di depannya. Jika saja dia menjadi bagian dari werewolf, maka dia akan mengalami hal yang terlihat menyenangkan itu.
“AUUUUUUUUU!”
Para werewolf melolong dengan sangat kuat dan semangat, mereka melolong beberapa kali di tengah bulan purnama besar yang ada di atas mereka. Setelah itu, mereka memakan sajian yang telah mereka persiapkan.
Sajian itu sebagian besar dari bahan curian yang mereka dapatkan dari bangsa manusia. Mereka bertindak sebagai seorang bandit di beberapa, dan sangat jauh dari markas mereka.
Mereka makan dengan sangat lahap, Julie yang melihatnya akhirnya menghelakan napas panjang. Dia di sini bukanlah bagian dari werewolf, dia adalah tawanan dan seorang tawanan tidak boleh bertingkah. Dia bukan siapa pun di sini, atau di mana pun
Sehingga Julie berbalik dan bersembunyi di dalam kurungannya, dia memejamkan matanya agar dia tidak merasakan sedih atau pun k3sepian pada keramaian suara werewolf yang begitu senang pada malam ini.
Julie memikirkan ibunya, jika saja ibunya masih hidup, mungkin hidupnya akan berubah dibandingkan sekarang. Dia masih dipenuhi cinta oleh kedua orang tuanya. Memikirkan itu membuat Julie menyeringai, dia merasakan perih dan sekarang dia telah membenci ayahnya. Julie sangat yakin jika ayahnya sekarat di depan matanya sekali pun, Julie tidak akan menunjukkan reaksi apa pun.
Dia telah mati rasa dalam hubungan darah yang membingungkan.
Suara ketukan terdengar, Julie berhenti berpikir di dalam dirinya, kemudian dia menajamkan indera pendengarannya lagi, untuk memastikan apa yang dia dengar itu memang benar.
Ketukan lainnya terjadi, dan Julie yakin kalau ini memang benar. Julie berbalik dan menunjukkan wajahnya di depan pintu jeruji besi. Ada sosok yang tidak bisa dia temui hari ini, itu adalah Killian. Dia menggunakan kaos berwarna hitam dan membuat otot-ototnya menjiplak di kaos.
Julie menatap heran ke arah Killian, walaupun sampai detik itu mereka berdua tidak mengatakan apa pun, mereka berdua seperti memiliki koneksinya sendiri. Julie melihat Killian dan semau pikiran buruknya tadi hilang begitu saja, dan dia entah kenapa senang dengan kehadiran Killian yang seolah dia sedang menantikan ini sejak tadi.
“Sampai kapan kau akan melihatku seperti itu?” Suara Killian yang berat telah menyadarkan Julie kalau dia terlihat seperti orang bodoh.
Julie menghembuskan napasnya, dan kemudian menemukan wajahnya.
“Tidak.” Julie mengelak dengan kata yang sederhana, dia begitu bodoh.
“Makanlah ini. Ini adalah malam bahagia dan walaupun kau tahanan, Ketua Cameron menyetujui untuk memberiku makan. Kami tidak sekejam kalian para manusia.”
Killian memasukkan sesuatu melalui jeruji yang terbuka, itu adalah banyak jenis kue dan juga ada daging asap yang wanginya sangat enak. Melihat itu Julie merasa sangat lapar, tapi dia yang di tatapan oleh Killian tidak mau menyentuhnya secara langsung. Killian memiliki mulut yang tajam, setidaknya Killian harus keluar dari kurungannya terlebih dahulu baru dia akan memakannya.
“Kau tidak memakannya?”
“Tentu saja aku akan memakannya.” Julie diam sebentar. “Kalau begitu keluarlah dan berpestalah.”
Killian menaikkan satu alisnya, entah kenapa dia seperti diusir seorang tuan rumah. Itu terdengar lucu, senyum kecil muncul di wajah Killian tapi dia dengan cepat menghapus senyum itu dan menggantinya dengan wajah yang keras.
“Aku keluar sekarang.”
Killian berbalik dan ketika dia menutup pintunya, Julie baru bicara.
“Terima kasih atas makanannya.”
Julie dan Killian saling tatap, yang membuat keduanya saling memikirkan sosok yang ada di depan mereka.
“Ya.”
Baru saja Killian ingin membalas ucapan Julie, tapi suara teriakan yang sangat menghebohkan terdengar dan Killian dengan tatapan mata yang menyeramkan melihat ke arah kerumunan yang mengelilingi api unggun.
“AAAAAA! APA YANG TERJADI?!”
“TOLONG!”
Killian langsung berlari ke sana, sedangkan Julie terdiam di tempat, menyaksikan kepanikan para werewolf yang berlari dan terjatuh dengan cepat. Julie menyaksikan hal yang mengerikan, di mana apra werewolf mengalami keracunan. Mata Julie gemetar, dia tidak bisa melihat hal seperti ini.
Ada satu werewolf yang berjalan ke arahnya, Julie melihat dengan jelas kalau bibirnya pucat dan secara perlahan wajahnya juga pucat. Setelah itu werewolf tersebut jatuh dengan tubuh yang sulit digerakkan.
“MAKANAN KITA DIRACUNI!”
Killian berteriak dengan sangat keras, dia belum memakan apa pun sejak tadi dan mengambilkan makanan untuk Julie, dan setelah dia mengatakan tentang makanan yang mengandung racun,dia melihat ke arah Julie yang memperhatikan Killian dari tempatnya berada.
“Buang makanannya!”
Killian memerintahkan Julie, dan Julie mengangguk dengan terbata-bata, sedangkan Killian langsung bertindak untuk mencari pertolongan. Para werewolf yang belum memakan apa pun masih terus sadar, dan jumlah mereka tidak sebanding dengan para werewolf yang mengalami keracunan.
“Ann! Obati mereka!”
Cameron berteriak memerintahkan Ann yang tidak jauh dari mereka, tangan Ann gemetar, dia sama sekali belum pernah menghadapi hal seperti ini.
“Aku tidak tahu racun apa ini, aku tidak tahu.” Ann terlihat sangat gelisa, dan semua orang sedang mengendalikan dia untuk bisa menyelamatkan nyawa setiap werewolf yang ada di sini.
Julie yang melihatnya berdebar kencang, dia ingin sekali keluar, dan saat dia mendorong jeruji besi di depannya, pintu jeruji besi itu terbuka, dia menyadari kalau Killian tadi belum menguncinya karena teriakan yang memecahkan kesenangan para werewolf.
Julie keluar dari kurungannya dengan cepat dan kemudian melihat kondisi werewolf yang pingsan di depannya. Dia memperhatikan baik-baik, dan dia menyadari kalau kuku mereka berwarna merah muda, Julie sedang menimbang semua kemungkinan, dan ketika dia memeriksa suhu tubuh werewolf yang semakin mendingin dia yakin sudah racun jenis apa ini.
“AKU BISA MENGOBATI MEREKA! BERI AKU KESEMPATAN!”
Julie berteriak dengan sangat kuat, dan dia telah menjadi pusat perhatian dari para werewolf yang ada di sana. Tatapan matanya begitu berani dan dia sama sekali tidak gentar untuk berteriak dan mengatakan dirinya bisa. Inilah kesempatan baginya, dia bisa keluar dari jeruji besi dan mencoba berteman dengan mereka.
Tubuh Julie kemudian ditendang oleh Isaac yang menatapnya dengan penuh kebencian.
“Diamlah kau manusia! Ini bukan candaan! Kau pikir kau siapa bisa mengobati kami yang keracunan sedangkan Ann tidak bisa?!”
Tendangan yang dilakukan oleh Isaac itu sangat menyakitkan dan membuat kepala Julie merasa pusing, tapi dia tidak bisa menyerah. Julie meremas tangannya dengan sangat kuat dan dia menatap Isaac dengan sangat berani.
Matanya penuh dengan tekad.
“AKU TAHU TENTANG RACUN INI! BIARKAN AKU MENGOBATI KALIAN SEMUA, JIKA AKU GAGAL, KALIAN BISA MENGEKSEKUSIKU SETELAHNYA!”
Mendengar itu mata Killian dan Ann bergetar, pernyataan yang sangat berani dan membuat semuanya berpikir kalau Julie sungguh bodoh.